Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
2 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»FBI Curigai Diplomat Rusia Rekrut Mata-mata di AS

FBI Curigai Diplomat Rusia Rekrut Mata-mata di AS

Abdul Manan24 October 2013
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

New York – FBI menduga kepala program pertukaran budaya Rusia di Washington merekrut anak muda Amerika Serikat sebagai mata-mata melalui pengaturan perjalanan mereka ke Rusia. Diplomat Rusia Yury Zaitsev, yang mengepalai program pertukaran di ibu kota AS, telah ditandai oleh otoritas Amerika sebagai kemungkinan perekrut mata-mata.

Kebocoran tentang penyelidikan Zaitsev telah dipublikasikan oleh beberapa media AS, termasuk versi Internet dari Washington Post dan outlet media Mother Jones.

Sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya di FBI mengatakan kepada wartawan bahwa Zaitsev dan rekan-rekannya telah mengorganisasi kunjungan ke Rusia yang dibiayai itu untuk sekitar 130 warga Amerika. Sebagian besar yang mengikuti program ini adalah pekerja nirlaba, orang-orang bisnis, dan pembantu di bidang politik.

FBI mengklaim kantor pusat telah mempersiapkan file mereka yang mengunjungi Rusia, dan ini berpotensi dapat membuka jalan untuk perekrutan mereka pada masa depan. Menurut Russia Today, 24 Oktober 2013, tidak disebutkan adanya bukti kuat yang mendukung kecurigaan ini, kecuali bahwa dalam kasus tertentu pihak Rusia menanggung biaya transportasi dan akomodasi mereka.

Pemerintah Rusia menerima berita ini dengan bingung dan mengatakan bahwa “tuduhan itu tidak ada hubungannya dengan kenyataan.” “Kami percaya bahwa publikasi media dan tindakan pemerintah AS tidak ramah dan ditujukan untuk memperparah situasi di bidang kerja sama kemanusiaan internasional,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Setelah adanya kejadian ini, diplomat Rusia menyatakan bahwa retorika Perang Dingin telah datang kembali dan menjadi bagian dari hubungan bilateral dua negara. “Ini memalukan bahwa Perang Dingin menggema dari waktu ke waktu dalam hubungan Rusia-Amerika,” kata Zaitsev secara eksklusif kepada kantor berita Itar-Tass.

Kata Zaitsev, layanan yang dipromosikan oleh Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia itu “benar-benar terbuka” dan tidak kurang transparan dari program serupa oleh Amerika Serikat yang dipromosikan di Rusia. “Informasi lengkap mengenai program dan proyek kami dapat ditemukan di website kami,” katanya (rs.gov.ru, dalam bahasa Rusia).

Adapun agen FBI dilaporkan menginterogasi peserta program pertukaran, meminta mereka untuk menggambarkan kegiatan mereka selama di Rusia. Peserta program pertukaran yang dikonfirmasi Mother Jones mengakui telah menerima pemberitahuan resmi dari FBI soal Zaitsev dan aktivitasnya.

Zaitsev sendiri menyebutkan investigasi yang sedang berlangsung itu “semacam perburuan.” Dia menilai FBI “mengejar anak laki-laki dan perempuan” yang mengunjungi Rusia, menuntut mereka mengungkapkan apa yang mereka lakukan selama kunjungan ke sana. “Ada proses yang dilakukan untuk menciptakan ketakutan terhadap Rusia dalam masyarakat Amerika … ini tidak dapat diterima,” katanya.

Juru bicara Biro Penyelidik Federal (FBI) AS, Jason Pack, menolak untuk mengomentari berita ini.

Rusia Rossotrudnichestvo (Federal Agency for the Commonwealth of Independent States, Compatriots Living Abroad and International Humanitarian Cooperation), yang berkaitan dengan pertukaran budaya global, diciptakan tahun 2008 dan saat ini dipimpin oleh politikus dan diplomat Konstantin Kosachev. Badan ini memiliki wakil di 77 negara di 59 pusat-pusat khusus kebudayaan dan ilmu pengetahuan Rusia dan di 18 misi diplomatik nasional.

RUSSIA TODAY | GUARDIAN | ABDUL MANAN

TEMPO.CO | KAMIS, 24 OKTOBER 2013 | 22:16 WIB

Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Rusia Washington Post
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Gadis Demonstran dari Voskresensk

8 September 2019

Jeanne, Agen Perempuan CIA Penangkap Mata-mata

30 April 2019

Bodyguard Pemimpin Hezbollah Itu Ternyata Agen Mossad

10 April 2019

Hati-hati ‘Perangkap Seks’ Intel Rusia dan Cina

5 April 2019
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.