Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
29 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Duh, Malangnya Nana

Duh, Malangnya Nana

Abdul Manan31 March 1998
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Seorang mahasiswa memerkosa bocah lima tahun. Kelainan seksual atau main gampang.

INI kisah duka seorang bocah perempuan, sebut saja Nana, lima tahun. Bocah polos berkulit putih itu diperkosa Fatkhurrahman, 21 tahun, mahasiswa yang indekos di sebelah rumah keluarganya di daerah Pucangarjo, Surabaya.

Fatkhur, mahasiswa akademi perawat, mula-mula membujuk Nana dengan iming-iming roti pada Desember lalu. Tanpa waswas, bocah cilik itu menerima roti dari Fatkhur, yang dikenal sebagai Slamet. Fatkhur semakin menebar jaring setannya. Ia meyakinkan Nana bahwa dirinya adalah pacar Nana. Karena itu, Nana mesti menurut, apa pun yang diminta Fatkhur.

Nana, yang masih kecil, tentu saja belum mengerti tipuan itu. Setelah terbujuk, Nana diminta tidur-tiduran di kamar indekos Fatkhur, yang memang sepi pada siang hari. Setelah berbaring, baju bocah cilik itu dilucuti. Dan, Fatkhur kemudian menyetubuhinya.

Ketika Nana menjerit kesakitan, Fatkhur membungkam mulut kecil itu. Ia terus saja melakoni ulah bejatnya. Tak cuma itu. Yudiono, teman sekamar indekos Fatkhur, juga ikut-ikutan. Perbuatan nista itu mereka lakukan terhadap Nana sampai tujuh kali, selama Desember lalu.

* Jadi Pemurung

Awalnya, aksi Fatkhur dan Yudi aman-aman saja. Mungkin lantaran Nana sudah diancam untuk tutup mulut. Namun, lama-lama, perubahan sikap dan tingkah bocah perempuan itu, rupanya, menarik perhatian neneknya, Ny. Tirta.

Sang nenek merasa ulah cucunya semakin aneh. Nana, yang tadinya ceria dan lincah, jadi pemurung dan malas sekolah. Bocah itu juga acap memegangi kemaluannya, sambil meringis kesakitan.

Janggalnya lagi, bila Fatkhur ataupun Yudi lewat di depan rumahnya. Nana tampak tersipu-sipu malu. Kecurigaan Ny. Tirta semakin menjadi-jadi tatkala dia menemukan tisu berbercak darah di keranjang sampah. Namun, upaya Ny. Tirta untuk membujuk Nana agar mau menceritakan peristiwa yang menimpanya tak membuahkan hasil. Nana tak kunjung buka mulut.

Belakangan, usaha Ny. Tirta mulai menunjukkan hasil. Nana mengaku bahwa dirinya “dikerjain’ Fatkhur. Dugaan Ny. Tirta pun semakin menguat setelah Nana diperiksa dokter. Ternyata, didinding kemaluan Nana robek akibat paksaan benda tumpul.

Ny. Tirta langsung mengadukan Fatkhur alias Slamet dan Yudi ke Kepolisian Sektor Kota Gubeng, Surabaya. Tanpa kesulitan, polisi kemudian meringkus Fatkhur dan Yudi.

Kepada pemeriksa, kedua tersangka membenarkan kisah itu. Bahkan, Fatkhur mengaku pernah mencoba memerkosa Lina, bukan nama sebenarnya, juga bocah perempuan sebaya Nana. Tapi, kata Fatkhur, Lina hanya dipaksa melakukan seks anal dengannya.

* Krisis Harga Diri

Fatkhur dan Yudi mengaku sangat menyesal. “Namanya khilaf, seperti kesetanan.” ucap Fatkhur, sambil tertunduk. Meski tidak diduga mengalami kelainan jiwa, polisi tentu akan mendatangkan psikiater untuk memeriksa Fatkhur dan Yudi.

Menurut Astrid Wiratna, psikolog yang juga dosen di Universitas Surabaya, bisa juga kedua tersangka mengidap kelainan seksual. seperti fedofilia (suka berhubungan seks dengan anak kecil). Tapi, “Bisa pula karena keduanya tidak punya pacar dan tidak mampu untuk ‘beli’,” tutur Astrid.

Polisi sempat menanyakan kepada Fatkhur dan Yudi atas ulah mereka terhadap Nana yang sampai terjadi tujuh kali. Fatkhur cuma tersenyum-senyum menjawabnya, seraya menunduk. “Sudahlah, Mas. Pokoknya saya menyesal. Tobat,” ujarnya berulang-ulang, “yang tidak bisa saya bayangkan, bagaimana menaruh muka saya kalau kembali masuk kuliah.”

Kok, cuma membayangkan nasibnya? Bagaimana dengan derita Nana, yang mungkin sulit terhapuskan? “Si anak akan mengalami gangguan psikologis yang sangat hebat,” kata Astrid Wiratna. Karena, peristiwa itu merupakan aib yang sangat besar pada dirinya. Kemungkinan terburuk, “Anak perempuan itu bisa kehilangan harga dirinya.” ujar Astrid.

Tampaknya, beban yang harus ditanggung Nana sangat berat. Selain ada kemungkinan anak yang diperkosa berkali-kali menjadi tak produktif-cap negatif masyarakat juga bisa memperparah kondisi kejiwaannya.

“Itu memang bukan tidak hisa disembuhkan. Yang harus dilakukan adalah membimbing anak itu dengan hati-hati,” kata Astrid, “tapi jangan terlalu dikasihani, seperti dia anak yang lemah. Perlakukan seperti anak-anak lain.”

Laporan Abdul Manan (Surabaya)

D&R, Edisi 980314-030/Hal. 66 Rubrik Kriminalitas

Law
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ICW: Politisi Terganggu Sepak Terjang Satgas Anti Mafia

1 December 2010

Greenpeace: Kontribusi AS Kurang dari Kebutuhan Indonesia

9 November 2010

Tak Siap, tapi Harus Jalan Terus

30 April 2010

Denny Indrayana: Bukti Tuduhan ke Pimpinan KPK Sangat Lemah

16 July 2009

Greenpeace Discovers Illegal Logging in Nabire

18 October 2008

Menangkap Kakap tanpa Melepas Teri

15 September 2008
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.