Skip to main content

File

Tahun 2015
Perlawanan Terakhir BoryaMajalah  Tempo, 15 Maret 2015Peringatan 'Perlombaan Nuklir' Pangeran TurkiKoran Tempo, 20 Maret 2015
Nurul Izzah, 'Ratu Reformasi' Malaysia
Koran Tempo, 18 Maret 2015Pesimisme atas Nasib Solusi Dua NegaraKoran Tempo, 17 Maret 2015
Jake, 'Jihadi' Remaja dari Australia
Koran Tempo, 13 Januari 2015
Fokus Baru Intel Amerika
Koran Tempo, 10 Maret 2015Menggeliatnya Bujet Militer Tiga Negara AsiaKoran Tempo, 9 Maret 2015
Tahun 2014
Organisasi Jurnalis Berkampanye 'Stop Impunitas'
Koran  Tempo, 6 November 2014
Kesepakatan Kerahasiaan yang Mengancam PanettaKoran  Tempo, 28 Oktober 2014
Jerat Baru untuk Carlos the JackalKoran  Tempo, 21 Oktober 2014
Faktor Cina dalam Poros Asia ObamaKoran Tempo, 22 April 2014
Belanja Milliter Global Turun, Asia NaikKoran Tempo, 21 April 2014
Tersengat Memo Rahasia Panetta, Majalah Tempo, 20 April 2014
Kapten Kapal Jadi Sorotan PenyelidikanKoran Tempo, 19 April 2014
Abutalebi Tersandera Krisis 1979, Koran Tempo, 12 April 2014
Iran dan Enam Negara Bahas Kesepakatan Final, Koran Tempo, 9 April 2014
Chong Chong Gang Affair, Koran Tempo, 24 Maret 2014
Tarian Tango Bibi, Majalah Tempo, 23 Maret 2014
Sinyal Perlombaan Senjata di AsiaKoran Tempo, 19 Maret 2014
Ukraina Akan Bawa Masalah Crimea ke PBBKoran Tempo, 14 Maret 2014
Kerry Plan soal Israel-PalestinaKoran Tempo, 6 Februari 2014
Mission impossible John KerryKoran Tempo, 15 Januari 2014
Dilema AS di FallujahKoran Tempo, 10 Januari 2014
Hujan Gugatan ke NSAKoran Tempo, 6 Januari 2014

Tahun 2013
Melacak Akar Terorisme
Koran Tempo, 22 Desember 2013
Sengketa Greater Sunrise Hingga ke Denhaag, Majalah Tempo, 22 Desember 2013
Kontroversi Amnesti untuk SnowdenKoran Tempo, 18 Desember 2013
Tewasnya Mr Q HizbullahKoran Tempo, 14 Desember 2013
Arus Balik ke GuardianKoran Tempo, 10 Desember 2013
Efek Drone Pakistan, Koran Tempo, 5 Desember 2013
Dokumen yang Memanaskan Jakarta, Majalah Tempo, 1 Desember 2013
Drama Baru Berlusconi, Koran Tempo, 29 November 2013
Diplomasi Lady QuiKoran Tempo, 27 November 2013
Jenderal Musharaf, Nasibmu Kini, Koran Tempo, 20 November 2013
Faktor Albania dalam Senjata Kimia SuriahKoran Tempo, 19 November 2013
Sinyal Perpecahan Kongsi LamaKoran Tempo, 15 November 2013
India dan Perlombaan di Ruang AngkasaKoran Tempo, 7 November 2013
Taliban Pakistan Siapkan Aksi Balas DendamKoran Tempo, 5 November 2013
Spionase, Krikil Baru Hubungan Jakarta-CanberraKoran Tempo, 4 November 2013
Harga Skandal Lady, Majalah Tempo, 11 Agustus 2013
Jalan Jihad Jabhat NusraMajalah Tempo, 28 April 2013
Fokus Baru Intel AmerikaMajalah Tempo, 16 Juni 2013

Comments

Popular posts from this blog

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf.

HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut.

Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udara…

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya. Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. "Biarkan dia memerintah dengan tenang," kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.

Yang "Kurang Pas" di Surabaya Post

Surabaya Post berhenti terbit akibat sengketa perburuhan. Toety Azis mengadukan lima karyawannya ke polisi, tetapi ada prospek damai.

BAGI masyarakat Surabaya, membaca Surabaya Post mungkin seperti kebiasaan minum kopi. Terasa ada yang "kurang pas" ketika koran sore satu-satunya di Surabaya itu tidak terbit lagi, sesudah "panutan" di edisi terakhir, 14 Maret. Masih banyak konsumen menanyakan, kapan koran kesayangannya terbit lagi atau kenapa tidak terbit.

"Saya tidak tahu masalahnya. Tapi banyak pembeli yang menanyakan," kata Suhadak, pengecer koran di Jalan Dharmahusada. Suhadak biasanya menjual Surabaya Post 20 eksemplar per, hari. Dengan harga agen Rp 750, ia menjual seharga Rp 1.000. Artinya, ia untung Rp 5.000 hanya dari penjualan Surabaya Post. Sejak koran itu berhenti terbit, penjualan Jawa Pos di kiosnya meningkat, dari 50 menjadi 60 eksemplar per hari.

Mohammad Arif, pedagang Koran eceran di Jalan Karang Menjangan; menyatakan, kini tujuh pelanggan S…