Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
17 January 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Reportase»Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

Abdul Manan3 April 2024
Illustrasi Havana Syndrome. BBC.com
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Unit intelijen militer Rusia, GRU (Glavnoye razvedyvatel’noye upravleniye), dicurigai berada di balik serangan di seluruh Eropa dengan menggunakan senjata akustik terhadap sejumlah diplomat dan mata-mata Amerika Serikat di seluruh dunia.

Soal ini diungkap dalam laporan investigasi The Insider, 60 Minutes dan Der Spiegel, yang menyoroti insiden kesehatan yang tidak dapat dijelaskan dan dikenal sebagai ‘Havana Syndrome’.

Nama ‘Havana Syndrome’ ini bermula pada 2016 ketika diplomat AS di ibu kota Kuba, Havana, melaporkan rasa sakit dan mendengar suara menusuk di malam hari. Ini memicu spekulasi adanya serangan musuh asing menggunakan senjata sonar yang tidak ditentukan.

Hingga saat ini, lebih dari 100 laporan penyakit ini – yang secara resmi disebut sebagai insiden kesehatan yang tidak wajar (AHIs) – telah muncul di kalangan mata-mata, diplomat, perwira militer, dan kontraktor AS di Cina, Eropa, dan Washington D.C.

Investigasi bersama selama setahun, mengutip dokumen intelijen Rusia yang disadap, catatan perjalanan, metadata panggilan telepon, dan kesaksian saksi mata, menunjukkan bahwa Unit 29155 berada di balik serangan misterius tersebut.

Unit 29155 Rusia, sebuah pasukan pembunuh dan tim sabotase GRU, pada tahun-tahun sebelumnya dikaitkan dengan serangkaian upaya pembunuhan yang mengganggu stabilitas di Republik Ceko, Moldova, Bulgaria, Montenegro, dan Inggris. Termasuk upaya peracunan terhadap pembelot Sergei Skripal pada 2018 di Inggris.

Anggota senior Unit 29155 dilaporkan menerima penghargaan dan promosi ke posisi politik karena mengembangkan “senjata akustik yang tidak mematikan,” kata hasil penyelidikan tiga media tersebut.

Serangan berbasis suara dan frekuensi radio mungkin telah dimulai lebih awal dari yang diketahui publik. Sebelumnya The Insider pernah melaporkan dua serangan terpisah di Frankfurt, Jerman pada November 2014.

Moskow sebelumnya membantah bertanggung jawab atas insiden misterius tersebut dan intelijen AS menyimpulkan bahwa keterlibatan asing “sangat kecil kemungkinannya” sebagai penyebab Havana Syndrome yang gejalanya meliputi migrain, pusing kronis, dan depresi.

Pada bulan Maret 2023, badan intelijen melaporkan gejala-gejala tersebut mungkin disebabkan oleh kondisi yang sudah ada sebelumnya, penyakit konvensional, dan faktor lingkungan. Adam, nama samaran petugas CIA pertama yang terkena dampak Sindrom Havana di Kuba, membantah penilaian tersebut dalam komentarnya kepada The Insider.

“Apa yang ditunjukkan oleh penyelidikan jangka panjang adalah bahwa komunitas intelijen [AS] tidak mampu menjalankan fungsinya yang paling mendasar, atau mereka telah berupaya menutupi fakta dan menyilaukan karyawannya yang terluka dan masyarakat luas,” kata Adam seperti dikutip dalam laporan itu.

Pada hari Senin, Kremlin membantah terlibat dan menilai klaim Rusia berada di balik serangan Havana Syndrome adalah “tidak berdasar”. “Ini bukan masalah baru, ini telah dibicarakan di media selama bertahun-tahun, dan sering kali dikaitkan dengan tuduhan terhadap pihak Rusia,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip The Moscow Time.

Amerika Serikat CIA GRU Havana Syndrome Rusia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025

Manis-Pahit Budi Daya Keramba Jaring Apung

27 October 2024

Kenangan Pudar di Danau Maninjau

27 October 2024

Jenderal Dudung soal Kebijakan TNI AD, Papua dan Revisi UU TNI

22 May 2023

Surya Paloh soal Panas Dingin Hubungannya dengan Jokowi

15 May 2023
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.