Skip to main content

Polisi: Pasukan Khusus Inggris Tak Terlibat Kematian Putri Diana

Hasil penyelidikan polisi Inggris menegasikan tudingan bahwa pasukan khusus negara ini, SAS (Special Air Service), terlibat dalam kematian Putri Diana dan Dodi al-Fayed.

Polisi Inggris, Scotland Yard, mengatakan mereka telah membuat kesimpulan atas penyelidikan terbaru ini tetapi tidak akan membuat pernyataan resmi sebelum Selasa, 17 Desember 2013, waktu setempat.


Media Sky News melaporkan, mereka telah melihat surat dari seorang perwira senior Scotland Yard yang mengatakan bahwa "tidak ada bukti kredibel" ihwal keterlibatan SAS dalam kasus tersebut.

Pada Agustus lalu, polisi mulai menyelidiki klaim yang menyatakan bahwa pasangan itu dibunuh oleh seorang anggota militer Inggris. Scotland Yard mengatakan pihaknya "menggali" informasi soal klaim itu serta "menilai relevansi dan kredibilitasnya" .

Tuduhan itu diarahkan oleh mertua mantan tentara Inggris berdasarkan informasi dari pembicaraan menantunya di masa lalu, kata sumber militer. Informasi itulah yang sepertinya diteruskan ke polisi metropolitan Inggris melalui polisi militer Kerajaan Inggris.

Scotland Yard mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin malam, 16 Desember 2013, bahwa Metropolitan Police Service (MPS) menerima materi pada 16 Agustus 2013 sehubungan dengan kematian Putri Diana dan Dodi Al Fayed. "MPS melakukan penggalian untuk menguji relevansi dan kredibilitas informasi tersebut. Hasil kajian itu sekarang sudah lengkap."

Sky News mengaku telah memperoleh surat yang ditulis oleh Assistant Commissioner MPS Mark Rowley yang mengungkapkan: " Meskipun ada kemungkinan bahwa komentar yang dituduhkan dalam kaitannya dengan keterlibatan SAS dalam kematian Diana, tidak ada bukti kredibel atau relevan untuk mendukung teori bahwa klaim tersebut memiliki dasar fakta.".

Diana, Dodi, dan sopirnya, Henri Paul, meninggal setelah Mercedes mereka celaka di sebuah terowongan di Paris setelah meninggalkan Hotel Ritz pada 31 Agustus 1997 pagi.

Sidang dalam kematian Diana dan Dodi berlangsung lebih dari 90 hari dengan bukti dari sekitar 250 saksi, April 2008. Juri menyatakan mereka dibunuh secara ilegal.

Setelah sidang, polisi metropolitan mengatakan mereka telah menghabiskan 8 juta pound sterling dalam pemeriksaan dan penyelidikan kasus ini selama 2004-2006.

Guardian | Abdul Manan

TEMPO.CO | SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 15:01 WIB

Comments

Popular posts from this blog

Melacak Akar Terorisme di Indonesia

Judul: The Roots of Terrorism in Indonesia: From Darul Islam to Jemaah Islamiyah Penulis: Solahudin Penerbit: University of New South Wales, Australia Cetakan: Juli 2013 Halaman: 236

Kronologis Penyerbuan Tomy Winata ke TEMPO

Oleh: Ahmad Taufik, Wartawan Majalah TEMPO Prolog Peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu, 8 Maret 2003, telah menodai kemanusiaan dan kehidupan yang beradab di negeri ini. Sekelompok orang dengan uang yang dimilikinya mengerahkan massa, menteror dan berbuat sewenang-wenang. Aparat keamanan (polisi) juga tidak berdaya, dan dipermalukan di depan masyarakat (minimal saksi mata dan saksi korban). Apa yang akan saya ceritakan disini adalah kronologi penyerbuan yang tak beradab dan penyelesaian akhir yang terputus. Saya sebagai saksi mata, saksi pelaku sekaligus saksi korban (yang mendengar, melihat dan merasakan kejadian). Saya akan klasifikasikan secara terbuka dalam laporan ini: apa itu informasi, yang saya lihat, saya dengar, saya rasakan, analisa atau kesimpulan. Soal kata akhir terserah masing-masing pihak yang tersangkut disini, karena saya tidak bisa terima dan sekaligus tertekan secara psikis. Inilah laporan lengkapnya: Rabu, 5 Maret 2003 Saya ditelepon oleh Desmon J.Mahesa, kuasa h