Skip to main content

Dalam Setengah Hari, Pengunduh Indoleaks Sudah 15.000

JUM'AT, 10 DESEMBER 2010 | 13:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -  Pengunduh dokumen dalam Indoleaks, yang dianggap sebagai Wikileaks versi Indonesia, menanjak secara cepat sejak awal kemunculannya. Hingga Jumat (10/12/2010) siang, lebih dari 15.000 pengunjung www.indoleaks.org yang mengunduh dokumen dari laman ini.

Indoleaks menyebut alasan kehadirannya "sebagai jawaban atas kebuntuan informasi". Pengelola laman ini mulai memposting dokumen pertamanya pada hari ini, bersamaan dengan hari Hak Asasi Manusia internasional 10 Desember.

Posting pertama yang sudah tersedia di laman ini adalah soal dokumen terkait lumpur Lapindo, Sidoarjo. "Dokumen ini akan membuktikan banyak kebohongan penguasa, peradilan dan aparat penegak hukum mengenai Lumpur Lapindo," kata pengelola laman.

Selain itu, Indoleaks juga membuka dokumen perjanjian rahasia antara pemerintah RI dengan Microsoft, yang isinya antara lain menyebutkan Pemerintah RI akan membeli 35.496 salinan Microsoft Windows dan 177.480 salinan Microsoft Office.

Dokumen lain yang sudah diunggah hingga siang ini adalah dokumen transkrip pembicaraan antara Soeharto dan Richard Nixon serta Henry Kissinger di tahun 1970. Yang salah satunya berisi "laporan" hasil operasi penumpasan anggota dan simpatisan partai komunis di Indonesia.

Indolekas juga berjanji akan membuka sejumlah dokumen lain, di antaranya skandal Century dan hasil visum korban Gerakan 30 September 1965. 

Abdul Manan

Berita terkait:

Comments

Popular posts from this blog

Melacak Akar Terorisme di Indonesia

Judul: The Roots of Terrorism in Indonesia: From Darul Islam to Jemaah Islamiyah Penulis: Solahudin Penerbit: University of New South Wales, Australia Cetakan: Juli 2013 Halaman: 236

Kronologis Penyerbuan Tomy Winata ke TEMPO

Oleh: Ahmad Taufik, Wartawan Majalah TEMPO Prolog Peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu, 8 Maret 2003, telah menodai kemanusiaan dan kehidupan yang beradab di negeri ini. Sekelompok orang dengan uang yang dimilikinya mengerahkan massa, menteror dan berbuat sewenang-wenang. Aparat keamanan (polisi) juga tidak berdaya, dan dipermalukan di depan masyarakat (minimal saksi mata dan saksi korban). Apa yang akan saya ceritakan disini adalah kronologi penyerbuan yang tak beradab dan penyelesaian akhir yang terputus. Saya sebagai saksi mata, saksi pelaku sekaligus saksi korban (yang mendengar, melihat dan merasakan kejadian). Saya akan klasifikasikan secara terbuka dalam laporan ini: apa itu informasi, yang saya lihat, saya dengar, saya rasakan, analisa atau kesimpulan. Soal kata akhir terserah masing-masing pihak yang tersangkut disini, karena saya tidak bisa terima dan sekaligus tertekan secara psikis. Inilah laporan lengkapnya: Rabu, 5 Maret 2003 Saya ditelepon oleh Desmon J.Mahesa, kuasa h