Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
17 May 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Membaranya Warung Remang-Remang

Membaranya Warung Remang-Remang

Abdul Manan24 January 1998
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Di berbagai daerah, masyarakat marah karena aparat berwewenang tak menindak warung remang-remang yang terus beroperasi pada Bulan Puasa.

ORANG menyebutnya warung remang-remang ciri khasnya memang penerangannya yang remang-remang. Lokasi yang selalu diidentikkan sebagai tempat mabuk-mabukan dan prostitusi. Warung seperti itu kerap jadi pemicu konflik dengan penduduk dan makin meruncing di kaia Bulan Suci Ramadan. Karena itu, di beberapa daerah yang aktivitas warung remang-remangnya tak menyumt pada saal Bulan Puasa, terjadi aksi kekerasan oleh penduduk. Tindakan main hakim sendiri mereka ambil karena aparat yang berwenang–yang rupanya banyak yang mendapat keuntungan dari bisnis tersebut–tak bertindak apa-apa.

Kerusuhan yang terbesar karena warung remang-remang itu terjadi di Kecamatan Tamanan, yang letaknya di perbatasan Jember dan Situbondo, Jawa Timur, 3 Januari lalu. Pertikaian yang menyebabkan luka parahnya Kepala Kepolisian Seklor ( Kapolsek) Tamanan Sersan Mayor Heru Cahyono dan anggotanya, Sersan Dua Dodhik, itu terjadi karena adanya selebaran yang mengancam terjadinya pembakaran warung remang-remang di daerah iiu. “Ini karena adanya sekelompok orang yang menamakan dirinya Kelompok Amar Makruf Nahi Munkar yang ingin memberantas penyakit masyarakat, seperti judi, pelacur, dan tukang santet,” kata Kepala Kepolisian Wilayah Besuki Kolonel Zarwan Djamaan.

Kejadian itu, kata Zarwan, dimulai dari adanya sekelompok massa yang mendatangi Desa Wonosuko, Kecamatan Tamanan. Empat orang yang berpakain “ninja” hitam-hitam bersenjata celurit dan pedang mendatangi Ibu Har, salah seorang pemilik warung yang buka siang hari. Tapi, setelah mengetahui Ihu Har hanya datang untuk membersihkan warung, niat untuk melakukan pembakaran rupanya hatal. Bersama sekitar 100 orang yang naik dua mobil pikap dan sepeda motor, mereka bergerak ke desa lain. Dalam perjalanan yang sudah menjelang malam itulah mereka berpapasan dengan rombongan kapolsek, ymg meminta mereka untuk bubar. Terjadi perkelahian. Polisi, kata Zarwan, melepaskan tembakan peringatan, tapi massa membalas. Kapolsek dan anak buahnya luka-luka, beberapa orang lain luka kena bacok. Tiga orang penduduk ditangkap.

Proles warga terhadap warung yang buka siang hari itu sebenarnya pernah dilancarkan beberapa hari sebelum Ramadan. Apakah itu warung remang-remang? “Belum ada laporan yang mengatakan bahwa itu bukan warung nasi biasa,” kata Zarwan. Apakah benar warung tersebut remang-remang atau tidak, yang pasti soal itu kemudian berbuntut dengan kerusuhan di atas.

* Beking Aparat Keamanan

Aksi main hakim sendiri atas warung remang-remang juga terjadi di Desa Perbatasan, Kecamatan Kuantan Mudik, sekitar 360 kilometer dari Pekanbaru. Delapan warung remang-remang yang letaknya di pinggir desa dibakar penduduk heberapa hari sebelum awal Ramadan ini. “Kami sangat jengkel karena warung itu sumber keributan musik, perkelahian, dan ada wanita-wanita yang hampir telanjang,” kata Shahruddin H.M., salah seorang warga.

Rasa dongkol itu sudah mereka utarakan ke aparat desa dan pemilik warung sejak setahun lalu. Selain itu, mereka juga melaporkannya ke kapolsek dan camat. “Tapi, sepertinya dianggap angin lalu,” ujar Shahruddin. Kejengkclan para petani dan nelayan itu baru tersalur setelah 20 mahasiswa–warga Desa Perbatasan–pulang dari Pekanbaru. Bersama penduduk, mereka membakar tempat tersebut. Hanya dalam waktu dua jam, delapan warung musnah. Pemilik dan penghuninya yang mungkin sldah mengetahui rencana itu sudah menghilang siang harinya. Aksi itu terhenti setelah polisi turun tangan.

Lokasi mirip warung remang-remang temyata juga ada di Kota Santri Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Para pedagang kaki lima yang membuka kios alakadarnya di Jalan K.S. Tubun tiap malam berjualan minuman keras. Akibatnya, tempat itu pun jadi lokasi orang teler dan pangkalan wanita-wanita nakal. Mereka tak peduli meskipun di jalan itu ada dua madrasah diniah dan asrama polisi. Sudah dua tahun, penduduk mencoba memperingati mereka, tapi adanya 10 preman yang berjaga dan kabarnya ada beking dari aparat keamanan membuat tempat itu bisa bertahan.

Lambannya reaksi pemerintah daerah itu membuat penduduk tak sabar. Jumat, 2 Januari lalu, mereka mendatangi lokasi dan memintaparapedagang menutup dagangan, tapi tak diindahkan. Karena itulah, esok harinya, sekitar 200 penduduk yang berpakaian sarung dan berkopiah protes ke pendapa kabupaten. Aparat keamanan temyata tanggap. Kapolres Bangkalan Letnan Kolonel Suko Basuki dan Komandan Komando Daerah Militer Letnan Kolonel Jumadi segera memerintahkan anak buahnya membongkar lokasi penjualan minuman keras itu. Sebanyak 15 pedagang menuruti dan massa pun tenang kembali.

Namun, lain lagi reaksi aparat dalam menanggapi permintaan masyarakat Bekasi, Jawa Bara, agar warung remang-remang di Malvinas, tempat beroperasi 700 pelacur, ditutup. “Serahkan saja kepada petugas keamanan,” kata Kapolda Jaya Mayjen Hamami Nata, mengimbau. Tapi, bagaimana kalau petugas keamanannya malah berjaga di sana, Pak?

Laporan Abdul Manan, Zed Abidien, dan Jupernalis Samosir

D&R, Edisi 980124-023/Hal. 33 Rubrik Peristiwa & Analisa

Social
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

KIARA: Pemerintah Tak Berpihak kepada Nelayan

28 December 2010

Morality plays

21 March 2006

Tensi Tinggi di Antara Pasal Lonjong

20 March 2006

Berjuang dengan Usulan

20 March 2006

A Revolutionary Move

27 February 2006

Not a Magic Wand

27 February 2006
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.