Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
9 March 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Spy Stories»NSA dan GCHQ Pecahkan Banyak Enkripsi Dunia Online

NSA dan GCHQ Pecahkan Banyak Enkripsi Dunia Online

Abdul Manan6 September 2013
Markas NSA di Fort Meade, Maryland, AS. Foto: https://www.britannica.com/topic/National-Security-Agency
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington –  Badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) diam-diam berhasil memecahkan banyak enkripsi yang itu seharusnya bisa membuat orang menyimpan data pribadi di dunia online secara aman, kata laporan New York Times, Guardian dan ProPublica.

Laporan terbaru, yang diproduksi secara kemitraan dan diterbitkan serempak pada Kamis 5 September 2013, berdasarkan dokumen yang dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA Edward Snowden kepada surat kabar Inggris, Guardian.

Menurut laporan itu, NSA bersama partner Inggris-nya, Government Communications Headquarters (GCHQ), mampu memecahkan banyak kode yang melindungi segala sesuatu, dari e-mail pribadi hingga sistem perbankan, catatan medis, dan obrolan di internet.

Metode yang digunakan NSA dan GCHQ meliputi penggunaan superkomputer untuk memecahkan kode, melakukan usaha diam-diam dengan memasukkan enskripsi yang lemah standarnya, serta bekerja sama melalui ‘jalan belakang’ dengan perusahaan teknologi dan penyedia layanan internet.

“Melalui kemitraan rahasia, badan ini secara rahasia memasukkan enkripsi yang rentan -yang dikenal sebagai backdoors atau trapdoors- ke dalam software enkripsi komersial,” kata media Guardian.

The Guardian mengutip memo tahun 2010 GCHQ yang menggambarkan briefing NSA kepada karyawan GCHQ. “Selama dekade terakhir, NSA telah memimpin upaya agresif dan berbagai macam untuk memecahkan secara luas teknologi enkripsi internet,” kata memo tersebut. “Jumlah besar data internet terenkripsi yang dikesampingkan, sekarang dimanfaatkan.”

Sebuah memo kedua mengatakan bahwa ketika analis Inggris, yang sering bekerja bersama petugas dari NSA, tampak terkesima saat pertama kali diberitahu tentang program ini.

Dokumen lain menyatakan bahwa GCHQ telah bekerja untuk mencari cara untuk memecahkan enkripsi data yang dikirim melalui empat perusahaan internet besar, yaitu Google, Yahoo, Facebook, dan Hotmail.

GCHQ mengatakan kepada CNN, dia tidak memberi komentar soal laporan Guardian ini.

Laporan Guardian juga mengklaim bahwa NSA bekerja untuk mengembangkan cara yang lebih rahasia agar bisa menguraikan data online setelah kalah dalam pertempuran publik pada 1990-an untuk menyisipkan “pintu belakang” pemerintah ke dalam semua program .

Ahli keamanan komputer Mikko Hypponen percaya bahwa pengungkapan ini merupakan yang paling penting dari bocoran Snowden. “Ini mungkin tak banyak menjadi berita utama seperti cerita yang lain, karena kebanyakan orang tidak mengerti bagaimana sistem kerja kriptografi. Kalau memang intelijen AS memiliki berbagai sistem ini, saya terkejut, ” katanya kepada CNN.

Enkripsi kriptografi ada hubungannya dengan aplikasi yang dipakai orang sehari-hari, misalnya dalam komunikasi dan transaksi. “Sekarang kita memahami bahwa dasar keamanan web telah diganggu,” kata Mikko.

Kepala kantor penelitian F-Secure ini mengatakan, ia yakin NSA dan GCHQ mungkin telah memecahkan enkripsi dengan menempatkan ‘mata-mata’ di lokasi-lokasi penting perusahaan internet. “Setiap penyedia layanan internet harus memiliki jumlah cukup besar ‘mata-mata’ dari badan intelijen. Ingat, NSA memiliki 35.000 orang yang bekerja untuk itu,” katanya .

“Pengguna biasa tidak harus khawatir dengan pengungkapan ini — sangat jelas bahwa badan-badan intelijen tidak tertarik meretas transaksi keuangan– tetapi mereka harus marah,” tambahnya.

Dia menyarankan orang-orang di luar Amerika Serikat untuk peduli soal ini. “Berapa banyak politisi AS menggunakan layanan komputer awan dari Prancis? Hampir tidak ada. Tapi berapa banyak politisi Perancis menggunakan layanan awan AS? Semuanya,” katanya. “Ingat bahwa 96 % dari penduduk planet ini adalah orang asing bagi Amerika Serikat. Jadi, salah jika AS merasa memiliki hak legal untuk mengakses komunikasi orang asing.”

CNN | Abdul Manan

TEMPO.CO | JUM’AT, 06 SEPTEMBER 2013 | 23:00 WIB
Edward Snowden enkripsi GCHQ National Security Agency (NSA)
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025

Korea Selatan Luncurkan Satelit Mata-mata ke-4 untuk Awasi Korea Utara

26 April 2025

Mantan Manajer Petronas Didakwa dengan Spionase Bisnis

24 April 2025

Firma Konsultan Ancaman Spionase Bagi Cina

19 April 2024
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.