Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
17 January 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Spy Stories»CIA dan Senjata ‘Boneka Mata Setan’ Osama bin Laden

CIA dan Senjata ‘Boneka Mata Setan’ Osama bin Laden

Abdul Manan6 April 2019
Patung Osama bin Laden. Foto: https://www.independent.co.uk/news/world/americas/cia-created-demonic-osama-bin-laden-toy-to-turn-children-against-alqa-ida-leader-9551174.html
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Lebih dari satu dekade badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA) mengerahkan pesawat tanpa awak (drone), satelit, mata-mata, informan, dan perangkat pelacakan untuk memburu Al-Qaeda di Pakistan. Al-Qaeda diburu karena dianggap sebagai pelaku serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat yang menewaskan sekitar 3.000 orang.

Tapi, tak hanya itu yang dilakukan CIA untuk melemahkan Al-Qaeda. Menurut Washington Post edisi 20 Juni 2014, badan mata-mata itu juga pernah merencanakan memproduksi boneka untuk menciptakan gambaran yang menakutkan tentang Osama bin Laden, pemimpin Al-Qaeda.

Proyek ini dimulai sekitar tahun 2005, saat CIA diam-diam mengembangkan boneka Osam. Boneka tu dicat dengan bahan larut panas, yang dirancang untuk mengelupas sehingga terlihat wajah pemimpin Al-Qaeda itu berwarna merah dan tampak seperti setan, dengan tatapan mata hijau menusuk dan tanda-tanda hitam di wajahnya.

Tujuan dari proyek, yang ternyata berumur pendek ini, sederhana: menakuti anak-anak dan orang tua mereka, dan membuatnya berpaling saat bertemu dengan Osama bin Laden yang sebenarnya.

Nama sandi untuk proyek pembuatan boneka Osama ini adalah “Devil Eyes”. Untuk menjalankan program ini, CIA meminta bantuan kepada pemain ulung dalam bisnis mainan. Pembuat mainan yang dimintai tolong itu adalah Donald Levine, mantan eksekutif Hasbro, yang berperan penting dalam penciptaan mainan sangat populer GI Joe.

Ada dua kepentingan CIA dengan menggaet Levine. Selain dia memiliki intuisi tajam soal bisnis mainan, Levine juga memiliki jaringan luas di Cina, di mana boneka Osama bin Laden itu akhirnya diproduksi. Levine telah berbisnis mainan selama hampir 60 tahun dan memiliki sarana untuk mengembangkan dan memproduksinya secara diam-diam.

Levine meninggal Mei lalu pada usia 86 tahun setelah berjuang menghadapi kanker yang dideritanya. Menanggapi pertanyaan tentang karyanya berupa boneka mainan Osama, keluarganya dalam sebuah pernyataan mengatakan: “Don Levine adalah seorang patriot yang berdedikasi, dan veteran Perang Korea. Ketika dimintai bantuan, ia merasa terhormat untuk membantu negara ini.”

Ada sejumlah pendapat soal berapa banyak boneka patung yang akhirnya diproduksi, dan dikirimkan ke negara sekutu AS seperti Pakistan dan Afganistan. Sumber Washington Post yang mengetahui proyek ini mengatakan, ada ratusan mainan yang sudah dibuat sebagai bagian dari pre produksi dan dikirim dengan kapal barang ke Kota Karachi, Pakistan, pada tahun 2006.

CIA tak membantah berita ini ini namun mengatakan proyek ini dihentikan tak lama setelah prototipe boneka itu dikembangkan. “Berdasarkan pengetahuan kami, hanya ada tiga boneka yang pernah dibuat, dan ini adalah hanya untuk menunjukkan seperti apa produk akhirnya,” kata juru bicara CIA, Ryan Trapani. Setelah melihat hasilnya, CIA mengaku tak meneruskan rencana tersebut. CIA juga tidak tahu jika boneka itu diproduksi atau didistribusikan oleh orang lain.

Terlepas dari seberapa jauh proyek “Devil Eyes” itu akhirnya berlanjut, ini adalah salah satu contoh tentang adanya operasi “merebut pengaruh” oleh intelijen. Sebagai bagian dari program aksi rahasianya, CIA telah mencoba selama beberapa dekade untuk merebut hati dan pikiran penduduk lokal atau mengubah pandangan mereka terhadap ideologi tertentu.

Selama Perang Dingin, misalnya, CIA diam-diam menerbitkan literatur Barat dan Rusia untuk distribusikan di Negara Tirai Besi itu. Salah satunya adalah novel “Doctor Zhivago” karya Boris Pasternak. CIA juga membuat Radio Free Europe dan Radio Liberty, mensubsidi majalah intelektual, mendanai konser dan pameran seni, dan membiayai seminar akademik.

CIA juga pernah menggunakan provokator muda untuk mengganggu festival pemuda partai komunis dan menjatuhkan selebaran propaganda dari balon udara. Semua itu dirancang untuk melemahkan pengaruh Uni Soviet dan negara satelitnya atau meningkatkan dukungan kepada Amerika Serikat di negara-negara penting di seluruh dunia.

Upaya tersebut berlanjut setelah berakhirnya Perang Dingin. Sebelum AS melakukan invasi ke Haiti tahun 1994, misalnya, CIA mendistribusikan bola untuk menunjukkan kemurahan hati AS. “Itu membuat mereka punya pikiran baik tentang Amerika,” kata seorang mantan pejabat CIA. “Kami berada di sana sebagai upaya untuk mempersiapkan jalan bagi militer.”

Sedikit yang diketahui tentang jenis operasi semacam ini yang dilakukan CIA sejak peristiwa serangan 11 September 2001, sebagai bagian dari perang luas melawan al-Qaeda dan ekstremisme Islam. Pembuatan boneka Osama adalah bagian dari rencana untuk memberi penduduk di negara sekutunya ateri yang bisa diberikan kepada anak-anak untuk menunjukkan niat baik AS. Hadiah yang biasanya diberikan termasuk mainan, perlengkapan sekolah seperti pensil dan buku catatan.

CIA mengatakan, pihaknya memutuskan untuk tidak meneruskan operasi merebut pengaruh dengan boneka “Wajah Setan” Osama ini. Salah satu dari boneka berwajah Osama itu kini masih tersimpan di markas CIA di Langley, Virginia, Amerika Serikat.

Osama bin Laden akhirnya tewas dalam penyerbuan oleh pasukan khusus AS, Navy SEALs ke kediamannya di Abboatabad, Pakistan, 2 Mei 2011. Butuh waktu hampir satu dekade bagi AS untuk menemukan orang nomor satu Al-Qaeda itu, yang posisinya kini digantikan oleh wakilnya, Ayman Al-Zawahiri.

Tulisan dimuat di Indonesiana.id

Al-Qaidah Boris Pasternak CIA Doctor Zhivago Osama bin Laden Perang Dingin Radio Free Europe Radio Liberty US Navy SEALs
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025

Korea Selatan Luncurkan Satelit Mata-mata ke-4 untuk Awasi Korea Utara

26 April 2025

Mantan Manajer Petronas Didakwa dengan Spionase Bisnis

24 April 2025

Firma Konsultan Ancaman Spionase Bagi Cina

19 April 2024
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.