Posts

Showing posts from December, 2007

Tak Tergantung Penanda Alam

Indonesia dan Malaysia akan membahas perbatasan darat yang dipersengketakan. Ratusan patok hilang atau bergeser. TAK banyak debat dalam tiga jam pertemuan delegasi Indonesia dan Malaysia di Hotel Nikko, Kuala Lumpur, Malaysia. Tapi, pertemuan General Border Committee Indonesia-Malaysia itu menghasilkan sejumlah keputusan penting. ”Akan ada dua pos baru bersama pada 2008,” kata juru bicara Departemen Pertahanan, Brigjen Edi Butar-Butar, yang ikut dalam pertemuan. Delegasi dipimpin Menteri Pertahanan kedua negara, Juwono Sudarsono dan Najib Tun Razak. Pertemuan berlangsung singkat karena sebelumnya didahului pertemuan tim teknis. Meski temanya keamanan perbatasan, pertemuan tak membahas soal perbatasan darat yang belum diselesaikan kedua negara. ”Itu dibahas dalam pertemuan lain,” kata Edi. General Border Committee merupakan forum reguler kedua negara untuk isu keamanan perbatasan secara umum. Sedangkan perbatasan darat dibahas dalam forum yang berbeda. Tahun ini, soal batas darat dibah

Bukan Republik Bulukumba

Pemerintah daerah menolak keras rencana pemberlakuan hukum potong tangan. Dipicu kekecewaan terhadap penegak hukum. MUSYAWARAH pimpinan daerah di kantor Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu pekan lalu itu terkesan serius. Pejabat dari kepala desa sampai bupati hadir serentak. Isu yang dibahas juga lumayan berat: rencana pemberlakuan hukum potong tangan bagi pencuri di Kecamatan Gantarang. ”Tak boleh ada aturan yang bertentangan dengan hukum positif kita,” kata Wakil Bupati Bulukumba, Padasi, Kamis pekan lalu. Isu hangat yang memicu kontroversi ini bermula dari pertemuan wakil 20 kepala desa di Masjid At-Taqwa, Desa Padang, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, 18 November lalu. Seraya duduk bersila, mereka membahas situasi keamanan yang dinilai memburuk. ”Hampir tiap malam ada warga yang kecurian,” kata Andi Rukman Jabbar, Kepala Desa Padang. Dalam dua bulan terakhir, kasus pencurian di 12 desa meningkat drastis. Warga Gantarang pun resah. Polisi dianggap tak bekerja maksi