Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
2 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Reportase»Nilai Tinggi Korupsi dan Jawaban Antasari

Nilai Tinggi Korupsi dan Jawaban Antasari

Abdul Manan3 March 2002
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Nilai korupsi temuan BPKP di Departemen Keuangan Rp 2,09 triliun–tertinggi di antara semua instansi. Tapi, mereka tak percaya.

BELUM lagi hilang penat di badan, dan mungkin masih mengalami jet lag, juru bicara Kejaksaan Agung, Antasari Azhar, harus menjawab banyak pertanyaan. “Padahal saya baru hari ini masuk kantor setelah naik haji,” katanya, Jumat pekan lalu. Temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dilansir sebelumnya memang tinggal menanti jawaban sang Pejabat Humas Gedung Bundar.

Release temuan tindak pidana khusus atau korupsi di 26 lembaga negara untuk triwulan III/2002 yang disampaikan BPKP dua pekan lalu memang “bom Bali” yang lain. Dilaporkan, ada 734 kasus korupsi bernilai kerugian Rp 3,1 triliun dan US$ 205,4 juta. Jumlah ini melebihi anggaran untuk penyelenggaraan pemilu serta pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung pada 2004, yang Rp 3,609 triliun.

Kejaksaan Agung mengaku sudah bergerak menangani berbagai temuan yang disampaikan BPKP. Hingga kini sudah 747 kasus diproses, tapi tak semua diteruskan ke pengadilan. Ada 170 kasus (22,76 persen) yang dihentikan penyidikannya karena dinilai tak cukup bukti dan tidak memenuhi unsur pidana. Yang sudah diselesaikan 383 kasus (51,27 persen). Sisanya, 194 kasus (25,97 persen), masih dalam proses. “Namun, saya tak ingat detail kasusnya. Sebab, data ini meliputi kasus seluruh Indonesia,” kata Antasari. Jumlah 747 itu merupakan akumulasi kasus laporan BPKP periode 1983-2002.

Lembaga pemerintah yang paling kaget dengan pelansiran temuan ini adalah Departemen Keuangan. Dalam release BPKP, departemen pimpinan Boediono ini menduduki peringkat pertama karena angka korupsinya paling tinggi. Dari total kerugian Rp 3,1 triliun, uang negara yang dikorup di instansinya sekitar Rp 2,09 triliun!

Departemen yang berkantor di Lapangan Banteng, Jakarta, ini juga tak tahu sebelumnya bakal ada pengumuman tersebut. Malah, kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum Departemen Keuangan, Maurin Sitorus, Menteri Keuangan Boediono baru tahu hari itu juga. Itu pun sehabis ditanya wartawan. Lalu, Boediono langsung meminta inspektorat jenderal departemennya agar mendapatkan data detailnya.

Yang mengagetkan Departemen Keuangan adalah jumlah uang yang dikorup. Sebab, Maurin melanjutkan, laporan BPKP pada triwulan II “hanya” temuan lima kasus korupsi dengan kerugian negara Rp 59,24 miliar. “Masa, kenaikannya sangat luar biasa, hingga 3.300 persen?” tuturnya, heran.

Hingga pekan lalu, Departemen Keuangan belum membaca laporan lengkap kasusnya. Sedangkan temuan triwulan sebelumnya sudah diklarifikasi: temuan lembaga pengawasan itu memang benar. Rinciannya, ditemukan manipulasi penerimaan anggaran negara di Pegadaian Kupang Rp 174 juta. Lalu, ada manipulasi pembayaran bea masuk dan pajak impor. Jumlahnya tergolong fantastis, Rp 39,925 miliar! Korupsi di sektor ini terbesar dalam triwulan II.

Ranking terbesar kedua adalah korupsi penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB), serta jasa biro PBB yang tidak disetor ke negara tapi ditelan sendiri. Modus penyalahgunaan kekuasaan seperti ini merugikan negara Rp 19,824 miliar. Lainnya adalah korupsi berbentuk penebusan barang dan cek kosong di Pegadaian Sentul, Yogyakarta (Rp 367 juta), dan penetapan harga tak wajar oleh pejabat lelang. Namun, Departemen Keuangan mengaku tidak ingat persis bagaimana kelanjutan kasus ini. Sebab, semuanya sudah diserahkan kepada Kejaksaan Agung.

Antasari menambahkan, tidak semua kasus yang dihentikan masuk kotak. Beberapa di antaranya dikembalikan ke BPKP karena hanya masalah administrasi. Lalu, ada juga yang dianggap lebih kental kasus pidananya, sehingga kasusnya diserahkan ke polisi. BPKP memang memiliki kerja sama resmi dengan Polri, yang secara formal ditandatangani Kepala BPKP Arie Soelendro dan Kepala Polri Jenderal Da’i Bachtiar, 29 April 2002 lalu.

Selain Departemen Keuangan, ada dua departemen lain yang juga tergolong tinggi menenggak uang rakyat. Keduanya adalah Departemen Dalam Negeri dan Departemen Pertanian, masing-masing dengan kerugian Rp 104,7 miliar dan Rp 54,2 miliar. Pemerintah, melalui tangan kejaksaan, tentu harus menghentikan kompetisi memperebutkan trofi yang tidak membanggakan ini.

Abdul Manan, Wahyu Dhyatmika (Tempo News Room)

TEMPO Edisi 030302-052/Hal. 42 Rubrik Nasional

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Manis-Pahit Budi Daya Keramba Jaring Apung

27 October 2024

Kenangan Pudar di Danau Maninjau

27 October 2024

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Jenderal Dudung soal Kebijakan TNI AD, Papua dan Revisi UU TNI

22 May 2023

Surya Paloh soal Panas Dingin Hubungannya dengan Jokowi

15 May 2023

Sukidi soal Al Quran, Akal dan Campur Tangan Negara

17 April 2023
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.