Posts

Showing posts from May, 2017

Sinyal Dini Banding Basuki

I Wayan Sudirta sedang berbincang dengan sejumlah wartawan ketika Veronica Tan, istri Basuki Tjahaja Purnama, tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin sore pekan lalu. Tiga puluh menit sebelumnya, Sudirta baru kelar menyerahkan berkas memori banding setebal 196 halaman atas nama Basuki ke panitera pengadilan itu.

Ocehan Mesum Kepala Sekolah

Dukungan yang terus mengalir dari berbagai kalangan sedikit menguatkan Baiq Nuril Nukmam menjalani masa sulit di ruang tahanan Lembaga Pemasyarakatan Mataram. Tapi itu tak cukup membuat dia tabah untuk menjawab pertanyaan putra bungsunya, yang selalu datang dalam sidang.

Rontok Kuasa Penggugat Reklamasi

Tri Sutrisno merasa gerak-geriknya diawasi sejak menjadi penggugat proyek reklamasi Pulau G, Teluk Jakarta. Belakangan, istrinya pun kerap menerima pesan pendek bernada ancaman dari orang tak dikenal. Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, ini mengaku tertekan sehingga mencabut surat kuasa bagi Tim Advokasi Selamatkan Teluk Jakarta.

Tukar Kulit Pasal Karet

Tuntutan itu terus bergema dalam "Aksi Solidaritas 1.000 Lilin" di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu malam pekan lalu. Pengunjuk rasa meminta Pengadilan Tinggi DKI Jakarta segera membebaskan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Aksi itu merupakan ungkapan solidaritas untuk Ahok, yang sehari sebelumnya divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Vonis Kejutan untuk Basuki

Kejadiannya berlangsung cepat, di luar perkiraan Basuki Tjahaja Purnama serta tim pengacaranya. Sesaat setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Basuki bersalah, Selasa pekan lalu, jaksa mengajak Basuki ke luar ruang sidang. "Ayo, kita ngobrol di belakang," kata seorang jaksa. Bukannya dibawa ke ruangan lain, Basuki ternyata digiring masuk ke mobil Barracuda yang menunggu di tempat parkir. Putusan hakim memang memerintahkan Basuki langsung ditahan.

Tiupan Peluit Pengawas Radiasi

SETELAH mempertimbangkan segala risiko, Togap Marpaung akhirnya maju ke pengadilan. Ia menggugat hukuman disiplin yang dijatuhkan atasannya di Badan Pengendalian Tenaga Nuklir Nasional (Bapeten). "Saya sadar risikonya. Termasuk dikucilkan. Itu sudah saya alami," kata Togap seusai sidang gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, Kamis pekan lalu. "Itu risiko perjuangan."