Skip to main content

Presiden Akan Canangkan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Jum'at, 11 Pebruari 2005 | 14:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden akan mencanangkan program pemberantasan sarang nyamuk secara nasdional, pekan depan. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam jumpa pers usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Jumat (10/2) pagi.

Menurut Saparinah, pencanangan ini mengantisipasi makin meningkatnya jumlah penderita penyakit demam berdarah di Indonesia. "Meski jumlahnya tak sebesar pada bulan yang sama tahun lalu," kata Supari.

Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga kini jumlah penderita demam berdarah sebanyak 5.064 orang, sekitar 117 di antaranya meninggal. Pada bulan yang sama tahun lalu, jumlah penderita sebanyak 20 ribu dan 284 penderita meninggal.

Presiden, kata Supari, dalam kesempatan itu meminta agar Menteri Kesehatan mempersiapkan rencana pencanangan tersebut. Dalam benak Supari, kemungkinan pencangaan itu akan berbentuk aksi nyata Presiden dan Menteri Kesehatan untuk melakukan pembersihan di sekitar lingkungan. "Itu biar menjadi contoh bagi masyarakat yang lain," kata dia.

Abdul Manan - Tempo

Comments

Popular posts from this blog

Melacak Akar Terorisme di Indonesia

Judul: The Roots of Terrorism in Indonesia: From Darul Islam to Jemaah Islamiyah Penulis: Solahudin Penerbit: University of New South Wales, Australia Cetakan: Juli 2013 Halaman: 236

Kronologis Penyerbuan Tomy Winata ke TEMPO

Oleh: Ahmad Taufik, Wartawan Majalah TEMPO Prolog Peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu, 8 Maret 2003, telah menodai kemanusiaan dan kehidupan yang beradab di negeri ini. Sekelompok orang dengan uang yang dimilikinya mengerahkan massa, menteror dan berbuat sewenang-wenang. Aparat keamanan (polisi) juga tidak berdaya, dan dipermalukan di depan masyarakat (minimal saksi mata dan saksi korban). Apa yang akan saya ceritakan disini adalah kronologi penyerbuan yang tak beradab dan penyelesaian akhir yang terputus. Saya sebagai saksi mata, saksi pelaku sekaligus saksi korban (yang mendengar, melihat dan merasakan kejadian). Saya akan klasifikasikan secara terbuka dalam laporan ini: apa itu informasi, yang saya lihat, saya dengar, saya rasakan, analisa atau kesimpulan. Soal kata akhir terserah masing-masing pihak yang tersangkut disini, karena saya tidak bisa terima dan sekaligus tertekan secara psikis. Inilah laporan lengkapnya: Rabu, 5 Maret 2003 Saya ditelepon oleh Desmon J.Mahesa, kuasa h