Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
2 May 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Chomsky Serukan Perlawanan terhadap Spionase NSA

Chomsky Serukan Perlawanan terhadap Spionase NSA

Abdul Manan17 November 2013
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Massachusetts – Meluasnya program pengawasan yang dilakukan badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA), menghadapkan masyarakat pada dua pilihan yakni melawan atau ikut terlibat dalam dalam kegiatan spionase itu, kata Noam Chomsky, filsuf dan profesor linguistik dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dalam diskusi panel yang diselenggarakan di kampus MIT, Cambridge, Jumat, 15 November 2013, Chomsky mengingatkan bahwa kebebasan yang dinikmati warga negara Amerika Serikat saat ini “bukan hadiah dari orang yang di atas”. “Kebebasan ini dimenangkan oleh perjuangan masyarakat luas,” kata Chomsky.

Soal pejabat AS yang mengutip bahwa ‘keamanan nasional’ disebut sebagai alasan untuk melakukan program pengawasan di dalam negeri, Chomsky mengatakan, argumen yang sama juga digunakan oleh “kebanyakan sistem mengerikan” lainnya dalam sejarah, seperti polisi rahasia Stasi di bekas Jerman Timur.

“Perbedaan kita dengan negara-negara totaliter adalah warga di sana tidak bisa melakukan banyak hal terhadap hal itu,” kata Chomsky. “Jika kita tidak mempersoalkan penggunaan alasan keamanan dan memisahkan bagian-bagian yang sah dengan yang tidak sah, maka kita (juga sebenarnya) terlibat.”

“Kita bisa yakin bahwa setiap sistem kekuasaan akan mencoba menggunakan teknologi terbaik yang tersedia untuk mengontrol dan mendominasi dan memaksimalkan kekuatan mereka,” kata Chomsky. “Kita juga bisa yakin … bahwa mereka ingin melakukannya secara rahasia.”

Apa yang dibutuhkan saat ini adalah “adanya perdebatan serius tentang garis batas” ketika bicara soal program pengawasan atau spionase yang dilakukan pemerintah, kata wartawan investigasi dari Washington Post, Barton Gellman, dalam forum yang sama dengan Chomsky. Gellman adalah salah satu wartawan yang menerima bocoran dokumen program rahasia NSA dari eks analis lembaga itu, Edward Snowden.

Gellman mengatakan, ada perbedaan penting antara kegiatan pengawasan yang dilakukan AS dan langkah sama yang dilakukan Stasi. “Stasi diketahui sengaja dan untuk membungkam para penentangnya,” katanya. “Saya tidak berpikir bahwa apa yang kita lihat di (AS) sini sama seperti itu.”

Gellman mengatakan, smartphone adalah perangkat pelacakan yang sangat baik. “Mulai dari lokasi saya, dengan siapa saya berkomunikasi, apa yang saya cari,” katanya sambil menunjukkan perangkat komunikasi pintarnya. “Saya membayar ke Verizon Wireless $ 1.000 per tahun untuk ini.”

Gellman menambahkan, meskipun perusahaan telekomunikasi mendapatkan uang dengan cara menjual informasi pribadi pengguna telepon kepada pihak ketiga, pada saat yang sama NSA tidak bisa melakukan bagian dari tugasnya secara efisien jika perusahaan tidak menjual dan mempertahankan data pelanggannya.

Keterangan dari perusahaan telekomunikasi dan persyaratan layanan juga memang membatasi manfaat yang bisa didapat. “Umumnya, persyaratan layanan tertulis dengan mengatakan bahwa mereka bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan, dalam banyak kata,” kata dia. Bahkan meski pelanggan membacanya dengan saksama dan punya catatan yang sedang dibuat, kata Gellman, “Anda tidak memiliki cara untuk memantau apa yang mereka lakukan.”

Belum jelas berapa banyak lagi pengungkapan di media dari bahan yang diberikan Snowden kepada Gellman dan wartawan lainnya di seluruh dunia. Menurut taksiran NSA, Snowden konon sudah membocorkan hingga 200.000 dokumen rahasia kepada wartawan, yang sebagian besar berlabel “sangat rahasia”. “Soal dokumen Snowden ini masih jauh dari selesai,” kata Gellman.

PCWORLD | ABDUL MANAN

TEMPO.CO | MINGGU, 17 NOVEMBER 2013 | 13:55 WIB

Massachusetts Institute of Technology (MIT) National Security Agency (NSA) Noam Chomsky spionase
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dari Balik Gedung Minim Jendela

26 August 2018

Pasal Spionase untuk Sang Dokter

16 April 2018

Swedia: Sepertiga Delegasi Rusia adalah Mata-mata

20 March 2015

Korespondensi Pribadi Thatcher dan Eks Agen KGB Dibuka

6 January 2015

Intelijen Inggris Buka Dokumen Soal Mata-mata Legendaris, Mata Hari

30 April 2014

Oposisi Desak Angela Merkel Tekan Obama Soal Spionase NSA

28 April 2014
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.