Skip to main content

Solusi Keamanan dan Kemudahan dari Hp Solution Center


JUM'AT, 22 OKTOBER 2010 | 09:00 WIB


TEMPO Interaktif, Singapura - Pencurian data, selain serangan virus, menjadi perhatian serius pengguna komputer pribadi. Tapi pengamanan di printer? Mungkin tak banyak yang memberi perhatian. Padahal, teknologi yang tugas utamanya adalah mencetak ini juga punya memori dan hardisk seperti komputer. Ia bisa menerima perintah, juga menyimpan data, meski tak 'secerdas' komputer. Itu artinya, ia juga harus dijaga keamanannya.

"Keamanan adalah soal penting dalam bisnis," kata Adelin Jung, Enterprise Marketing Management HP Asia pasifik dan Jepang, dalam media briefing di kantor pusat HP di Singapura, Selasa (19/10). Urusan pengamanan data solusi bisnis semacam inilah yang ditawarkan HP Solution Center, baik untuk bisnis skala kecil sampai besar.

Sebenarnya, kata Adelin, solution center yang ditawarkan Hp tak semata mengamankan dokumen, memproteksi informasi, dan mengamankan peralatannya. Yang tak kalah penting adalah memudahkan cara kerja. Tujuan akhir dari semua ini adalah untuk improvisasi bisnis dan menekan biaya.

Dalam kesempatan itu, Adelin menayangkan video sebuah tayangan televisi di Amerika Serikat tentang mesin fotokopi yang tak lagi digunakan. Tayangan itu menampilkan gambar seseorang sedang mengambil hardisk dari printer dan membacanya di komputer. Hasilnya, banyak hal yang bisa didapat, mulai dari infotrmasi rekam medis sampai soal rahasia perusahaan.

Film berdurasi pendek itu mengingatkan satu hal: printer punya hardisk dan juga memori, yang otomatis akan menyimpan informasi apa saja yang pernah dikopi dengan menggunakan mesin tersebut. "Saya kira saya tak perlu menjelaskan apa bahayanya dari bocornya atau tersebarnya informasi  semacam itu," kata dia.

Solution center HP memang tak semata menawarkan bagaimana mengamankan data atau file melalui penggunaan printer. Fungsi lain yang bisa dilakukan adalah membuat sistem yang membuat penggunanya bisa mengatur cara kerja printer bisa lebih fleksibel, bisa terkontrol dan diatur sesuai kebutuhan penggunanya.

Untuk memiliki sistem semacam ini, alat yang dibutuhkan antara lain printer, komputer, serta server yang menghubungkannya. Untuk printer, jenisnya harus yang berlabel multifuntion (MFP). Ini adalah jenis printer yang tak hanya bisa mencetak, tapi juga bisa berfungsi sebagai scanner, faksimile dan fotokopi. 

Cara kerjanya begini: printer itu nantinya akan dipasangi card reader, yang berfungsi sebagai pembaca identiitas. Identitasnya bisa berupa kartu pengenal, pasword atau sidik jari. Penggunaan kartu pengenal lebih disarankan karena lebih praktis, dan juga tak terlalu mahal. Pengaturannya akan dilakukan melalui server, yang mengubungkan sejumlah komputer.

Di server itulah diatur siapa saja yang bisa menggunakan printer tersebut, dan fungsi apa saja yang bisa digunakannya. Tak hanya itu. Setiap orang juga bisa diberi akses berbeda-beda. Ada yang cukup bisa menggunakan printer saja, scanner saja, faksimile atau fotokopi. Atau ada yang diberi akses semuanya. 

Dengan pengaturan di server, yang dicatat bukan hanya siapa melakukan apa. Tapi juga kapan serta volumenya. Sebab, server akan selalu mencatat aktivitas di printer tersebut, mulai dari orang yang menggunakan sampai berapa cetakan yang sudah dibuat. Otorisasi untuk penggunaan printer ini merupakan salah satu cara untuk mencegah penggunaan printer untuk keperluan yang kurang penting --yang otomatis bisa menekan biaya.

Pengaturan lewat server juga membuat setiap orang bisa menjaga kerahasiaan dokumen yang dicetaknya dari kemungkinan dibaca oleh orang lain. Kemungkinan semacam ini ada karena lokasi printer yang jauh dari komputer penggunanya. Sistem yang ditawarkan HP bisa memberikan solusi atas soal semacam ini.

Caranya, karyawan bisa memberi perintah mencetak melalui komputernya. Tapi, printer tak otomatis langsung mencetaknya. Itu memberi kesempatan kepada karyawan tersebut datang ke lokasi printer berada. Setelah menempelkan kartu pengenal, maka printer akan menampilkan file yang siap dicetak. Maka, ia pun cukup menekan perintah 'cetak' saat itu juga.

Sejumlah printer HP yang berlabel MFP antara lain HP Designjet T2300 eMultifunction Pringter (eMFP), HP Laserjet Pro CM1415fnw Color MFP, dan HP Color LaserJet Enterprise CM4540 MFP. 

Semua printer ini berlabel ePrint, yang memungkinkan printer menerima perintah mencetak lewat email, dari mana saja. Serta bisa mencetak dokumen secara langsung melalui sejumlah websites yang bekerjasama sudah bekerjasama dengan HP, melalui layar sentuh di printer.

Dalam siaran pers sehari sebelumnya, Senin (18/10),  HP juga menyampaikan analis industri Gartner Inc. yang mengumumkan bahwa HP sebagai perusahaan terkemuka melalui 2010 Magic Quadrant for Managed Print Services (MPS) Worldwide.  

Abdul Manan | Singapura

Berita terkait lainnya:

Comments

Popular posts from this blog

Tegang dan Depresi karena Sutet

Tim PPLH Unair membuktikan, SUTET berbahaya bagi kesehatan manusia. Dampaknya bervariasi: dari pusing kepala sampai gangguan syaraf.

HIDUP di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ternyata tak cuma menegangkan. Anda juga berpotensi mengalami gangguan syaraf. Begitulah kesimpulan penelitian mutakhir yang digelar tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Airlangga (Unair). Laporan yang dirilis akhir bulan lalu di Surabaya menghidupkan kembali kontroversi tentang dampak radiasi elektromagnet dari jaringan itu atas kesehatan manusia. Dan, menjadi "senjata" baru bagi warga Desa Singosari yang memperkarakan Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN) ke pengadilan, karena kawasan permukiman mereka dialiri jaringan tersebut.

Tim yang diketuai Direktur PPLH Dr. Fuad Amsyari melakukan penelitian di Desa Singosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur (Ja-Tim). Warga desa itu, sejak tahun 1989 lalu, telah memprotes dan memperkarakan kehadiran jaringan transmisi Saluran Udara…

Yang "Kurang Pas" di Surabaya Post

Surabaya Post berhenti terbit akibat sengketa perburuhan. Toety Azis mengadukan lima karyawannya ke polisi, tetapi ada prospek damai.

BAGI masyarakat Surabaya, membaca Surabaya Post mungkin seperti kebiasaan minum kopi. Terasa ada yang "kurang pas" ketika koran sore satu-satunya di Surabaya itu tidak terbit lagi, sesudah "panutan" di edisi terakhir, 14 Maret. Masih banyak konsumen menanyakan, kapan koran kesayangannya terbit lagi atau kenapa tidak terbit.

"Saya tidak tahu masalahnya. Tapi banyak pembeli yang menanyakan," kata Suhadak, pengecer koran di Jalan Dharmahusada. Suhadak biasanya menjual Surabaya Post 20 eksemplar per, hari. Dengan harga agen Rp 750, ia menjual seharga Rp 1.000. Artinya, ia untung Rp 5.000 hanya dari penjualan Surabaya Post. Sejak koran itu berhenti terbit, penjualan Jawa Pos di kiosnya meningkat, dari 50 menjadi 60 eksemplar per hari.

Mohammad Arif, pedagang Koran eceran di Jalan Karang Menjangan; menyatakan, kini tujuh pelanggan S…

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya. Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. "Biarkan dia memerintah dengan tenang," kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.