Skip to main content

Liputan Pengawasan NSA Diganjar Hadiah Pulitzer

Washington - Guardian dan Washington Post dianugerahi penghargaan tertinggi dalam jurnalisme AS, memenangkan hadiah Pulitzer untuk kategori pelayanan publik 2014. Penghargaan ini terkait artikelnya soal kegiatan pengintaian badan intelijen Amerika Serikat, national Security Agency (NSA) berdasarkan bocoran dokumen Edward Snowden.


Penghargaan diumumkan di New York pada hari Senin 14 April 2014, diberikan 10 bulan setelah Guardian menerbitkan laporan pertama berdasarkan bocoran dari Snowden, yang mengungkapkan pengumpulan data secara massal NSA terhadap catatan telepon warga AS.

Dalam serangkaian artikel, tim wartawan di Guardian dan Washington Post menerbitkan pengungkapan paling besar atas rahasia pemerintah AS sejak Pentagon Papers, yang saat itu mengungkap soal sejarah keterlibatan AS dalam perang Vietnam tahun 1971.

Komite Pulitzer memuji Guardian atas "pengungkapan secara luas atas praktik pengawasan rahasia oleh NSA, membantu melalui pelaporan yang agresif untuk memicu perdebatan tentang hubungan antara pemerintah dan masyarakat atas isu-isu keamanan dan privasi."

"Kami benar-benar merasa terhormat bahwa jurnalisme kami dihargai dengan hadiah Pulitzer," kata Pemimpin Redaksi Guardian Alan Rusbridger. "Ini adalah cerita yang kompleks, yang ditulis, diedit dan diproduksi oleh tim wartawan yang brilian. Kami sangat berterima kasih untuk rekan-rekan kami di seluruh dunia yang mendukung Guardian meski ada ancaman untuk menahan pelaporan kami. Dan kami berbagi kehormatan ini, tidak hanya dengan rekan-rekan kami di Washington Post, tetapi juga dengan Edward Snowden." (Abdul Manan)

Daftar Berita Guardian edisi AS
NSA collecting phone records of millions of Verizon customers daily, 5 Juni 2013
NSA Prism program taps into users data of Apple, Google and others, 6 Juni 2013
Web entry: Edward Snowden video, 9 Juni 2013
Edward Snowden: the whistleblower behind the NSA surveillance revelations, 9 Juni 2013
Boundless informant: the NSA's secret tool to track global surveillance data, 11 Juni 2013
Edward Snowden: NSA whistleblower answers reader questions, 17 Juni 2013
NSA collected US email records in bulk for more than two years under Obama, 27 Juni 2013
NSA surveillance narrow defeat for amendment to restrict data collection, 24 Juli 2013
NSA loophole allows warantless search for US citizens' emails and phone calls, 9 Agustus 2013
Revealed: how US and UK spy agencies defeat internet privacy and security, 5 September 2013
Patriot Act author prepares bill to put NSA bulk collection 'out of business', 10 Oktober 2013
Web entry: NSA files decoded, 1 November 2013
Tech companies call for 'aggressive' NSA reforms at White House meeting, 17 Desember 2013
Obama review panel: strip NSA of power to collect phone data records, 18 Desember 2013

Daftar Berita Washington Post
U.S. mines internet firms' data, 7 Juni 2013
Web entry: Electronic surveillance under Presidents Bush and Obama, 7 Juni 2013
Man who leaked NSA secrets steps forward, 10 Juni 2013
NSA surveillance: The architecture, 16 Juni 2013
Rare scrutiny for a court used to secrecy, 23 Juni 2013
Judge defends role in spying, 30 Juni 2013
A trail of inaccuracy about NSA programs, 1 Juli 2013
Audit: NSA repeatedly broke privacy rules, 16 Agustus 2013
'Black budget' revealed, 30 Agustus 2013
Web entry: $52.6 billion: The Black Budget, 30 Agustus 2013
Black budget details a war in cyberspace, 31 Agustus 2013
Files show NSA targeted Tor encrypted network, 5 Oktober 2013
NSA collects millions of e-mail address books globally, 15 Oktober 2013
NSA role in drone strikes is revealed, 17 Oktober 2013
Data center at issue: NSA taps Yahoo, Google links, 31 Oktober 2013
NSA tracking cellphone locations worldwide, 4 Desember 2013
Web entry: How the NSA uses cellphone tracking to find and 'develop' targets, 4 Desember 2013
Web entry: How the NSA is tracking people right now, 4 Desember 2013
Surveillance: A fear, a comfort, 22 Desember 2013
Edward Snowden: I already won, 24 Desember 2013

Comments

Popular posts from this blog

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf.

HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut.

Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udara…

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya. Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. "Biarkan dia memerintah dengan tenang," kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.

Yang "Kurang Pas" di Surabaya Post

Surabaya Post berhenti terbit akibat sengketa perburuhan. Toety Azis mengadukan lima karyawannya ke polisi, tetapi ada prospek damai.

BAGI masyarakat Surabaya, membaca Surabaya Post mungkin seperti kebiasaan minum kopi. Terasa ada yang "kurang pas" ketika koran sore satu-satunya di Surabaya itu tidak terbit lagi, sesudah "panutan" di edisi terakhir, 14 Maret. Masih banyak konsumen menanyakan, kapan koran kesayangannya terbit lagi atau kenapa tidak terbit.

"Saya tidak tahu masalahnya. Tapi banyak pembeli yang menanyakan," kata Suhadak, pengecer koran di Jalan Dharmahusada. Suhadak biasanya menjual Surabaya Post 20 eksemplar per, hari. Dengan harga agen Rp 750, ia menjual seharga Rp 1.000. Artinya, ia untung Rp 5.000 hanya dari penjualan Surabaya Post. Sejak koran itu berhenti terbit, penjualan Jawa Pos di kiosnya meningkat, dari 50 menjadi 60 eksemplar per hari.

Mohammad Arif, pedagang Koran eceran di Jalan Karang Menjangan; menyatakan, kini tujuh pelanggan S…