Skip to main content

Korea Utara Ditengarai Siapkan Ujicoba Nuklir Keempat

Seoul - Korea Utara mungkin sedang bersiap untuk melaksanakan uji coba nuklir keempat, kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Selasa 22 April 2014. Indikasinya terlihat dari peningkatan aktivitas signifikan di instalasi nuklir Korea Utara di Punggye-ri.


"Militer kami saat ini mendeteksi banyak kegiatan di dalam dan di sekitar lokasi uji coba nuklir Punggye-ri," kata Kim Min-Seok, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, seperti dilansir media Inggris, Guardian edisi 22 April 2014.

"Kami sedang memikirkan kemungkinan bahwa Korea Utara mungkin melakukan uji coba nuklirnya sebagai kejutan atau hanya berpura-pura untuk melakukan uji coba nuklirnya," kata Kim. Dia menambahkan, kepala staf gabungan Korea Selatan telah membentuk gugus tugas khusus jika Pyongyang jalan terus dengan ujicoba peledakan di bawah tanah.

Barack Obama dijadwalkan tiba di Korea Selatan pada hari Jumat 25 April 2014 dalam kunjungan ke empat negara di Asia. Ada spekulasi luas bahwa Korea Utara mungkin melancarkan provokasinya bertepatan dengan perjalanan presiden Amerika Serikat tersebut.

Kim menekankan bahwa program senjata nuklir Korea Utara saat ini pada tahap di mana ia bisa melakukan ujicoba "setiap saat" setelah ada perintah dari para pemimpinnya di Pyongyang.

Korea Utara sejauh ini telah melakukan tiga ujicoba nuklir, yaitu pada tahun 2006, 2009, dan 2013. Semuanya dilakukan di instalasi nuklir Punggye-ri.

GUARDIAN | ABDUL MANAN

Comments

Popular posts from this blog

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf.

HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut.

Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udara…

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya. Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. "Biarkan dia memerintah dengan tenang," kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.

Yang "Kurang Pas" di Surabaya Post

Surabaya Post berhenti terbit akibat sengketa perburuhan. Toety Azis mengadukan lima karyawannya ke polisi, tetapi ada prospek damai.

BAGI masyarakat Surabaya, membaca Surabaya Post mungkin seperti kebiasaan minum kopi. Terasa ada yang "kurang pas" ketika koran sore satu-satunya di Surabaya itu tidak terbit lagi, sesudah "panutan" di edisi terakhir, 14 Maret. Masih banyak konsumen menanyakan, kapan koran kesayangannya terbit lagi atau kenapa tidak terbit.

"Saya tidak tahu masalahnya. Tapi banyak pembeli yang menanyakan," kata Suhadak, pengecer koran di Jalan Dharmahusada. Suhadak biasanya menjual Surabaya Post 20 eksemplar per, hari. Dengan harga agen Rp 750, ia menjual seharga Rp 1.000. Artinya, ia untung Rp 5.000 hanya dari penjualan Surabaya Post. Sejak koran itu berhenti terbit, penjualan Jawa Pos di kiosnya meningkat, dari 50 menjadi 60 eksemplar per hari.

Mohammad Arif, pedagang Koran eceran di Jalan Karang Menjangan; menyatakan, kini tujuh pelanggan S…