Posts

Showing posts from December, 2010

Untuk Rampingkan Parpol, Parliamentary Threshold Harus Naik

Jum'at, 31 Desember 2010 | 21:50 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Analis politik Karel H. Susetyo menyarankan agar angka parliamentary threshold (PT) dalam Pemilihan Umum 2014 naik, lebih besar dari pemilihan umum 2009 yang 2,5 persen. "Agar konsisten untuk menyederhanakan partai, sebaiknya PT harus naik terus setiap pemilihan umum," kata Direktur Eksekutif Yayasan Sketsa Nusantara ini saat dimintai komentar, Jumat (31/12/2010), soal debat tentang angka parlementary threshold ideal untuk pemilu mendatang.

KIARA: Pemerintah Tak Berpihak kepada Nelayan

Image
SELASA, 28 DESEMBER 2010 | 10:15 WIB Foto: Radio Nederland TEMPO Interaktif, Jakarta - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menilai pemerintah tidak menunjukkan keberpihakannya kepada nelayan. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal KIARA, Riza Damanik, dalam catatan akhir tahun 2010 yang diterima Tempo, Selasa (28/12/2010).

Haris: Isi Kawat Wikileaks Cermin AS Resah Kasus Munir

TEMPO Interaktif, Jakarta - Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar mengatakan, informasi yang dimuat dalam kawat kedutaan besar Amerika Serikat yang dibocorkan Wikileaks tentang kasus pembunuhan Munir itu sebenarnya tak banyak yang baru.

Wartawan Tempo Raih Swara Sarasvati 2010

Image
RABU, 22 DESEMBER 2010 | 21:00 WIB Foto: Manan (berdiri), Pru, Tarto, Dwi, dan Anton.  TEMPO Interaktif, Jakarta - Koalisi Perempuan Indonesia memberikan Swara Sarasvati 2010 kepada jurnalis dan media massa yang mendukung perjuangan mengkampanyekan peningkatan keterwakilan politik perempuan dalam pengambilan kebijakan. Penghargaan diberikan dalam sebuah acara di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (22/12/2010) malam.

Pengunduh Indoleaks Tembus 1 Juta

Sabtu, 18 Desember 2010 | 09:56 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Dalam waktu delapan hari, pengunjung laman Indoleaks sudah diunduh lebih dari 1 juta. Hingga Sabtu (18/12/2010) pagi, sudah ada 1.055.00 pengunjung yang sudah tercatat mengunduh dokumen dari laman yang kehadirannya dimaksudkan "sebagai jawaban atas kebuntuan informasi" tersebut.

AJI Kecam Upaya Pembungkaman Wikileaks

RABU, 15 DESEMBER 2010 | 12:25 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI), organisasi wartawan Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta, memberikan dukungan kepada situs pembocor rahasia Wikileaks untuk tetap eksis. AJI, dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu (14/12/2010), menyesalkan sikap beberapa negara yang mencoba "menutup" laman Wikileaks dan menangkap pengelolanya.

AJI: Adanya Indoleaks Layak Disyukuri, Bukan Ditakuti

MINGGU, 12 DESEMBER 2010 | 17:24 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Margiyono menilai positif adanya situs Indoleaks, yang disebut sebagai Wikileaks dari Indonesia tersebut. "Karena ini menjadi salah satu sarana untuk penyebaran informasi," kata Margiyono saat dimintai komentar soal adanya laman Indolekas, Ahad (12/12/2010).

Hari Kedua, Pengunduh Indoleaks Sudah 100.000

SABTU, 11 DESEMBER 2010 | 09:24 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Wikileaks versi Indonesia, Indoleaks, menarik cukup banyak pengguna internet untuk datang. Hingga Sabtu (11/12/2010) pagi, alias hari dua hari setelah kemunculannya, laman pembocor dokumen itu mencatat sudah ada 100.000 yang mengunduh dokumen di dalamnya.

Malam Ini, Indoleaks Janji Unggah Dokumen Kasus Munir

JUM'AT, 10 DESEMBER 2010 | 19:45 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Wikileaks versi Indonesia, Indoleaks, berjanji mengunggah laporan tim investigasi yang mengusut kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia, Munir, yang tewas diracun 7 September 2004. "Malam ini, sebelum jam 21.00 WIB, akan kami unggah Hasil Investigasi Tim Pencari Fakta Kasus Munir. Sebuah dokumen yang menunjukkan siapa di balik kasus ini," kata pengelola laman Indoleaks, Jumat (10/12/2010).

Dalam Setengah Hari, Pengunduh Indoleaks Sudah 15.000

JUM'AT, 10 DESEMBER 2010 | 13:53 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta -  Pengunduh dokumen dalam Indoleaks, yang dianggap sebagai Wikileaks versi Indonesia, menanjak secara cepat sejak awal kemunculannya. Hingga Jumat (10/12/2010) siang, lebih dari 15.000 pengunjung www.indoleaks.org yang mengunduh dokumen dari laman ini.

Indoleaks, Wikileaks dari Indonesia

JUM'AT, 10 DESEMBER 2010 | 13:19 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Jika di dunia internasional ada pembocor rahasia yang sudah sangat terkenal, Wikileaks, di Indonesia  kini ada Indoleaks. Tujuan dari adanya website ini, seperti tertulis dalam websitenya www.indoleaks.org, "sebagai jawaban atas kebuntuan informasi".

Satgas Akhirnya Dilibatkan Dalam Gelar Perkara Kasus Gayus

TEMPO Interaktif, Jakarta - Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum akhirnya dilibatkan dalam gelar perkara kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan. Acara itu akan dilakukan hari ini, Rabu 8 Desember 2010 pukul 14.00 siang ini di Markas Besar Polri.

Greenpeace Luncurkan Peta Rencana Pengembangan Hutan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Organisasi advokasi lingkungan Greenpeace hari ini meluncurkan peta Rencana Pengembangan Hutan Indonesia. Peta ini, berdasarkan data sektoral dan data dari pemerintah Indonesia, memperlihatkan jalur pengembangan perusakan hutan yang besar dan resiko emisi tinggi, yang sebelumnya sudah digaris bawahi Greenpeace dalam laporan yang berjudul “Protection Money”. 

ICW: Politisi Terganggu Sepak Terjang Satgas Anti Mafia

Image
RABU, 01 DESEMBER 2010 | 17:10 WIB Foto: Matanews.com TEMPO Interaktif, Jakarta -  Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai alasan untuk membubarkan Satuan Tugas Anti Mafia Hukum yang disampaikan sejumlah politisi, mengada-ada dan tak punya dasar kuat.  "Kami yakin ada kelompok politik dan bisnis yang terganggu dengan sepak terjang Satgas Antimafia Hukum," kata peneliti senior ICW Febri Diansyah saat dihubungi Tempo, Rabu (1/12/2010).

Heru: Pemicu Kontroversi karena Pernyataan Presiden Tak Dikutip Utuh

RABU, 01 DESEMBER 2010 | 09:56 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Staf Khusus Presiden bidang Informasi Heru Lelono mengatakan, kontroversi yang muncul belakangan ini karena pernyataan Presiden tentang monarki dikutip tidak utuh. Televisi hanya menyiarkan potongan kalimat presiden yang sebetulnya panjang lebar. "Kalau hanya "ditayangkan potongannya" tersebut, hampir pasti akan lahir berjuta tafsir," kata Heru saat dihubungi, Rabu (1/12/2010).