Friday, April 25, 2014

Kegiatan Mata-mata Rusia di Jerman Meningkat

Berlin - Kegiatan spionase Federasi Rusia di Jerman mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sejak zaman Perang Dingin, kata pejabat kontra intelijen senior Berlin. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam surat kabar mingguan Die Welt am Sonntag, Ahad 20 April 2014 dikatakan, aktivitas pengumpulan intelijen Rusia di pusat ibukota Jerman berkonsentrasi pada penyusupan terhadap lembaga politik dan perusahaan Jerman.
Die Welt am Sonntag, penerbitan yang berbasis di Berlin itu mengatakan, mata-mata Rusia biasanya berusaha untuk mendapatkan "pengetahuan yang mendalam" dari kebijakan energi Jerman serta aktivitas perusahaan besarnya. Bidang lain yang menarik bagi intelijen Rusia adalah menyangkut kegiatan Jerman di Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Menurut Direktur Office for the Protection of the Constitution (BfV) Hans-Georg Maassen, seperti dikutip Die Welt, tidak ada dinas intelijen asing yang lebih aktif di daratan Jerman dibanding
Sluzhba Vneshney Razvedki (SVR) Rusia. BfV adalah badan kontraintelijen Jerman. SVR adalah badan intelijen Rusia pengganti KGB, yang wilayah tugasnya di luar negeri.

Menurut Hans-Georg Maassen, kebanyakan personel intelijen Rusia "menyamar sebagai staf kedutaan." BfV juga meyakini bahwa sepertiga dari semua diplomat Rusia yang ditempatkan di ibukota Jerman itu memiliki "latar belakang dalam pengumpulan intelijen."

Menurut Burkhard, yang memimpin operasi kontraintelijen BfV, tugas utama intelijen Rusia di Jerman adalah "secara dekat menganalisis individu yang menarik perhatian Moskow". Target itu, yang umumnya personel penting yang bekerja di Bundestag (parlemen federal Jerman ) atau perusahaan besar Jerman, yang kemudian secara sistematis disapa oleh 'diplomat' Rusia.

Hans-Georg Maassen mengatakan, yang terbaru mereka sering mengajak keluar untuk makan siang atau makan malam, dan seringkali dia yang membayari. Dalam beberapa kasus mereka bahkan memberikan sesorang yang jadi target dengan "hadiah kecil" khas Rusia.

Menurut Die Welt am Sonntag, petugas Rusia itu berhati-hati dan tidak pernah menyerahkan uang langsung kepada calon potensial yang akan direkrutnya. Sebaliknya, mereka akan mencoba untuk datang dengan hati-hati dan mengarang cerita untuk bertemu secara teratur di berbagai restoran atau bar, tetapi "tidak pernah di sekitar Kedutaan Besar Rusia."

Pejabat BfV menambahkan, petugas kontra intelijen Jerman sering terkejut oleh kenaifan warga Jerman yang telah didatangi oleh petugas Rusia seperti itu. Ketika didekati oleh BfV, mereka sering benar-benar mengaku terkejut saat diberitahu bahwa mereka telah menyerahkan informasi sensitif kepada agen dari negara asing itu.

Intelnews | Die Welt am Sonntag | Abdul Manan

No comments: