Skip to main content

Greenpeace Luncurkan Peta Rencana Pengembangan Hutan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Organisasi advokasi lingkungan Greenpeace hari ini meluncurkan peta Rencana Pengembangan Hutan Indonesia. Peta ini, berdasarkan data sektoral dan data dari pemerintah Indonesia, memperlihatkan jalur pengembangan perusakan hutan yang besar dan resiko emisi tinggi, yang sebelumnya sudah digaris bawahi Greenpeace dalam laporan yang berjudul “Protection Money”. 

“Peta ini menyediakan informasi kepada siapa saja, di mana saja, untuk melihat sendiri apa yang mungkin terjadi pada hutan dan lahan gambut Indonesia jika kita tidak melindunginya dari perusakan,” ujar Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara Yuyun Indradi dalam siaran persnya, hari ini (7/12/2010). 

Menurut Greenpeace, rencana pengembangan yang lahir atas dasar desakan dari industri kelapa sawit dan kertas ini, jika dibiarkan, akan membuat sia-sia komitmen Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan. Peta berisi rencana ekspansi itu bertujuan untuk meningkatkan hingga tiga kali produksi pulp and paper pada 2025 dan menggandakan produksi minyak kelapa sawit pada 2020, dengan target tambahan bagi pertanian dan produksi biofuel.

Peta rencana itu bisa dilihat di http://image.greenpeace.or.id/Indonesia-Map/index.html. Laporan berjudul “Protection Money” yang dibuat Greenpeace memperlihatkan bagaimana Indonesia sebenarnya bisa memenuhi tujuan pembangunan ekonomi dan industri tanpa harus menghancurkan sumber-sumber daya alamnya yang masih tersisa.

Hutan Indonesia adalah inti dari poin keputusan penting bagi para negosiator di pertemuan iklim yang saat ini sedang berlangsung di Cancun, Meksiko. “Jalan untuk menyelamatkan hutan tropis ini adalah dengan sebuah kesepakatan iklim kuat yang memastikan mekanisme perlindungan hutan efektif, tidak hanya dengan ofset yang akan membiarkan negara-negara penghasil polusi untuk melakukan bisnis seperti biasa,” kata Yuyun.
Keputusan untuk meluncurkan peta ini diambil setelah Direktur Eksekutif Greenpeace International, Kumi Naidoo, bertemu Kepala Satuan Tugas REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries) Indonesia, Kuntoro Mangkusubroto. “Greenpeace sangat berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia menuju arah pembangunan rendah karbon, dengan melindungi hutan alam,” ujar Naidoo. 

Abdul Manan


SELASA, 07 DESEMBER 2010 | 10:30 WIB

Comments

Popular posts from this blog

Melacak Akar Terorisme di Indonesia

Judul: The Roots of Terrorism in Indonesia: From Darul Islam to Jemaah Islamiyah Penulis: Solahudin Penerbit: University of New South Wales, Australia Cetakan: Juli 2013 Halaman: 236

Kronologis Penyerbuan Tomy Winata ke TEMPO

Oleh: Ahmad Taufik, Wartawan Majalah TEMPO Prolog Peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu, 8 Maret 2003, telah menodai kemanusiaan dan kehidupan yang beradab di negeri ini. Sekelompok orang dengan uang yang dimilikinya mengerahkan massa, menteror dan berbuat sewenang-wenang. Aparat keamanan (polisi) juga tidak berdaya, dan dipermalukan di depan masyarakat (minimal saksi mata dan saksi korban). Apa yang akan saya ceritakan disini adalah kronologi penyerbuan yang tak beradab dan penyelesaian akhir yang terputus. Saya sebagai saksi mata, saksi pelaku sekaligus saksi korban (yang mendengar, melihat dan merasakan kejadian). Saya akan klasifikasikan secara terbuka dalam laporan ini: apa itu informasi, yang saya lihat, saya dengar, saya rasakan, analisa atau kesimpulan. Soal kata akhir terserah masing-masing pihak yang tersangkut disini, karena saya tidak bisa terima dan sekaligus tertekan secara psikis. Inilah laporan lengkapnya: Rabu, 5 Maret 2003 Saya ditelepon oleh Desmon J.Mahesa, kuasa h