Skip to main content

Penulis


Saya lahir di Mayangan, sebuah kelurahan di Kota Probolinggo, Jawa Timur, 5 Juli 1974 lalu. Setelah menempuh sekolah dasar di SDN Mayangan V, Probolinggo, saya tak pernah lagi tinggal lama di kota tempat saya berasal. Lulus SD, saya ke Pesantren Nurul Jadid, di Paiton, Kabupaten Probolinggo, sekitar setengah jam perjalanan naik bus dari Kota Probolinggo. Saya enam tahun di pesantren, menamatkan SMP dan SMA. Setelah itu kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikosa)-AWS Surabaya dan mengawali karir sebagai wartawan saat masih semester 6. Adanya tawaran dari seorang kolega di Denpasar membuat saya 'hijrah' dari Surabaya ke Denpasar, tahun 1999, sebelum akhirnya ke Jakarta tahun 2001. Kini saya tinggal di Cibubur, Kota Bekasi, bersama istri Lensi Mursida dan dua putri kembar: Annara Jingga dan Zara Aisyah. Kontak email: abdulmanan.am@gmail.com

Pendidikan
S1, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS)

Pelatihan & Fellowship
Kassel Summer School: Shaping World Economy, 21-25 Juni 2010, diselenggarakan oleh Friedrich-Ebert-Stiftung dan University of Kassel, di Hofgeismar/Kassel, Jerman
International Visitor Leadership Program (IVLP), Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, dengan tema Accountability in Government, 26 Januari - 14 Februari 2015, di Washington DC.-Kansas City, Kansas-Sacramento, California,-Dallas, Texas

Pengalaman Kerja
2001 - sekarang : Editor Koran Tempo, Jakarta
1999 - 2001 : Redaktur Harian Nusa Tenggara, Denpasar, Bali
1996 - 1999 : Koresponden Majalah D&R Jakarta di Surabaya

Pengalaman Organisasi
2017 - Skrg : Ketua Umum AJI Indonesia
2014 - 2017 : Ketua Bidang Pendidikan AJI Indonesia
2013 - Skrg : Wakil Ketua Dewan Karyawan Tempo
2013 - 2016 : Ketua Umum FSPM Independen
2011 - 2014 : Koordinator Majelis Etik AJI Indonesia
2009 - 2013 : Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen
2008 - 2013 : Ketua Dewan Karyawan Tempo
2008 - 2011 : Anggota Majelis Etik AJI Jakarta
2008 - 2011 : Badan Pemeriksa Keuangan AJI Indonesia
2005 - 2008 : Sekretaris Jenderal AJI Indonesia
2004 - 2005 : Pengurus Divisi Organisasi AJI Indonesia
2003 - 2004 : Koordinator Divisi Dana dan Usaha AJI Indonesia
2002 - 2003 : Pengurus AJI Jakarta
1998 - 1999 : Sekretaris Aliansi Jurnalis Iindependen (AJI) Surabaya
1997 - 1998 : Bendahara Surabaya Press Club (SPC), Surabaya

Buku dan Laporan

Penghargaan
  • Pemenang penghargaan UNESCO dan Dewan Pers 2009 untuk karya jurnalistik terbaik terkait isu kebebasan pers dalam kategori perlindungan kebebasan pers
  • Penerima penghargaan Sarasvati Award 2010 dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI)

Popular posts from this blog

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf.

HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut.

Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udara…

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya. Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. "Biarkan dia memerintah dengan tenang," kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.

Yang "Kurang Pas" di Surabaya Post

Surabaya Post berhenti terbit akibat sengketa perburuhan. Toety Azis mengadukan lima karyawannya ke polisi, tetapi ada prospek damai.

BAGI masyarakat Surabaya, membaca Surabaya Post mungkin seperti kebiasaan minum kopi. Terasa ada yang "kurang pas" ketika koran sore satu-satunya di Surabaya itu tidak terbit lagi, sesudah "panutan" di edisi terakhir, 14 Maret. Masih banyak konsumen menanyakan, kapan koran kesayangannya terbit lagi atau kenapa tidak terbit.

"Saya tidak tahu masalahnya. Tapi banyak pembeli yang menanyakan," kata Suhadak, pengecer koran di Jalan Dharmahusada. Suhadak biasanya menjual Surabaya Post 20 eksemplar per, hari. Dengan harga agen Rp 750, ia menjual seharga Rp 1.000. Artinya, ia untung Rp 5.000 hanya dari penjualan Surabaya Post. Sejak koran itu berhenti terbit, penjualan Jawa Pos di kiosnya meningkat, dari 50 menjadi 60 eksemplar per hari.

Mohammad Arif, pedagang Koran eceran di Jalan Karang Menjangan; menyatakan, kini tujuh pelanggan S…