Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
19 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Hapus Anggaran untuk Wartawan di Departemen

Hapus Anggaran untuk Wartawan di Departemen

Abdul Manan22 July 2006
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
(Jakarta) Sejumlah organisasi pers seperti Aliansi Jurnalis Independent (AJI) dan Dewan Pers mengkampanyekan antisuap. Lembaga – lembaga itu mendesak Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla menghapus anggaran untuk wartawan yang ada disetiap departemen. Penyediaan anggaran akan sangat menggangu profesionalisme wartawan. Wapres sendiri setuju dengan usulan tersebut.

Demikian dikemukakan Ketua AJI, Heru Hendratmoko di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (21/7), sesuai bertemu dengan Wapres. Hadir juga pada pertemuan itu anggota Dewan Pers Leo Batubara, Sekretaris Jenderal AJI Abdul Manan, Pemimpin Redaksi SCTV Rosiana Silalahi, Ketua Divisi Serikat Pekerja AJI Ulin Ni’am Nusron, Ketua AJI Jakarta Jajang Djamaludin.

Heru menjelaskan, kampanye antisuap ini adalah bagian dari sebuah proses untuk mendorong pemerintah memberantas korupsi. Pemberantasan korupsi yang diberitakan terus menerus oleh media massa harus dimulai dari pekerja pers itu sendiri. caranya tidak menerima amplop dari nara sumber. Meskipun menurut Rosiana, antara pemberian amplop dan pemberitaan sama sekali tidak ada hubunganya. Karena sebuah berita sebelum ditayang atau diturunkan pasti melalui proses penggodokan di redaksi. Yang diperlukan adalah wartawan itu harus kerja profesional. “perlu kita beritahukepada nara sumber bahwa tidak ada kaitanya antara pemberian amplop dan pemberitaan atau promosi terhadap narasumber,” katanya.

Menurut survei Aji Jakarta 2005, 68 persen dari 400 responden yang tersebar di 117 kota di Indonesia berpendapat budaya amplop dari nara sumber mempengaruhi liputan seorang jurnalis. Kategori amplop menurut responden yang semua wartawan itu mulai dari dari pemberian uang, barang – barang bernilai souvenir, perjalanan peliputan dan akomodasi selama liputan, jamuan makan sampai fasilitas gratis.

Leo Batubara menambahkan, ada kesamaan agenda antara pemerintah dengan organisasi – organisai wartawan yaitu memberantas korupsi. Seperti juga dikemukakan Heru, pemberantasan korupsi itu mulai dari para pekerja pers dulu yaitu dengan menghapus budaya amplop untuk wartawan. Karena budaya itu mempertaruhkan kredibilitas wartawan itu sendiri.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang kencangnya tuntutan penghapusan budaya amplop dikalangan wartawan sementara gaji wartawan sangat rendah, Ulin Ni’am menegaskan, wartawan harus berani membentuk organisasi karyawan di perusahaan masing – masing untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para wartawan. Karena tanpa organisasi, perjuangan peningkatan kesejahteraan akan sia- sia.

Terkait dengan kesejahteraan wartawan, AJI Jakarta, sudah menetapkan gaji seorang wartawan fresh graduate Minimal RP. 3,1 juta perbulan. Tetapi perjuangan untuk itu, memang tidak mudah. Upaya pembrantasan budaya amplop ini harus perlahan – lahan mulai dari wartwan sampai tingkat pimpinan redaksi.(A-21)

Suara Pembaruan, 22 Juli 2006. Halaman 3 

On Media
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Newsweek Akan Kembali Terbit dalam Edisi Cetak

5 December 2013

Dari 3.000-an Media Massa, Baru 30 Media yang Punya Serikat Pekerja

17 September 2011

Serikat Karyawan Kalahkan Indosiar

19 January 2011

Indosiar Kalah di Pengadilan Negeri Jakarta Barat

18 January 2011

Wartawan Tempo Raih Swara Sarasvati 2010

22 December 2010

Media Diminta Benahi Klausul Perjanjian Kerja dengan Pekerjanya

3 November 2010
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.