Skip to main content

Inilah Isi Surat Agen CIA yang Disita Rusia

Moskow -  Dinas Rahasia Russia (FSB) mengumumkan penangkapan terhadap agen dinas rahasia Amerika Serikat CIA (Central Intelligence Agency), Selasa 14 Mei 2013. Ryan Fogle, sekretaris ketiga di Kedutaan Besar AS di Moskow, ditahan Senin 13 Mei 203 malam, sambil membawa "peralatan teknis khusus", uang cukup banyak, dan menyamar.
Menurut FSB, agen itu akan merekrut seorang perwira intelijen Rusia untuk bekerja kepada CIA. Dari tangan Fogle, FSB menemukan surat yang berisi instruksi kepada orang yang akan direkturnya itu. Di bawah ini adalah detail isi suratnya, seperti dimuat oleh Russia Beyond The Headlines, 14 Mei 2013.

Hi sobat,

Ini adalah pembayaran di muka dari seseorang yang terkesan dengan profesionalisme Anda dan yang menghargai tinggi kerjasama Anda dengan kami di masa depan. Keselamatan Anda adalah perhatian utama kami, itu sebabnya kami memilih cara ini untuk menghubungi Anda. Dan kami akan terus mengambil langkah-langkah untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan korespondensi kita.

Kami siap untuk menawarkan Anda US$ 100.000 dan mendiskusikan pengalaman Anda, keahlian, dan kerjasama, dan pembayaran bisa lebih jika Anda bersedia untuk menjawab pertanyaan spesifik. Selain itu, untuk kerjasama jangka panjang, kami menawarkan hingga US$ 1 juta per tahun dengan janji bonus tambahan untuk informasi yang akan membantu kami.

Untuk menghubungi kami lagi, silahkan kunjungi cafe internet atau kedai kopi yang memiliki fasilitas Wi Fi dan membuat akun Gmail baru yang akan Anda gunakan khusus untuk komunikasi dengan kami. Jangan memberikan informasi pribadi yang dapat mengidentifikasi Anda dan kotak surat yang baru dibuat selama proses pendaftaran. Jangan memberikan rincian kontak nyata, yaitu nomor telepon atau alamat email lain.

Jika Gmail meminta informasi pribadi silahkan memulai proses pendaftaran lagi dan mencoba untuk tidak memberikan informasi tersebut. Setelah Anda selesai mendaftar kotak surat baru, kirim e-mail ke unbacggdA@gmail.com, dan setelah seminggu silakan periksa kotak surat untuk mengetahui respon kami.

(Jika Anda mendaftar kotak surat baru dari sebuah kafe dengan Wi Fi menggunakan perangkat netbook atau lainnya (misalnya, tablet), jangan menggunakan perangkat pribadi Anda dengan data pribadi Anda. Jika memungkinkan, Anda harus membeli perangkat baru dengan uang tunai untuk berkomunikasi dengan kami. Kami akan mengganti uangnya untuk pembelian ini.)

Terima kasih untuk apa yang Anda baca. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Anda dalam waktu dekat.

Teman Anda

RUSSIA BEYOND THE HEADLINES | ABDUL MANAN

TEMPO.CO | SELASA, 14 MEI 2013 | 22:22 WIB

Comments

Popular posts from this blog

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf.

HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut.

Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udara…

Yang "Kurang Pas" di Surabaya Post

Surabaya Post berhenti terbit akibat sengketa perburuhan. Toety Azis mengadukan lima karyawannya ke polisi, tetapi ada prospek damai.

BAGI masyarakat Surabaya, membaca Surabaya Post mungkin seperti kebiasaan minum kopi. Terasa ada yang "kurang pas" ketika koran sore satu-satunya di Surabaya itu tidak terbit lagi, sesudah "panutan" di edisi terakhir, 14 Maret. Masih banyak konsumen menanyakan, kapan koran kesayangannya terbit lagi atau kenapa tidak terbit.

"Saya tidak tahu masalahnya. Tapi banyak pembeli yang menanyakan," kata Suhadak, pengecer koran di Jalan Dharmahusada. Suhadak biasanya menjual Surabaya Post 20 eksemplar per, hari. Dengan harga agen Rp 750, ia menjual seharga Rp 1.000. Artinya, ia untung Rp 5.000 hanya dari penjualan Surabaya Post. Sejak koran itu berhenti terbit, penjualan Jawa Pos di kiosnya meningkat, dari 50 menjadi 60 eksemplar per hari.

Mohammad Arif, pedagang Koran eceran di Jalan Karang Menjangan; menyatakan, kini tujuh pelanggan S…

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya. Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. "Biarkan dia memerintah dengan tenang," kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.