Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
2 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Marina Litvinenko Menuntut Ada Penyelidikan Publik

Marina Litvinenko Menuntut Ada Penyelidikan Publik

Abdul Manan7 October 2013
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

London – Marina Litvinenko, janda pembangkang Rusia, Alexander Litvinenko, secara “berani ” memutuskan untuk melanjutkan perjuangannya dengan memaksa adanya penyelidikan publik atas kematian suaminya. Litvinenko tewas setelah diracun di London tahun 2006.
Pekan lalu, Marina Litvinenko menangis saat mengatakan dirinya akan terus berjuang untuk mendanai perjuangannya melawan keputusan pemerintah Inggris, yang menunggu hasil dari pemeriksaan normal sebelum memutuskan apakah harus ada penyelidikan yang lebih luas cakupannya.

Litvinenko mengatakan, dirinya ingin mendapatkan “kebenaran” tentang bagaimana suaminya, mantan mata-mata Rusia KGB, meninggal tujuh tahun yang lalu.

Dia meminta bantuan dana kepada masyarakat Inggris untuk membiayai kasusnya. Sebelumnya, hakim pengadilan tinggi menolak pada Kamis lalu untuk melindunginya terhadap biaya yang berpotensi membuatnya kehilangan uang hingga £ 40 ribu jika dia kalah.

Pada hari Senin, 7 Oktober 2013, pengacaranya, Elena Tsirlina, mengumumkan: “Mrs Litvinenko telah membuat keputusan yang berani untuk mengajukan judicial review melawan keputusan Menteri Dalam Negeri yang tidak akan mengadakan penyelidikan publik, dan untuk terus berjuang demi mengungkap kebenaran tentang kematian suaminya, meskipun menghadapi kesulitan.”

“Kami telah diberi tahu hari ini oleh pengadilan dan semua pihak atas hal yang sama. Mrs Litvinenko bersyukur kepada publik di Inggris dan luar negeri untuk semua dukungannya,” kata Elena.

Litvinenko ingin pengadilan tinggi di London menyatakan Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May salah karena tidak memerintahkan penyelidikan publik dalam kematian suaminya tahun 2006.

Alexander Litvinenko diracun dengan radioaktif polonium-210 saat minum teh bersama dua orang Rusia, salah satunya adalah mantan pejabat KGB, di Hotel Milenium di Grosvenor Square, London. Litvinenko kemudian meninggal. Marina percaya suaminya bekerja untuk badan intelijen Inggris, MI6, pada saat kematiannya, dan dibunuh atas perintah pemerintah Kremlin.

Ben Emerson QC memberi tahu Marina Litvinenko di pengadilan pekan lalu bahwa ia mempertaruhkan hampir “semua aset yang bisa dia akses” untuk mendapatkan kebenaran dengan meluncurkan permintaan judicial review.

Emerson mengatakan, “Pemerintah Inggris dalam posisi memiliki bukti yang menunjukkan setidaknya ada bukti awal bahwa pembunuhan itu diperintahkan oleh pejabat pemerintah Rusia.”

Koroner Sir Robert Owen, yang meminta penyelidikan publik, mengatakan bahwa ia tidak bisa mendengar bukti di depan umum pada pemeriksaan normal soal dugaan keterlibatan negara Rusia dalam kematian Litvinenko. Koroner adalah pejabat publik yang menginvestigasi kasus pembunuhan.

Meskipun ada permintaan dari Owen, Menteri Dalam Negeri Inggris memutuskan bahwa pemeriksaan harus dilanjutkan, dan mengadopsi sikap “tunggu dan lihat”, apakah penyelidikan umum atau bentuk lain dari penyelidikan lebih lanjut mungkin diperlukan nanti.

Pengadilan tinggi saat ini yang akan memutuskan apakah Marina Litvinenko memiliki “kasus yang diperdebatkan”, yang harus dilanjutkan dalam sidang penuh.

GUARDIAN | ABDUL MANAN

TEMPO.CO | SELASA, 08 OKTOBER 2013 | 14:01 WIB
Alexander Litvinenko KGB Marina Litvinenko
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Novel Doctor Zhivago dan Propaganda CIA

3 April 2019

Korespondensi Pribadi Thatcher dan Eks Agen KGB Dibuka

6 January 2015

Lima Halaman Menunjuk ke Moskow

28 April 2014

Misteri Mata-mata KGB di Tubuh FBI

29 October 2013

KGB ‘Rekrut’ Dua Politikus Australia sebagai Agen

16 October 2013

Bulgaria Tutup Kasus ‘Umbrella Killing’ Markov

13 September 2013
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.