Skip to main content

Wan Azizah: Kami Perlu Segera Memulihkan Kepercayaan Publik

RAKYAT Malaysia dalam pemilihan umum Rabu pekan lalu memberi dukungan besar kepada koalisi Pakatan Harapan untuk memimpin pemerintahan. Perolehan kursi koalisi Partai Pribumi Bersatu, Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokratik (DAP), dan Partai Amanah ini melebihi Barisan Nasional, koalisi partai yang tak pernah kalah dalam 62 tahun ini. "Alhamdulillah apa yang telah kami usahakan selama 20 tahun ini berhasil," kata Ketua PKR Wan Azizah Wan Ismail.

Perempuan kelahiran 3 Desember 1952 itu adalah istri tokoh oposisi Anwar Ibrahim. Dia kini dipilih oleh Pakatan Harapan sebagai wakil perdana menteri untuk mendampingi Mahathir Mohamad, yang telah dilantik sebagai perdana menteri baru negeri itu.
Berikut ini petikan wawancara Abdul Manan dari Tempo dengan Wan Azizah dalam dua kesempatan di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis dan Jumat dua pekan lalu.

Apa langkah Pakatan Harapan setelah memenangi pemilihan umum?Alhamdulillah kami sudah sampai pada satu tujuan, yaitu memenangi parlemen. Prosedur berikutnya adalah pengajuan perdana menteri. Kami sudah menyerahkan nama kepada Raja Malaysia (Pakatan Harapan mengajukan surat resmi mengajukan Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri pada Kamis siang dan diikuti pelantikannya pada malam harinya).

Apakah Pakatan Harapan sudah bisa memprediksi kemenangan ini?
Tidak. Kami memang baru berada pada sikap optimistis. Alhamdulillah apa yang telah kami usahakan selama 20 tahun ini berhasil. Saya sangat bersyukur kami bisa membentuk pemerintahan yang akan segera mengatasi sejumlah masalah. Kami merasakan kesusahan yang dialami rakyat.

Apa penyebab utama kemenangan Pakatan Harapan?Beban hidup masyarakat memang berat. Keadaan saat ini sangat menyusahkan rakyat, terutama setelah adanya pajak barang dan jasa (GST-pajak sebesar 6 persen yang diberlakukan sejak 2015). Ada beberapa penyebab lainnya, tapi GST itu yang utama.

Apa yang akan dilakukan pemerintah baru untuk menjawab masalah ini? Kami sudah punya rencana. Penting bagi kami untuk meningkatkan perhatian dalam memulihkan kepercayaan publik dan pasar. Kami menilai, kalau Malaysia dikenal di luar dengan pemerintahan seperti saat ini, tidak akan ada kepercayaan terhadap kami. Setelah pemilihan umum ini, kurs ringgit sudah naik. Memang masih sedikit. Dan kami juga menyadari kenyataan bahwa kami memiliki utang negara yang membengkak.

Soal kesulitan hidup ini, apa langkah segera yang akan dilakukan?Kami berjanji dalam 100 hari ini akan membatalkan GST, bagaimana menghentikan kebocoran anggaran, dan rakyat bisa mendapatkan manfaat tanpa terkena dampak negatif karena ada utang yang harus dibayar.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa pencabutan GST akan mempengaruhi kemampuan pemerintah menangani defisit anggaran.GST akan dicabut. Sebab, itu ada dalam prioritas dalam 100 hari ini.
[***]

Soal pembebasan Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Raja Malaysia pada Kamis malam pekan lalu memberi isyarat akan memberi pengampunan penuh terhadap Anwar....
Raja berbicara soal itu kepada kami secara pribadi, soal pengampunan, dan politik lainnya. Itu sangat menyentuh hati saya. Saya sangat optimistis ini akan segera terjadi. Kalau tak ada perubahan pun, dia akan bebas pada Juni (Anwar ditahan sejak Oktober 2015. Dia sedianya sudah bisa bebas Juni mendatang karena berkelakuan baik).

Apakah sudah memberi tahu Anwar soal rencana Pakatan untuk permintaan pengampunan ini?Dia belum tahu. Selama masa kampanye, saya belum punya waktu untuk menjenguk ke penjara.

Artikel terkait: Kembalinya Dr. M

Majalah Tempo, 14 Mei 2018

Comments

Popular posts from this blog

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf.

HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut.

Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udara…

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya. Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. "Biarkan dia memerintah dengan tenang," kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.

Yang "Kurang Pas" di Surabaya Post

Surabaya Post berhenti terbit akibat sengketa perburuhan. Toety Azis mengadukan lima karyawannya ke polisi, tetapi ada prospek damai.

BAGI masyarakat Surabaya, membaca Surabaya Post mungkin seperti kebiasaan minum kopi. Terasa ada yang "kurang pas" ketika koran sore satu-satunya di Surabaya itu tidak terbit lagi, sesudah "panutan" di edisi terakhir, 14 Maret. Masih banyak konsumen menanyakan, kapan koran kesayangannya terbit lagi atau kenapa tidak terbit.

"Saya tidak tahu masalahnya. Tapi banyak pembeli yang menanyakan," kata Suhadak, pengecer koran di Jalan Dharmahusada. Suhadak biasanya menjual Surabaya Post 20 eksemplar per, hari. Dengan harga agen Rp 750, ia menjual seharga Rp 1.000. Artinya, ia untung Rp 5.000 hanya dari penjualan Surabaya Post. Sejak koran itu berhenti terbit, penjualan Jawa Pos di kiosnya meningkat, dari 50 menjadi 60 eksemplar per hari.

Mohammad Arif, pedagang Koran eceran di Jalan Karang Menjangan; menyatakan, kini tujuh pelanggan S…