AJI Pantau Puluhan Jurnalis yang Hilang

Jakarta, Sinar Harapan - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) akan terus memantau keberadaan puluhan jurnalis yang dinyatakan hilang akibat bencana gempa bumi dan gelombang tsunami yang melanda Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Bencana ini juga merenggut nyawa tiga anggota AJI Banda Aceh dan lima orang masih dinyatakan hilang.

Menurut Abdul Manan, anggota AJI di Posko Jakarta, AJI memiliki anggota di wilayah bencana, yaitu Lhok Seumawe sebanyak 12 orang dan Banda Aceh sebanyak 25 orang dan satu orang penjaga kantor AJI Banda Aceh. Jumlah itu belum termasuk anggota AJI di Jakarta yang memiliki keluarga di NAD.

Hingga kini, AJI terus memantau keberadaan mereka beserta keluarganya. Dari laporan terakhir, diketahui bahwa semua anggota AJI Lhok Seumawe yang berjumlah 12 orang dinyatakan selamat.

Di Banda Aceh, sudah 18 orang yang saat ini dinyatakan selamat. Sisanya, tiga orang dinyatakan meninggal dan lima orang lainnya dinyatakan hilang. Tiga orang yang dinyatakan meninggal adalah Muharram M. Nur (Tabloid Kontras), Ridwan Ishak (Serambi Indonesia), dan Erismawaty (Serambi Indonesia).

Muharram M. Nur, mantan Ketua AJI Banda Aceh, meninggal bersama ketiga anaknya. Pria kelahiran Sigli, 1 Maret 1960 ini tercatat sebagai redaktur pelaksana Tabloid Kontras. Sebelumnya, pernah menjadi wartawan Serambi Indonesia 1989–2000.

Sementara itu, menurut Fikra W. Eda dari Harian Umum Serambi Indonesia, jurnalis yang dinyatakan hilang di tempatnya bekerja jumlahnya mencapai 20 orang. Sampai kini, pihaknya masih terus melakukan pencarian. Harian Umum Serambi Indonesia sendiri memiliki 50 jurnalis yang tersebar di seluruh wilayah NAD. “Ada beberapa orang yang sudah ketahuan nasibnya. Tetapi kami terus berusaha melakukan pencarian terhadap mereka yang masih belum jelas nasibnya,” ujar Fikar yang ditemui SH di sela persiapan acara keprihatinan seniman atas bencana Aceh dan Sumut ini, Rabu (5/1) malam.

Fikar juga mengingatkan jurnalis Serambi Indonesia yang bermukim di Meulaboh, Lhok Seumawe, dan daerah lainnya masih dinyatakan hilang. Mereka yang hilang di antaranya terdapat Erwiyan Syafri, redaktur pelaksana harian tersebut. (bay/ina)

Kamis, 06 Januari 2005
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0501/06/nas07.html
Copyright © Sinar Harapan 2003 

Comments

Popular posts from this blog

Metamorfosa Dua Badan Intelijen Inggris, MI5 dan MI6

Kronologis Penyerbuan Tomy Winata ke TEMPO