Posts

Showing posts from April, 2018

Nahas Ahli Drone Hamas di Setapak

MASYARAKAT daerah Setapak, Kuala Lumpur, Malaysia, mengenal Fadi al-Batsh sebagai Ustad Fadi. Pria 35 tahun yang tinggal di kondominium Idaman Puteri itu pengajar di University of Kuala Lumpur bidang tenaga listrik. Ia juga imam salat lima waktu tiap Sabtu dan Minggu di Surau Medan Idaman, sekitar 300 meter dari tempat tinggalnya. 

Pasal Spionase untuk Sang Dokter

VONIS mati terhadap ilmuwan asal Iran yang tinggal di Swedia, Ahmadreza Jalali, memicu solidaritas internasional. Sebanyak 75 penerima Hadiah Nobel mengirimkan surat pernyataan melalui Duta Besar Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Gholamali Khoshroo. Surat dikirimkan pada 17 November 2017, tapi tak kunjung berbalas. "Saya tak mendengar respons apa pun dari Iran," kata Richard J. Roberts, penerima Nobel Psikologi dan Kedokteran 1993, salah satu ilmuwan yang namanya masuk daftar pengirim surat itu, kepada Tempo, Rabu pekan lalu. 

Pembelot dari Kota Hamhung

JIKA tak ada aral, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan bertemu dengan Presiden Korea Utara Kim Jong-un pada 27 April. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Jong-un pada akhir April atau awal Mei. Agendanya membahas perlucutan nuklir dan perdamaian di Semenanjung Korea.

Kisah Tak Terlupakan di SD Bukchon

GURATAN ketuaan terlihat jelas di wajah Ko Wan-soon. Warga Bukchon-ri, Provinsi Jeju, Korea Selatan, ini sudah berusia 80 tahun, tapi masih mengingat cukup baik peristiwa pemberontakan dan 3 April 1948 yang kemudian berujung pada pembantaian yang menewaskan sekitar 30 ribu orang di Jeju.

Sisi Gelap Wajah Jeju

JEJU dijuluki sebagai Hawaii-nya Korea Selatan. Kepulauan seluas 1.849 kilometer persegi ini menjadi tempat wisata favorit dengan 8,7 juta pengunjung per tahun. Namun, di balik keindahannya, Jeju menyimpan sisi kelam akibat peristiwa "Pemberontakan dan Pembantaian 3 April 1948" yang masih menjadi luka terbuka bagi penduduk setempat dan pekerjaan rumah bagi pemerintah Korea Selatan. 

Vonis Mati Godfather Kota Tambang

ZHANG Zhongsheng, mantan Wakil Wali Kota Lyuliang dan dijuluki "Godfather" di wilayahnya, menjadi pejabat pemerintah pertama yang dihukum mati karena kasus korupsi di bawah pemerintahan Presiden Cina Xi Jinping. Media Inggris, The Times, menyebut pemberian hukuman paling keras ini sebagai sinyal dari Beijing bahwa tak ada batas hukuman bagi pejabat korup.