Skip to main content

Heru Hendratmoko dan Abdul Manan Pimpin AJI

Cianjur - Pasangan Heru Hendratmoko (radio 68H) dan Abdul Manan (majalah Tempo) terpilih menjadi Ketua dan Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI) periode 2005-2008.

Dalam pemilihan yang berlangsung di Wisma Lautan Berlian, Cipanas Cianjur, Jawa Barat, Sabtu malam (26/11/2005), pasangan ini mengalahkan Rommy Fibri (Tempo) dan Ecep S Yasa (SCTV) dengan selisih tipis, 39 melawan 37 suara.

Kongres AJI ini berlangsung sejak hari Kamis (24/11/2005) dan ditutup pada Minggu dinihari (27/11/2005). Kongres dihadiri oleh sekitar 200 utusan dari 21 AJI Kota seluruh Indonesia.

AJI didirikan pada tanggal 7 Agustus 1994 oleh para penggagas di Sinar Galih, Bogor. Organisasi ini pada awalnya lebih banyak memperjuangkan kebebasan pers , berserikat, dan berkumpul.

Dalam perkembangannya, organisasi ini lebih banyak bergerak pada pengembangan profesionalisme jurnalistik yang berbasis pada serikat pekerja.

Pernah menjadi Ketua AJI antara lain Lukas Suwarso, Didik Supriyanto, Ati Nurbaiti, Eddy Suprapto dan sekarang dipimpin oleh Heru Hendratmoko. (ddn/)

Suwarjono - detikcom
http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/11/tgl/27/time/023422/idnews/487135/idkanal/10 

Comments

Popular posts from this blog

Melacak Akar Terorisme di Indonesia

Judul: The Roots of Terrorism in Indonesia: From Darul Islam to Jemaah Islamiyah Penulis: Solahudin Penerbit: University of New South Wales, Australia Cetakan: Juli 2013 Halaman: 236

Kronologis Penyerbuan Tomy Winata ke TEMPO

Oleh: Ahmad Taufik, Wartawan Majalah TEMPO Prolog Peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu, 8 Maret 2003, telah menodai kemanusiaan dan kehidupan yang beradab di negeri ini. Sekelompok orang dengan uang yang dimilikinya mengerahkan massa, menteror dan berbuat sewenang-wenang. Aparat keamanan (polisi) juga tidak berdaya, dan dipermalukan di depan masyarakat (minimal saksi mata dan saksi korban). Apa yang akan saya ceritakan disini adalah kronologi penyerbuan yang tak beradab dan penyelesaian akhir yang terputus. Saya sebagai saksi mata, saksi pelaku sekaligus saksi korban (yang mendengar, melihat dan merasakan kejadian). Saya akan klasifikasikan secara terbuka dalam laporan ini: apa itu informasi, yang saya lihat, saya dengar, saya rasakan, analisa atau kesimpulan. Soal kata akhir terserah masing-masing pihak yang tersangkut disini, karena saya tidak bisa terima dan sekaligus tertekan secara psikis. Inilah laporan lengkapnya: Rabu, 5 Maret 2003 Saya ditelepon oleh Desmon J.Mahesa, kuasa h