Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
29 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Trio Baru Kasus Harini

Trio Baru Kasus Harini

Abdul Manan19 June 2006
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
PADA 12 Juni lalu, sekitar pukul 14.00, telepon genggam Ugo berdering. Peneleponnya Cicut Sutiarso, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Cicut memintanya segera ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Mungkin untuk silaturahmi,” pikir alumnus Fakultas Hukum Universitas Nasional Jakarta ini. Maklumlah, ia baru dilantik sebagai hakim tiga hari sebelumnya.
Saat di ruangan Cicut, barulah Ugo mengerti mengapa ia dipanggil. Bersama Slamet Subagio dan Sofialdi ia ditunjuk menjadi hakim kasus Harini. Mereka bertiga menggantikan Ahmad Linoh, Dudu Duswara, dan I Made Hendra Kusumah.

Bagi Ugo, soal hukum bukan hal baru dalam hidupnya. Sebelumnya ia berpraktek sebagai konsultan hukum. “Tapi, saya tak menyangka akan diterima sebagai hakim ad hoc tipikor,” kata pria 41 tahun kelahiran Bogor ini.

Sofialdi juga ditelepon Cicut, Senin pekan lalu. Setibanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pria kelahiran Bukittinggi 46 tahun lalu baru tahu namanya sudah dimasukkan Cicut dalam daftar majelis hakim baru kasus Harini.

Sebelum terpilih menjadi hakim ad hoc, Sofialdi pernah menjadi panitera pengganti di Pengadilan Tinggi Padang dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Tahun silam ia memilih mengundurkan diri untuk mendaftar menjadi hakim ad hoc. “Saya memperbanyak fotokopi surat pengunduran diri saya sebagai panitera. Berjaga-jaga kalau ditanya orang,” katanya.

Adapun Slamet sebelumnya berkarier di kejaksaan. Ia pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja, Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, dan kepala seksi penuntutan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus. Sebelum pensiun pada 2003, jabatan terakhirnya asisten pengawasan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Menurut Ugo dan Sofialdi, perbedaan pendapat yang terjadi pada majelis hakim kasus Harini sebelumnya adalah sesuatu yang wajar. “Nanti kalau saya ikut walk out juga, akhirnya kan juga tetap begini,” kata Sofialdi. Keduanya menjamin tak ada pesan sponsor dari Mahkamah Agung dalam menangani kasus Harini yang sejak Jumat pekan lalu mereka pegang itu.

Yang pasti, berkat mereka, sidang Jumat pekan lalu berjalan mulus. Tak ada walk out lagi dan mungkin juga tak akan muncul Bagir Manan di ruang sidang mereka. ***

Abdul Manan, Poernomo G. Ridho

Majalah Tempo, 19 Juni 2006

Law
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ICW: Politisi Terganggu Sepak Terjang Satgas Anti Mafia

1 December 2010

Greenpeace: Kontribusi AS Kurang dari Kebutuhan Indonesia

9 November 2010

Tak Siap, tapi Harus Jalan Terus

30 April 2010

Denny Indrayana: Bukti Tuduhan ke Pimpinan KPK Sangat Lemah

16 July 2009

Greenpeace Discovers Illegal Logging in Nabire

18 October 2008

Menangkap Kakap tanpa Melepas Teri

15 September 2008
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.