Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
2 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Reportase»Setelah Mega-Akbar Berjabat Tangan

Setelah Mega-Akbar Berjabat Tangan

Abdul Manan16 August 1999
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
“Penjodohan” Megawati dengan Akbar Tanjung akan menyulitkan koalisi PDIP-PAN-PKB. Tapi, sejauh ini, peta politik masih abu-abu.

KETUA Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tak lagi berdiam diri. Ia mulai membuka komunikasi politik dengan kelompok lain. Setelah menyelesaikan kunjungannya ke Timor Timur selama tiga hari, ia bertemu dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Akbar Tanjung pada 12 Agustus lalu. Berbagai tanggapan muncul perihal pertemuan dalam acara bareng Badan Kontak Alumni Himpunan Mahasiswa Islam-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia itu.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif melihat persuaan ini baru merupakan penjajakan awal. Belum mengindikasikan koalisi. “Tapi, memang bukan mustahil PDIP dan Golkar berkoalisi,” tutur Ahmad.

Sejumlah elite Partai Amanat Nasional (PAN) menilai pertemuan itu positif dan merupakan proses yang wajar. “Kalau tak ada pertemuan, Justru malah tak normal Penjajakan diperlukan sebelum mereka tawar-menawar,” kata Sekretaris Jenderal PAN Faisal Basri. Barangkali, lanjut Faisal, lewat pertemuan inilah Golkar “Putih” bisa dirangkul. Golkar Putih yang dimaksud Faisal adalah kelompok Akbar. Lawannya adalah Golkar”Hitam” yang merujuk ke kubu B.J. Habibie. Istilah Hitam- Putih ini muncul belakangan.

Dalam pandangan Ketua PAN A.M. Fatwa, pertemuan tersebut bukanlah pertanda pergeseran dukungan Akbar dari Habibie ke Megawati. Sekalipun, kata Fatwa, faktanya di Golkar kini ada kelompok yang tidak menghendaki Habibie.

* Pencalonan Gus Dur

Yang menanggapi persuaan itu secara serius adalah Ketua Dewan Pimpinan Pusat PAN Abdillah Toha. Abdillah berharap PDIP dan Golkar tidak bergabung karena,kalau bermitra, oposisi nanti akan sangat lemah. “Kalau oposisi lemah, penyakit-penyakit lama akan kambuh lagi,” ujarnya.

Pertemuan Mega-Akbar telah jadi isu baru. Tapi, itu tak serta-merta membuat gagasan “poros tengah” yang digulirkan Ketua Umum PAN Amien Rais surut. Amien Rais sendiri masih bersemangat. Ia, misalnya, bilang justru lebih enak bagi dirinya kalau Golkar dan PDIP bersatu. Enaknya, pemerintah koalisi PDIP dan Golkar akan lebih gampang dikontrol dengan memakai parameter reformasi.

Langkah poros tengah sendiri memang masih jauh dari rempak. Pencalonan Gus Dur oleh Amien Rais dkk. masih jadi kontroversi di lingkungan poros itu, walau partai-partai yang tergabung di sana banyak yang tak sreg terhadap Megawati maupun Habibie.

Di PAN pun banyak yang tak setuju dengan dukungan Amien kepada Gus Dur. Seorang pengurus teras Dewan Pimpinan Pusat PAN menerangkan, meski di partainya banyak yang mendukung poros tengah, dukungan Amien untuk Gus Dur tetap aneh dan bukan keputusan partai. Ia menyebut hal itu naif, individual, dan emosional. Sumber ini mengatakan, dirinya tahu persis pencalonan Gus Dur oleh Amien Rais itu irasional. “Selama ini, Mas Amien sangat tidak secure dengan Gus Dur,” katanya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Matori Abdul Djalil sendiri hingga kini masih berkukuh bahwa dirinya secara pribadi dan PKB tetap mendukung Megawati.

Matori boleh bersikap demikian. Yang pasti, pencalonan Gus Dur di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sudah menggelinding. K.H. Imron Hamzah, Ketua Rois Syuriah Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, misalnya, termasuk yang antusias menyambut pencalonan Gus Dur “Yang jelas, kalau Gus Dur mau, tidak ada orang NU yang tidak senang Gus Dur jadi presiden. Saya akan menggerakkan orang NU untuk berdoa. Mudah-mudahan jadi,” kata Imron.

Bahwa Gus Dur justru menjagokan Megawati, bagi Imron, itu urusan cucu pendiri NU tersebut. Menurut Imron, kiai-kiai NU masih banyak yang belum setuju kalau Mega yang jadi kepala negara. Ia mengkritik Matori yang menyatakan PKB pasti mendukung, Mega. “Apa PKB sudah rapat?” ujar dia.

I.W.L/Laporan Eko Y.A.F., Ria Satriana (jakarta), Abdul Manan (surabaya), Biontak Poer (Solo), Pamungkas E.k (Semarang), dan
Prasetya (yogya)

D&R, Edisi 990816-001/Hal. 50 Rubrik Liputan Khusus

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Manis-Pahit Budi Daya Keramba Jaring Apung

27 October 2024

Kenangan Pudar di Danau Maninjau

27 October 2024

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Jenderal Dudung soal Kebijakan TNI AD, Papua dan Revisi UU TNI

22 May 2023

Surya Paloh soal Panas Dingin Hubungannya dengan Jokowi

15 May 2023

Sukidi soal Al Quran, Akal dan Campur Tangan Negara

17 April 2023
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.