Skip to main content

Hannigan, Kepala Baru Badan Intel Inggris GCHQ

London - Pejabat senior Departemen Luar Negeri Robert Hannigan dinobatkan sebagai kepala berikutnya badan intelijen yang bertugas melakukan pengupingan, Government Communications Headquarters (GCHQ) di Inggris.


Dia akan menggantikan Sir Iain Lobban, yang berada di bawah pengawasan intensif setelah whistleblower Amerika Serikat Edward Snowden mengungkapkan soal aktivitas spionase badan intelijen AS, National Security Agency (NSA) yang juga bekerjasama dengan GCHQ.

Tidak seperti Sir Iain Lobban, yang berkarir di GCHQ, Hannigan adalah orang luar dan saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pertahanan dan Intelijen di Kantor Kementerian Luar Negeri. Dia akan mulai berkantor di lembaga yang bermarkas di Cheltenham itu pada musim gugur ini.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan Hannigan memiliki "kualitas pribadi yang mengesankan" dan "banyak pengalaman yang relevan di bidang keamanan nasional, kontra-terorisme dan hubungan internasional."

Sebuah laporan juga mengisyaratkan bahwa kepala kontra-terorisme Kementerian Dalam Negeri Inggris Charles Farr juga masuk dalam daftar nama yang akan masuk ke GCHQ, bersama mata-mata senior badan intelijen luar negeri Inggris, Secret Intelligence Service (SIS) atau yang lebih dikenal dengan MI6.

Hannigan, yang lahir di Gloucestershire, tidak jauh dari markas GCHQ, bertugas memberi nasihat kepada perdana menteri soal isu kontra-terorisme, intelijen, dan kebijakan keamanan.

Dalam karirnya sebagai pegawai negeri sipil, ia adalah penasihat utama orang yang kemudian menjadi perdana menteri, Tony Blair, dalam proses perdamaian Irlandia Utara dan juga bertanggung jawab atas strategi keamanan cyber pertama di Inggris dan bertugas mengawasi strategi keamanan nasional .

Hague mengatakan: "Saya senang bahwa Robert Hannigan telah ditunjuk sebagai direktur berikutnya GCHQ. Badan berkelas dunia GCHQ penting untuk keselamatan dan keamanan Inggris."

"Saya juga ingin berterima kasih kepada Sir Iain Lobban karena kepemimpinan yang konsisten, kuat dan profesional sebagai direktur GCHQ sejak 2008."

Hannigan mengatakan: "Ini suatu kehormatan untuk diminta untuk memimpin GCHQ , sebuah organisasi yang begitu penting untuk menjaga rakyat negeri ini tetap aman."

"Saya sangat menghormati integritas dan profesionalisme dari staf GCHQ dan untuk apa yang telah mereka capai di bawah kepemimpinan yang luar biasa dari Iain Lobban. Saya bersemangat menghadapi tantangan di tahun-tahun mendatang dengan mereka."

GUARDIAN | ABDUL MANAN

Comments

Popular posts from this blog

Melacak Akar Terorisme di Indonesia

Judul: The Roots of Terrorism in Indonesia: From Darul Islam to Jemaah Islamiyah Penulis: Solahudin Penerbit: University of New South Wales, Australia Cetakan: Juli 2013 Halaman: 236

Kronologis Penyerbuan Tomy Winata ke TEMPO

Oleh: Ahmad Taufik, Wartawan Majalah TEMPO Prolog Peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu, 8 Maret 2003, telah menodai kemanusiaan dan kehidupan yang beradab di negeri ini. Sekelompok orang dengan uang yang dimilikinya mengerahkan massa, menteror dan berbuat sewenang-wenang. Aparat keamanan (polisi) juga tidak berdaya, dan dipermalukan di depan masyarakat (minimal saksi mata dan saksi korban). Apa yang akan saya ceritakan disini adalah kronologi penyerbuan yang tak beradab dan penyelesaian akhir yang terputus. Saya sebagai saksi mata, saksi pelaku sekaligus saksi korban (yang mendengar, melihat dan merasakan kejadian). Saya akan klasifikasikan secara terbuka dalam laporan ini: apa itu informasi, yang saya lihat, saya dengar, saya rasakan, analisa atau kesimpulan. Soal kata akhir terserah masing-masing pihak yang tersangkut disini, karena saya tidak bisa terima dan sekaligus tertekan secara psikis. Inilah laporan lengkapnya: Rabu, 5 Maret 2003 Saya ditelepon oleh Desmon J.Mahesa, kuasa h