Skip to main content

TNI Identifikasi Kapal Perompak dari Malaysia

Tempo Interaktif, 16 Maret 2005

TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan, TNI mengidentifikasi bahwa kapal yang melakukan perompakan di Selat Malaka berasal dari Malaysia. "Belum secara pasti identitasnya, tapi kapalnya, untuk sementara ini, diketahui memang kapal yang datang dari malaysia, tapi belum tentu warga negaranya," kata Sutarto, yang ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (16/3) malam.

Menurut Sutarto, dengan identifikasi ini, belum bisa dipastikan kewarganegaraan pelaku perompakan. "Tapi dari laporan Angkatan Laut tadi pagi, terdeteksi itu kapal datang dari Malaysia," kata Sutarto, saat ditanya kapal yang melakukan perompakan terhadap kapal Idaten, milik Jepang, saat menarik kapal tongkang Kuroshio I di Selat Malaka.

Sutarto mengatakan, selama ini pengamanan di Selat Malaka dilakukan tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura. Untuk pengamanannya, ketiga negara melakukan patroli bersama di kawasan itu. "Barangkali karena kasus Ambalat, dia (perompak) mencoba mengambil manfaat dari itu," kata Sutarto.

Karena dengan adanya patroli bersama yang selama dilakukan oleh ketiga negara, kata Sutarto, kasus kriminal seperti peromopakan di kawasan tersebut sudah jauh menurun. Tapi tiba-tiba muncul dua kasus dalam waktu berdekatan, bersamaan dengan kasus Ambalat.

"Saya sudah mencoba berkomunikasi untuk membedakan antara kasus Ambalat dengan Malaka. Ambalat biarkan masalah Ambalat, Malaka dilanjutkan sesuai dengan kesepakatan melakukan patroli terkoordinasi bersama sudah dilakukan oleh AL dengan saling memberi informasi melawan perompak," kata Sutarto, sembari menambahkan, "Yang kita inginkan agar pengamanan Selat Malaka jangan dikaitkan dengan Ambalat, tapi tetap seperti kesepakatan."

Saat ditanya soal tawaran bantuan Jepang untuk ikut mengamankan kawasan itu, kata Sutarto, bantuan fisik seperti itu harus dengan kesepakatan ketiga negara. "Itu yang belum saya ketahui, sampai sejauh mana Pemerintah Jepang menawarkan bantuan. Apa kapal mereka dibawa ke sini atau dalam hal lain," tambahnya.

Abdul Manan - Tempo

Comments

Popular posts from this blog

Melacak Akar Terorisme di Indonesia

Judul: The Roots of Terrorism in Indonesia: From Darul Islam to Jemaah Islamiyah Penulis: Solahudin Penerbit: University of New South Wales, Australia Cetakan: Juli 2013 Halaman: 236

Kronologis Penyerbuan Tomy Winata ke TEMPO

Oleh: Ahmad Taufik, Wartawan Majalah TEMPO Prolog Peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu, 8 Maret 2003, telah menodai kemanusiaan dan kehidupan yang beradab di negeri ini. Sekelompok orang dengan uang yang dimilikinya mengerahkan massa, menteror dan berbuat sewenang-wenang. Aparat keamanan (polisi) juga tidak berdaya, dan dipermalukan di depan masyarakat (minimal saksi mata dan saksi korban). Apa yang akan saya ceritakan disini adalah kronologi penyerbuan yang tak beradab dan penyelesaian akhir yang terputus. Saya sebagai saksi mata, saksi pelaku sekaligus saksi korban (yang mendengar, melihat dan merasakan kejadian). Saya akan klasifikasikan secara terbuka dalam laporan ini: apa itu informasi, yang saya lihat, saya dengar, saya rasakan, analisa atau kesimpulan. Soal kata akhir terserah masing-masing pihak yang tersangkut disini, karena saya tidak bisa terima dan sekaligus tertekan secara psikis. Inilah laporan lengkapnya: Rabu, 5 Maret 2003 Saya ditelepon oleh Desmon J.Mahesa, kuasa h