Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
2 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Reportase»Orang Golkar di Partai Nahdliyin

Orang Golkar di Partai Nahdliyin

Abdul Manan12 November 2007
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
RESMINYA baru setengah tahun lalu Sigid Haryo Wibisono bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa. Tapi namanya sudah kondang sebagai ”orang dekat” Ketua Dewan Syura PKB Abdurrahman Wahid. Ia dituding berada di belakang pemberangusan pengurus PKB Jawa Timur. Dia bukan kiai, bukan anak kiai, dan sebelumnya adalah politikus Partai Golkar.

Lahir 11 November 1966, Sigid datang dari keluarga militer. Ayahnya bekas Kepala Staf Kodam Diponegoro Brigadir Jenderal Mardiyo. Ibunya, Tatik Mardiyo, masih sepupu Tien Soeharto.

Pria kelahiran Semarang ini banyak berbisnis. Hingga kini, sarjana ekonomi manajemen Universitas Diponegoro ini tercatat sebagai komisaris di sejumlah perusahaan—di antaranya PT Multi Primarasa Sejati, PT Mulya Sentra Eka Mandiri Jakarta, dan Mulya Sentra Eka Mandiri.

Di ranah politik, Sigid pernah menjadi anggota DPRD Jawa Tengah di Komisi C, yang membidangi keuangan dan perusahaan daerah. Cuma setahun ia di sini sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 25 Agustus 1998. Di Golkar, ia Wakil Ketua Partai Beringin Jawa Tengah sejak 14 Desember 2004, selain menjadi anggota staf khusus Menteri Sosial sejak 2005.

Status wakil ketua di Golkar ini sempat menjadi tanda tanya. Tapi Abdurrahman Wahid menyatakan Sigid sudah mundur dari Golkar sejak 26 Januari lalu. Iqbal Wibisono, Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, mengatakan Golkar memang baru menanggapi serius pengunduran dirinya setelah tersiar kabar Sigid menjadi anggota Dewan Syura PKB. ”Partai Golkar akhirnya menunjuk Sutoyo Abadi sebagai penggantinya,” kata Iqbal kepada Sohirin dari Tempo.

Menurut Gus Dur, dirinyalah yang merekomendasikan Sigid masuk PKB pada Oktober 2006. Entah apa yang membuat Gus Dur terpikat. Tapi rencana itu batal karena Sigid memilih tetap di Golkar. Tiga bulan kemudian, Sigid memutuskan meninggalkan Beringin dengan meneken surat pernyataan mundur 26 Januari 2007.

Tak lama menjadi anggota Dewan Syura PKB, pada 27 Agustus lalu Sigid dipercaya menjadi Wakil Ketua Sementara PKB Jawa Timur. Kehadiran Sigid mendatangkan kontroversi. Ia dituding mendalangi pembekuan PKB Jawa Timur dan mengganti Abdul Kadir Karding sebagai Ketua PKB Jawa Tengah.

PKB kubu Gus Dur menampik tudingan bahwa Sigid berada di balik aksi main pecat tersebut. ”Gus Dur menerima masukan dari siapa saja. Tapi keputusan itu tergantung Gus Dur sendiri,” kata Wakil Ketua PKB Niam Salim.

Menurut sumber lain di PKB pusat, Sigid menjadi sasaran tembak karena para seteru Gus Dur sulit ”menembak” cucu pendiri Nahdlatul Ulama tersebut. Selain Gus Dur, yang jadi pusat sengketa adalah Yenny Wahid, Sekretaris Jenderal PKB dan putri Gus Dur. ”Sigid gampang jadi sasaran tembak karena orang baru,” kata sumber di PKB. Soal nama Sigid disebut dalam penggantian Abdul Kadir Karding juga dibantah. ”Rencana penggantian (Abdul Kadir) disiapkan sebelum Sigid masuk PKB,” kata sumber tersebut. Seorang pengurus PKB pusat mengatakan Sigid kini diperlakukan sebagai ”state enemy number one”.

Kedekatan Sigid dengan Gus Dur sebetulnya bukan tanpa alasan. Saat ini Sigid adalah ”teman dekat” Yenny Wahid. Sumber Tempo di lingkungan Istana Wakil Presiden menyebutkan Sigid hadir dalam pertemuan antara Gus Dur dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Lebaran lalu. Dalam pembicaraan santai itu, Kalla sempat menggoda Gus Dur soal hubungan Yenny dan Sigid. ”Kapan resepsinya? Saya siap jadi saksi, lo,” kata Kalla seperti ditirukan sumber itu.

Tempo berusaha menghubungi Sigid melalui telepon selulernya, tapi tak diangkat. Kontak ke nomor telepon rumahnya dijawab seorang perempuan bahwa Sigid tak ada di tempat. Ketika Tempo mendatangi rumahnya di Jalan Patiunus, Jakarta Selatan, seorang pria yang mengaku ajudan Sigid dan anggota satpam berujar, ”Sigid tak mau diganggu.”

Yenny Wahid menjawab konfirmasi Tempo melalui pesan pendek (SMS). Posisi Sigid di PKB, kata Yenny, sama dengan kader lain. Hubungan Sigid dengan dirinya atau Sigid dengan Gus Dur murni profesionalisme kepartaian. ”Sama seperti Gus Dur dan Cak Imin (Muhaimin Iskandar) yang mempunyai hubungan keluarga. Memutuskan masalah partai tetap melalui mekanisme rapat,” ujarnya.

Abdul Manan, Imron Rosyid, Jalil Hakim

Majalah Tempo
Edisi. 38/XXXVI/12 – 18 November 2007

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Manis-Pahit Budi Daya Keramba Jaring Apung

27 October 2024

Kenangan Pudar di Danau Maninjau

27 October 2024

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Jenderal Dudung soal Kebijakan TNI AD, Papua dan Revisi UU TNI

22 May 2023

Surya Paloh soal Panas Dingin Hubungannya dengan Jokowi

15 May 2023

Sukidi soal Al Quran, Akal dan Campur Tangan Negara

17 April 2023
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.