Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
1 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Bulgaria Tutup Kasus ‘Umbrella Killing’ Markov

Bulgaria Tutup Kasus ‘Umbrella Killing’ Markov

Abdul Manan13 September 2013
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sofia – Pembunuhan pembangkang Bulgaria, Georgy Markov, dengan payung racun (umbrella killing) di sebuah jembatan London pada tahun 1978 seperti sebuah episode dari halaman buku baru spionase era Perang Dingin. Bedanya, ini bukan cerita fiksi.
Kini, 35 tahun setelah peristiwa tersebut, penyelidik Bulgaria menutup buku atas penuntutan kasus itu meskipun sepupu Markov mengatakan dia tahu siapa pembunuhnya dan di mana dia tinggal.

“Kami menggolongkan ini sebagai pembunuhan … tapi kami gagal menemukan pelakunya,” kata juru bicara Kejaksaan Bulgaria Rumyana Arnaudova, Senin, 9 September 2013.

Berdasarkan undang-undang, kata Arnaudova, masa kedaluwarsa penuntutan kasus ini 11 September tahun ini.

Markov adalah wartawan dan dramawan terkemuka yang melarikan diri dari Bulgaria yang beraliran komunis, tahun 1969. Namun, ia kerap mengecam Pemerintah Bulgaria dalam beritanya untuk BBC dan Radio Free Europe.

Nahas itu terjadi pada 7 September 1978 di Jembatan Waterloo, London. Saat itu, kakinya tertusuk oleh payung seorang pejalan kaki yang lewat. Kata Markov kepada keluarganya, ia melihat orang ini sengaja menjatuhkan payungnya.

Markov, saat itu berusia 49 tahun, mengalami demam tinggi dan meninggal di rumah sakit empat hari kemudian. Hasil autopsi mengungkapkan ada pelet logam kecil dalam pahanya yang mengandung risin atau racun kuat lainnya.

Penusukan ini terjadi sebulan setelah pembangkang Bulgaria lainnya, Vladimir Kostov, selamat dari serangan serupa di metro Paris. Saat peristiwa ini terjadi, Bulgaria berada di bawah kepemimpinan diktator Todor Zhivkov.

Dokter menemukan pelet semacam itu di belakang tubuh Kostov, tapi menyimpulkan itu tidak mengandung racun yang cukup untuk membunuh seorang pria.

Peristiwa ini memicu spekulasi bahwa pelaku penusukan diperintahkan oleh polisi rahasia Bulgaria dan dilaksanakan dengan bantuan KGB, dinas rahasia Uni Soviet–kini Russia.

Pada tahun 1992, mantan kepala kontra spionase KGB yang menjadi agen ganda, Oleg Kalugin, membenarkan adanya skenario pembunuhan itu. Kalugin mengatakan, Todor Zhivkov sendiri yang memerintahkan pembunuhan Markov.

Agen ganda Rusia-Inggris, Oleg Gordievski, juga menulis cerita pada tahun 1990 bahwa KGB yang memasok racun itu dan cara penggunaannya. Menurut Gordievski, pembunuhan itu dilakukan oleh dinas rahasia Bulgaria.

Penyelidikan oleh Bulgaria yang dilakukan segera setelah komunisme jatuh pada tahun 1989 atau penyelidikan oleh Inggris–yang masih berlangsung–tidak berhasil mendapatkan bukti cukup kuat untuk mendukung penyelidikan ini.

Bagi keluarga Markov, kasus ini sangat terang. “Pelakunya adalah Francesco Gullino, yang disewa polisi rahasia Darzhavna Sigurnost–ujung tombak partai komunis, ” kata sepupu Markov, Lyuben Markov, 70 tahun, kepada AFP di rumahnya di Sofia.

Sebanyak 16 folder file Darzhavna Sigurnost tentang Markov, yang diberi sandi Vagabond, dihancurkan setelah era komunisme berakhir. Bukti lain yang bisa menuntun pada penyelidikan kasus ini sempat ditemukan pada tahun 1990-an di file orang bernama Francesco Gullino, yang bekerja untuk polisi rahasia Bulgaria dengan nama sandi Piccadilly.

Dokumen-dokumen itu, yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku oleh wartawan Hristo Hristov, menunjukkan bahwa ia menjalani pelatihan khusus di Bulgaria pada awal tahun 1978. Picadilly setidaknya melakukan empat perjalanan ke London pada tahun itu.

Dua catatan yang dilihat oleh para penyelidik Bulgaria saat itu kemudian ditemukan hilang dari file yang menyebutkan bahwa Piccadilly ditugaskan untuk menangani apa yang telah direncanakan tentang Vagabond, dan ia tercatat sudah menyelesaikan tugas tersebut.

Sang agen, Picadilly, disebut menerima hadiah khusus, liburan gratis di Bulgaria dan uang tunai US$ 30.000 tak lama setelah kematian Markov. Setelah itu, ia tidak pernah menginjakkan kaki lagi di ibu kota Inggris itu, tulis dokumen tersebut

Darzhavna Sigurnost bahkan terus membayar dia secara teratur sampai dia selesai masa tugasnya pada tahun 1990, meskipun jika tidak ada catatan dia melakukan pekerjaan apa pun untuk polisi rahasia Bulgaria ini.

Gullino sempat diperiksa di Denmark pada tahun 1993, tapi tidak pernah didakwa karena Bulgaria menolak untuk memberikan dokumen yang diperlukan kepada otoritas Denmark, kata Lyuben Markov.

“Gullino adalah 100 persen pembunuh, atau orang yang menyewa pembunuh … Tapi mereka melakukan apa yang mereka lakukan pada tahun 1993 dan kemudian tidak ada tindakan apa-apa … Dia masih hidup dan tidak peduli,” kata Lubyen Markov dengan nada kesal.

Sebuah film dokumenter terbaru oleh sutradara Jerman Klaus Dexel berhasil melacak Gullino ke kediamannya saat ini di kota Wels, Austria.

“Maafkan saya. Saya berharap saya bisa memberikan jawaban langsung, tapi …pikirkan sejenak: Kalau saya, jika saya pembunuhnya, Anda pikir saya harus, saya menyatakannya begitu saja?” kata Gullino di program dokumenter itu.

Globalpost.com | Abdul Manan

TEMPO.CO | JUM’AT, 13 SEPTEMBER 2013 | 16:39 WIB
Bulgaria KGB London Oleg Kalugin
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Novel Doctor Zhivago dan Propaganda CIA

3 April 2019

Korespondensi Pribadi Thatcher dan Eks Agen KGB Dibuka

6 January 2015

Lima Halaman Menunjuk ke Moskow

28 April 2014

Misteri Mata-mata KGB di Tubuh FBI

29 October 2013

KGB ‘Rekrut’ Dua Politikus Australia sebagai Agen

16 October 2013

Marina Litvinenko Menuntut Ada Penyelidikan Publik

7 October 2013
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.