Skip to main content

Publikasi

Judul: Demokrasi dalam Tajuk
Penyunting : Rikard Bagun, Servas Pandur
Peliput/Periset : Save Dagun, Sihol F. Siagian, Yan Supriyatna, Willy Pramudya, Abdul Manan
Penerbit : Institut Ecata – INPI Pact
Tahun terbit : Oktober 1997






Judul: Hak Asasi dalam Tajuk
Penyunting : Rikard Bagun, Servas Pandur
Peliput/Periset : Save Dagun, Sihol F. Siagian, Yan Supriyatna, Willy Pramudya, Abdul Manan
Penerbit : Institut Ecata – INPI Pact
Tahun terbit : Oktober 1997






Judul : Geger Santet Banyuwangi
Penulis : Abdul Manan, Imam Sumaatmadja, Veven Sp Wardhana : Reportase : Abdul Manan, Imam Sumaatmadja
Penerbit : Institut Studi Arus Informasi, Jakarta
Tahun terbit : Januari, 2001







Judul: Panduan Bagi Jurnalis dalam Meliput Peristiwa Traumatis
Tim Penyusun : Abdul Manan, Miryam Nainggolan, Mugiyanto, M. Yudi Agusrin Syahrir, Nelden Djakababa, Rommy Imanuddin, Y.W. Nugroho
Penyunting : Mugiyanto, Nelden Djakababa
Penerbit : Yayasan Pulih, Jakarta
Tahun terbit : November, 2003






Judul: Jurnalis Meliput Pemilu
Penulis : Abdul Manan, Jajang Jamaluddin, Moch. Zainuri dan Wahyu Dhyatmika
Penerbit : AJI Jakarta bekerjasama Internews, CETRO dan USAID
Tahun terbit: November 2003









Judul: Jaring Represi terhadap Media: Rekaman Kasus Tempo Vs Tomy Winata
Editor : Misbahuddin Gasma dkk
Periset : Abdul Manan, Bayu Wicaksono, Jajang Jamaluddin, Misbahuddin Gasma, Tubagus Karbiyanto, Wahyu Dhyatmika
Penerbit : Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Jakarta
Tahun terbit : Juni, 2005





Judul: Pemetaan Kasus Pencemaran Nama Baik terhadap Media
Penulis: Abdul Manan, Eriyanto, Irma Hidayana
Tim Kolektor Data: Agustinus Raharjo, Asep Sabar, Febriyanti, Humaera, Margiyono, Parlindungan Sibuea
Penerbit : Aliansi Jurnalis Independen
Tahun terbit : Agustus, 2005







Judul: Laporan Tahunan AJI 2008 – Dijamin Tapi Tak Terlindungi
Penulis: Abdul Manan
Editor: Nezar Patria
Penerbit: Aliansi Jurnalis Independen
Tahun terbit: Agustus, 2008







Judul: Demi Keadilan: Catatan 15 Tahun Elsam Memperjuangkan HAM
Penulis: Abdul Manan
Periset Data: Adib Minanurrachim
Editor : Edisius Riyadi
Penerbit : Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), Jakarta
Tahun terbit : Agustus, 2008






Judul: Reformasi Sektor Keamanan - Panduan Untuk Jurnalis
Tim Penulis: Abdul Manan, Elly Burhaini Faizal, Hamdani, Jaleswari Pramodhawardani, Jojo Rahardjo, Mufti Makaarim
Editor: Nezar Patria
Jakarta: Institute for Defense, Security and Peace Studies (IDSPS), 2008








Judul: Meliput di Mahkamah Konstitusi - Panduan bagi Jurnalis
Penulis: Abdul Manan, Prasetyo Sudrajat, Wiwik Budi Wasito
Editor: Willy Pramudya
Penerbit: Mahkamah Konstitusi, Aliansi Jurnalis Independen dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia
Tahun terbit: November, 2008







Judul: Menguji Ide Revisi Undang Undang Pers - Hasil Kajian dan Usulan AJI tentang Undang-Undang Pers
Penyusun: AA Sudirman, Abdul Manan, Agus Sudibyo, dan Jajang Jamaludin
Penerbit: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, 2009









Judul : Laporan Tahunan AJI 2009 – Pers di Pusaran Krisis dan Ancaman (english version)
Penulis: Abdul Manan
Editor : Jajang Jamaludin
Penerbit : Aliansi Jurnalis Independen
Tahun terbit : Agustus, 2009







Judul : Laporan Tahunan AJI 2010 – Ancaman Itu Datang dari Dalam [English Version]
Penulis: Abdul Manan
Editor : Jajang Jamaludin
Penerbit : Aliansi Jurnalis Independen
Tahun terbit : Agustus, 2010








Judul: Media dan Reformasi Sektor Keamanan
Penerbit: Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (LESPERSSI), Institute for Defense, Security and Peace Studies (IDSPS), dan DCAF (Geneva Center for the Democratic Control of Armed Forces)
Tahun terbit: Jakarta, 2010








Jurnal: Indonesian Review: Reformasi Sektor Keamanan dan Media
Editor: Mufti Makaarim, Amdy Hamdani
Kontributor: Evan A. Laksmana, Fitri Bintang Timur, Koesnadi Kardi, Abdul Manan, Dimas P. Yuda
Penerbit: Institute for Defense Security and Peace Studies (IDSPS), bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia
dan didukung oleh Friedrich Ebert Stiftung (FES) Indonesia, Agustus 2010






Penulis: Abdul Manan dan Ah Maftuchan
Penerbit : Perkumpulan Prakarsa
Tahun terbit : Oktober, 2010









Penulis: Abdul Manan
Editor: Jajang Jamaluddin
Penerbit : AJI Indonesia
Tahun terbit : Juli, 2011





Penulis: Abdul Manan
Editor: Jajang Jamaluddin
Penerbit : AJI Indonesia
Tahun terbit : Oktober, 2011






Penulis: Abdul Manan, Sunudyantoro
Periset: Bambang Wiyono, Rofiqi Hasan, Dewi Umaryati, Miftakul Huda
Editor: Wahyu Dhyatmika
Cover design and layout: J!DSGAbdul Manan
Penerbit : AJI Indonesia
Tahun terbit : 2012




Peneliti: Abdul Manan, Eva Danayanti
Penerbit: AJI Indonesia, CIPG, HIVOS, dan Ford Foundation
Tahun terbit : 2012






Penulis: Abdul Manan
Penerbit: AJI Jakarta
Tahun terbit : 2013








Tim Penyusun: Abdul Manan, Edy Can, Dian Yuliastuti, Musdalifah Fakhri
Penerbit: AJI Jakarta
Tahun terbit : Maret 2014








Judul: Semangat Sirnagalih: Sejarah 20 Tahun AJI
Penulis: Abdul Manan, Arfi Bambani Amri, Wenri Wanhar, Wenseslaus Manggut, Jojo Raharjo 
Penerbit: AJI Indonesia
Tahun terbit : Agustus 2014








Penulis: Abdul Manan
Editor: Suwarjono
Penerbit : AJI Indonesia
Tahun terbit : September 2015

Popular posts from this blog

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf.

HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut.

Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udara…

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya. Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. "Biarkan dia memerintah dengan tenang," kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.

Yang "Kurang Pas" di Surabaya Post

Surabaya Post berhenti terbit akibat sengketa perburuhan. Toety Azis mengadukan lima karyawannya ke polisi, tetapi ada prospek damai.

BAGI masyarakat Surabaya, membaca Surabaya Post mungkin seperti kebiasaan minum kopi. Terasa ada yang "kurang pas" ketika koran sore satu-satunya di Surabaya itu tidak terbit lagi, sesudah "panutan" di edisi terakhir, 14 Maret. Masih banyak konsumen menanyakan, kapan koran kesayangannya terbit lagi atau kenapa tidak terbit.

"Saya tidak tahu masalahnya. Tapi banyak pembeli yang menanyakan," kata Suhadak, pengecer koran di Jalan Dharmahusada. Suhadak biasanya menjual Surabaya Post 20 eksemplar per, hari. Dengan harga agen Rp 750, ia menjual seharga Rp 1.000. Artinya, ia untung Rp 5.000 hanya dari penjualan Surabaya Post. Sejak koran itu berhenti terbit, penjualan Jawa Pos di kiosnya meningkat, dari 50 menjadi 60 eksemplar per hari.

Mohammad Arif, pedagang Koran eceran di Jalan Karang Menjangan; menyatakan, kini tujuh pelanggan S…