Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
10 December 2025
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Wakil PM Irak Lolos dari Percobaan Pembunuhan

Wakil PM Irak Lolos dari Percobaan Pembunuhan

Abdul Manan11 April 2014
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Baghdad – Wakil perdana menteri Irak  Saleh al-Mutlaq lolos dari upaya pembunuhan, Jumat 11 April 2014. Kelompok militan berpakaian seperti tentara menembaki rombongan konvoinya saat di Baghdad barat.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan, yang menjadi aksi kekerasan terbaru saat negara ini menghadapi pemilihan parlemen pada 30 April mendatang.

Militan Islam di masa lalu sering menargetkan pejabat negara ini dalam upaya mereka merusak kepercayaan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Nouri al-Maliki dari Syiah.

Anggota parlemen Sunni, Talal al-Zobaie mengatakan, ia menyertai al-Mutlaq, yang juga sama-sama Sunni, dan beberapa pejabat pemerintah lainnya saat mengunjungi desa di daerah Abu Graib, sebelah barat ibukota Irak, ketika serangan itu terjadi.

Sekelompok pria bersenjata dengan seragam tentara dan mengemudi kendaraan militer, menembaki konvoi mereka. Serangan ini , memicu tembak-menembak dengan penjaga dan tentara yang melindungi al-Mutlaq, kata al-Zobaie. Tiga dari penjaga al-Mutlaq terluka dan para penyerang melarikan diri.

Menurut pernyataan dari kantor al-Mutlaq , para pejabat sedang memeriksa kerusakan akibat banjir di daerah setelah militan dari kelompok sempalan al-Qaida membanjiri wilayah tersebut dan mematikan bendungan.

Al-Zobaie dan al-Mutlaq sebelumnya menyerukan kepada para politisi di seluruh spektrum agama dan etnis Irak untuk mengesampingkan perbedaan mereka dan fokus pada melindungi bangsa ini.

Sebuah bom pinggir jalan menghantam sebuah minibus di luar kota Mosul, menewaskan seorang warga sipil dan melukai enam lainnya.

Pemungutan suara 30 April akan menjadi yang pertama bagi Irak sejak pasukan AS ditarik dari negara ini, 2011 lalu. Lebih dari 9.000 kandidat akan bersaing untuk 328 kursi di parlemen. Tapi, tidak akan ada pemungutan suara di beberapa bagian provinsi Anbar yang didominasi Sunni, yang sedang terjadi bentrokan antara pasukan keamanan dan militan Islam.

ABCNEWS.GO.COM | ABDUL MANAN
TEMPO.CO | JUM’AT, 11 APRIL 2014 | 21:44 WIB

Amerika Serikat Irak Nouri al-Maliki
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Ambisi Sang Putri Saudi

29 July 2019

Geliat Haiphong di Tengah Perang

7 July 2019

Bahri Tak Mampir di Le Havre

3 June 2019

Jeanne, Agen Perempuan CIA Penangkap Mata-mata

30 April 2019

Jack Barsky dan Kisah Pembelotannya dari KGB

27 April 2019

Proyek Azorian CIA dan Pencurian Kapal Selam Uni Sovyet

3 April 2019
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Korea Selatan Luncurkan Satelit Mata-mata ke-4 untuk Awasi Korea Utara

26 April 2025

Mantan Manajer Petronas Didakwa dengan Spionase Bisnis

24 April 2025

Protes AP ke Gedung Putih dan Isu Amandemen Pertama

15 February 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Greenpeace Hamas Indonesia Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin
© 2025 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.