Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
17 January 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»AJI: Adanya Indoleaks Layak Disyukuri, Bukan Ditakuti

AJI: Adanya Indoleaks Layak Disyukuri, Bukan Ditakuti

Abdul Manan12 December 2010
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

MINGGU, 12 DESEMBER 2010 | 17:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Koordinator Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Margiyono menilai positif adanya situs Indoleaks, yang disebut sebagai Wikileaks dari Indonesia tersebut. “Karena ini menjadi salah satu sarana untuk penyebaran informasi,” kata Margiyono saat dimintai komentar soal adanya laman Indolekas, Ahad (12/12/2010).
Menurut Margiyono, adanya laman yang bisa diakses di www.indoleaks.org ini juga belum layak dikhawatirkan oleh pemerintah. “Karena belum membongkar dokumen yang rahasia seperti kabel diplomasi atau rahasia pertahanan. Level indoleaks kan baru dokumen sharing, belum melakukan leaking. Dalam arti belum melakukan pembocoran rahasia,” kata Margiyono.
Indoleaks, seperti halnya Wikileaks, merupakan pelengkap dari adanya Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik. “Wikileaks itu kan lahir dari ketidakpuasan terhadap Freedom of Information Act di banyak negara demokratis seperti Amerika Serikat dan Inggris,” kata dia. Walau pun mereka punya FOI, kata Megi, “Masih banyak informasi publik yang disembunyikaan atas nama rahasia negara.” Dia menilai, Indoleaks mengikuti jejak itu.
Megi, panggilan akrab Margiyono, menambahkan, yang diunggah dalam Indoleaks juga masih sedikit. Hingga kini, yang sudah diunggah antara lain, soal dokumen terkait penyebab semburan Lapindo, Sidoarjo, dokumen Tim Pencari Fakta kasus Munir, dan dokumen visum korban G30S. Informasi-informasi itu, kata dia, sebenarnya masih bisa diperoleh melalui Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik.
Indoleaks, kata Megi, juga bisa disebut sebagai upaya melawan rezim ketertutupan saat ini. Hanya saja, apa yang disebut Megi sebagai “pembangkangan digital” ini akan lebih bermakna jika Indoleaks bisa mengunggah informasi yang dalam pasal 17 UU Keterbukaan Informasi Publik dikategorikan sebagai informasi yang dikecualikan. “Kalau dokumen yang dibocorkan tidak termasuk dalam informasi yang dikecualikan, ya kurang bermakna, karena (dokumen) itu sudah dijamin undang-undang alias bisa diminta,” kata Megi.
Mungkinkah Indoleaks bisa melakukan terobosan seperti pendahulunya, Wikilekas, yang bisa membocorkan informasi penting? Soal ini, Megi mengaku belum bisa memastikan. Ia mengingatkan bahwa Wikileaks bisa membocorkan dokumen-dokumen penting itu bukan karena pengelolanya mampu membobol dokumen, tapi karena ada orang-orang yang menyerakan dokumen itu. “Kalau ada intel atau diplomat indonesia yang mau kasih dokumen ke Indoleaks, ya Indoleaks akan mampu mengikuti jejak Wikileaks,” kata dia. 
Situasi seperti itu, kata Megi, sangat mungkin juga terjadi di Indonesia. Megi memberi contoh soal kasus video penyiksaan di Papua yang diunggah ke YouTube, yang ternyata oleh anggota TNI. Motif orang mau membagi informasi rahasia, juga beragam. Salah satunya bisa jadi karena ada persaingan internal. “Yang penting Indoleaks bisa membuat sistem perlindungan wistle blower yang baik, ya suatu saat ada insider yang mau kasih dokumen,” kata Megi.
Soal tingginya orang yang mengunjungi Indoleaks dan mengunduh dokumennya, Megi mengatakan, itu karena pengaruh pemberitaan tentang Wikileaks. “Karena kan menyatakan diri sebagai Wikileaks-nya Indonesia, sementara Wikileaks lagi menggoncang dunia,” kata Megi. 
Dia juga menambahkan, selama ini tak ada sharing dokumen yang baik sehingga ada sejumlah dokumen yang sebenarnya bukan rahasia, tapi hanya diketahui oleh sejumlah orang saja. Ia menyebut soal dokumen Lapindo, yang menurutnya itu hanya diketahui di kalangan terbatas saja, seperti wartawan dan aktifis lembaga swadaya masyarakat. “Indoleaks membuka mekanisme sharing dokumen itu, walau belum melakukan leaking dokumen,” kata jurnalis Radio VHR ini.
Abdul Manan
Berita terkait:
Indoleaks, Wikileaks dari Indonesia
Dalam Setengah Hari, Pengunduh Indoleaks Sudah 15.000
Malam Ini, Indoleaks Janji Unggah Dokumen Kasus Munir
Hari Kedua, Pengunduh Indoleaks Sudah 100.000
Pengunduh Indoleaks Tembus 1 Juta  
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indoleaks Wikileaks
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Internet Mengubah Politik Kamboja dan Indonesia

23 September 2014

Snowden Resmi Ajukan Suaka ke Rusia

18 July 2013

Edward Snowden: Whistle Blower atau Pengkhianat?

22 June 2013

Inilah Upah Layak Jurnalis Versi AJI

21 January 2011

AJI Kecam Upaya Pembungkaman Wikileaks

15 December 2010
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.