Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2004

Solidaritas untuk Ambon Gelar Aksi Damai

Jum'at, 30 April 2004 | 22:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 300 massa yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat untuk Ambon menggelar aksi damai di bundaran Hotel Indonesia, Jumat (30/4). Massa dari berbagai kalangan itu menyampaikan keprihatinan atas konflik yang kembali pecah di Ambon serta menyesalkan sikap aparat keamanan yang tak bisa mencegahnya.

Massa membawa lilin dan karangan bunga. Setelah melakukan orasi sejenak, mereka mengelilingi bundaran HI. Setelah itu, massa berdiri mengelilingi lilin sambil menyanyikan lagu lagu "Ibu Pertiwi" dan menyampaikan uneg-unegnya atas tragedi yang menimpa saudara-saudaranya sebangsa di Ambon.

Dalam pernyataan sikapnya, Solidaritas Masyarakat menyampaikan duka sedalam-dalamnya atas kerusuhan yang pecah 25 April lalu. Akibat kerusuhan itu, puluhan orang meninggal, ratusan luka-luka dan puluhan rumah serta bangunan hangus terbakar.

Selain itu, mereka menyampaikan keprihatinan dan kekecewaan atas kegagalan aparat pemerintah …

AJI dan MMC Minta Jurnalis Ikut Redakan Konflik di Ambon

TEMPO Interaktif, 28 April 2004

Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Maluku Media Center (MMC) menyerukan agar jurnalis dan media ikut meredakan konflik melalui pemberitaannnya. Oleh karena itu, jurnalis dan media diminta untuk tidak mengeksploitasi kasus Maluku sebagai komoditas pemberitaan.

Pernyataan ini disampaikan dalam siaran pers yang diterima Tempo News Room, 28 April 2004. Pernyataan ditandatangani oleh Ketua AJI Indonesia Eddy Suprapto dan Pjs. Program Officer MMC, Lely Imoliana Regina.

AJI menyatakan prihatin atas kerusuhan yang kembali terjadi di Maluku, Minggu (25/4), yang hingga kini belum mereda. Insiden itu merusak rasa aman dan kedamaian yang telah dinikmati masyarakat Maluku belakangan ini. Kerusuhan ini, selain membuat beberapa harta masyarakat melayang, juga mengakibatkan puluhan orang meninggal.

Dalam siaran pers itu, AJI dan MMC meminta agar pemerintah dan aparat keamanan untuk segera menangani kerusuhan dan mengembalikan keamanan dan ketertiban. termasuk m…

IFJ: Jangan Lupakan Nasib Fery Santoro

Tempo Interaktif, 20 April 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden International Federation of Journalists (IFJ) atau Federasi Jurnalis Sedunia, Christopher Warren, dalam press release yang diterima Tempo News Room hari ini (20/4), menyerukan kepada komunitas internasional untuk tidak melupakan Fery Santoro. Juru kamera RCTI ini disandera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) selama hampir 10 bulan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Juru Kamera Fery Santoro dan jurnalis senior Ersa Siregar diculik oleh GAM ketika melakukan peliputan di Langsa, Aceh Timur, 29 Juni 2003 lalu. Ersa ditemukan meninggal 29 Desember 2003 dan Fery tetap disandera GAM hingga hari ini.

IFJ telah beberapa kali melakukan usaha untuk pembebasan Ersa dan Fery. Pada 19 Agustus 2003 lalu, pemimpin GAM di pengasingan bahkan membuat kesepakatan soal pelepasan Ersa dan Fery di hadapan Sekretaris Jenderal IFJ, Aidan White. Namun, Ersa akhirnya tewas tertembak dan Fery belum juga dilepaskan. "Para pejuang GAM dan militer Indo…

Jusuf Kalla Akan Temui Megawati Sore Ini

19 April 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla akan menemui Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Senin (19/4). Kalla kemungkinan akan menyampaikan pengunduran dirinya sebagai menteri Kabinet Gotong Royong.

Sebelumnya, Kalla juga menyatakan mundur dari keikutsertaannya dalam Konvensi Calon Presiden Partai Golkar, Minggu (19/4). Kalla memilih untuk menerima tawaran mantan Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai wakil presiden.

Abdul Manan - Tempo News Room

PMII Usul Sholahuddin Wahid Sebagai Capres Alternatif

16 April 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendesak agar Partai Kebangkitan Bangsa dan Nahdlatul Ulama segera menyatukan sikap resmi mengenai pencalonan presiden. Organisasi yang dilahirkan Nahdlatul Ulama ini berharap agar PKB mendukung munculnya capres dari kalangan nahdliyin.

PMII menyayangkan munculnya wacana yang berkembang di masyarakat bahwa PKB akan mengusung capres dari kalangan non-NU jika K.H. Abdurrahman Wahid batal menjadi capres karena terganjal persyaratan kesehatan. "PKB adalah alat politik warga NU yang paling kuat dan kalangan nahdliyyin sendiri memiliki kader-kader pemimpin yang kapabel dan mumpuni," kata A. Malik Haramain, Ketua Umum Pengurus Besar PMII di Jakarta, dalam siaran pers yang diterima Tempo News Room, Jum?at (15/4).

PMII mengusulkan tiga nama sebagai calon presiden, yaitu Solahudin Wahid, Hasyim Muzadi, dan Alwi Shihab, sebagai alternatif Gus Dur. "Leadership dan kecakapan tiga orang tersebut dapat d…