Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
27 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Dari 3.000-an Media Massa, Baru 30 Media yang Punya Serikat Pekerja

Dari 3.000-an Media Massa, Baru 30 Media yang Punya Serikat Pekerja

Abdul Manan17 September 2011
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TEMPO Interaktif, Jakarta – Federasi Serikat Pekerja Media Independen mencatat dari 3.117 media yang ada di Indonesia baru 30 media yang telah membentuk Serikat Pekerja (SP). Ketua Federasi Serikat Pekerja Media Independen, Abdul Manan, menilai industri media memang yang paling lamban ketimbang industri lainnya.

“Pers Indonesia telah lahir sejak 1800-an, tapi serikat pekerja media baru dirintis tahun 1978. Ini sangat berbeda dengan pekerja di Kereta Api yang sejak berdirinya tahun 1800 langsung memiliki serikat pekerja,” kata Manan, ketika menjadi pembicara dalam workshop pekerja media membangun serikat yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, Sabtu, 17 September 2011.

Menurut Manan, sejak awal berdirinya, industri media memang berbeda dengan industri lainnya. Sejak kelahirannya media syarat dengan semangat idealisme perjuangan, sehingga hubungan perindustrian di internal media saat itu belum dirasa perlu. Permasalahan di internal perusahaan media baru mencuat tahun 1978 di mana jurnalis mulai mempertanyakan status mereka apakah sebagai buruh dan sebagai profesi.

Sejak saat itulah beberapa pekerja di media lantas mulai merintis berdirinya SP. Selain untuk menyelesaikan masalah perburuhan, SP media juga mulai melakukan penyusunan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). “Masih memprihatinkan, dari 30 SP yang berdiri, baru enam yang telah memiliki PKB, yaitu Tempo, SWA, KBR68H, Smart FM, Antara, dan Kedaulatan Rakyat,” kata mantan Sekjen AJI ini.

Karena itu, Federasi Serikat Pekerja Media Independen saat ini terus berupaya mendorong pekerja media untuk merintis SP. Rintisan ini diupayakan tidak hanya untuk para pekerja tetap di media, melainkan juga bagi pekerja media berstatus nontetap yang biasa disebut sebagai koresponden/kontributor.

FATKHURROHMAN TAUFIQ | EKO WIDIYANTO

TEMPO Interaktif, Sabtu, 17 September 2011 | 16:25 WIB

On Media
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Newsweek Akan Kembali Terbit dalam Edisi Cetak

5 December 2013

Serikat Karyawan Kalahkan Indosiar

19 January 2011

Indosiar Kalah di Pengadilan Negeri Jakarta Barat

18 January 2011

Wartawan Tempo Raih Swara Sarasvati 2010

22 December 2010

Media Diminta Benahi Klausul Perjanjian Kerja dengan Pekerjanya

3 November 2010

Bagir Manan Menjadi Anggota Dewan Pers

7 January 2010
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.