Skip to main content

Snowden Resmi Ajukan Suaka ke Rusia

Moskow - Edward Snowden, pembocor program intelijen Amerika Serikat, akhirnya mengajukan suaka kepada pemerintah Rusia, Selasa waktu setempat. Menurut pengacara Snowden, Anatoly Kucherena, permintaan suaka sementara ini diajukan karena ia khawatir akan dianiaya dan disiksa jika dipulangkan ke Amerika Serikat.


Situs pembocor informasi rahasia, WikiLeaks, dan Dinas Federal Imigrasi Rusia membenarkan adanya permintaan suaka dari Snowden. Wikileaks adalah organisasi yang memberi nasihat dan membantu Snowden selama masa pelarian.

Menurut analis hukum di Moskow, dengan permintaan suaka ini, maka Pemerintah Rusia dapat mengeluarkan dokumen kepada Snowden sehingga memungkinkan dia bergerak bebas di sekitar Rusia setelah aplikasinya diproses Dinas Imigrasi. Proses suaka ini dapat memakan waktu hingga lima hari untuk kajian awal.

Pemeriksaan secara penuh atas permintaan suaka bisa memakan waktu hingga tiga bulan dan bisa diperpanjang sampai dua kali lipat jika badan itu merasa perlu lebih banyak waktu untuk menimbang baik-buruknya permintaan tersebut. Jika suaka dikabulkan, Snowden akan diizinkan tinggal dan bekerja di Rusia selama satu tahun, dan bisa diperpanjang lagi tahun berikutnya.

Kucherena mengatakan, ia bertemu mantan analis sistem badan intelijen Amerika, National Security Agency (NSA) itu di zona transit Bandara Sheremetyevo di Moskow, untuk memberinya nasihat hukum. Setelah pertemuan itulah Snowden mengajukan permintaan suaka.

Snowden terjebak di bandara itu sejak ia tiba dari Hong Kong pada 23 Juni. Dari sini, Snowden mengajukan suaka ke 21 negara, tapi baru tiga yang meresponsnya: Venezuela, Nikaragua, dan Bolivia. Namun karena paspor Amerikanya dicabut, proses untuk mencapai negara itu jadi rumit.

Saat bertemu aktivis hak asasi manusia di bandara Sheremetyevo, Jumat pekan lalu, Snowden mengatakan, ia akan mencari perlindungan sementara di Rusia sampai ia bisa terbang ke salah satu negara Amerika Latin yang telah menawarinya suaka itu.

Saat ditanya soal permintaan suaka ini, Presiden Rusia Vladimir Putin belum memberikan kepastian. "Hubungan bilateral, menurut pendapat saya, jauh lebih penting daripada pertengkaran tentang kegiatan dinas rahasia, " kata Putin kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke kota timur Siberia, Chita, kemarin.

Namun Putin menegaskan, Snowden harus setuju untuk tak melakukan apa pun yang merugikan Amerika jika ingin mendapatkan suaka dari Rusia. Secara terpisah, Anatoly Kucherena mengatakan, Snowden akan memenuhi permintaan Putin itu.

CBS NEWS | REUTERS | ABC | ABDUL MANAN

TEMPO.CO | KAMIS, 18 JULI 2013 | 06:19 WIB

Comments

Popular posts from this blog

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf.

HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut.

Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udara…

Yang "Kurang Pas" di Surabaya Post

Surabaya Post berhenti terbit akibat sengketa perburuhan. Toety Azis mengadukan lima karyawannya ke polisi, tetapi ada prospek damai.

BAGI masyarakat Surabaya, membaca Surabaya Post mungkin seperti kebiasaan minum kopi. Terasa ada yang "kurang pas" ketika koran sore satu-satunya di Surabaya itu tidak terbit lagi, sesudah "panutan" di edisi terakhir, 14 Maret. Masih banyak konsumen menanyakan, kapan koran kesayangannya terbit lagi atau kenapa tidak terbit.

"Saya tidak tahu masalahnya. Tapi banyak pembeli yang menanyakan," kata Suhadak, pengecer koran di Jalan Dharmahusada. Suhadak biasanya menjual Surabaya Post 20 eksemplar per, hari. Dengan harga agen Rp 750, ia menjual seharga Rp 1.000. Artinya, ia untung Rp 5.000 hanya dari penjualan Surabaya Post. Sejak koran itu berhenti terbit, penjualan Jawa Pos di kiosnya meningkat, dari 50 menjadi 60 eksemplar per hari.

Mohammad Arif, pedagang Koran eceran di Jalan Karang Menjangan; menyatakan, kini tujuh pelanggan S…

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya. Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. "Biarkan dia memerintah dengan tenang," kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.