Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
29 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Mordechai Vanunu Buka Mulut Soal Penangkapannya oleh Mossad

Mordechai Vanunu Buka Mulut Soal Penangkapannya oleh Mossad

Abdul Manan7 September 2015
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Mata-mata nuklir Israel, Mordechai Vanunu, melakukan wawancara dengan TV Israel, Channel 2, Rabu malam, yang mengisahkan penangkapannya oleh agen intelijen Israel, Mossad, melalui perangkap perempuan bernama “Cindy”.

Menurut www.i24news.tv edisi 3 September 2015, itu adalah wawancara pertama Vanunu dengan TV Israel setelah ia menjalani hukuman penjara selama 18 tahun karena membocorkan informasi program nuklir Israel, program yang selama ini tak pernah diakui oleh pemerintah Tel Aviv.

Dalam wawancara itu Vanunu mengatakan bahwa ia tidak pernah menduga bahwa “Cindy”, perempuan yang telah meyakinkannya untuk terbang ke Roma dengan dia, adalah seorang agen Mossad. Dia mengatakan bahwa ia baru menyadari identitas “Cindy” ketika ia diculik oleh agen yang sudah ada di kamar hotel mereka di Roma.

Vanunu menghabiskan 18 tahun di sebuah penjara Israel karena mengungkapkan informasi dan foto-foto yang telah dikumpulkannya selama bekerja di fasilitas nuklir Dimona, Israel, untuk koran Sunday Times Inggris pada tahun 1986.

Vanunu telah tinggal di Yerusalem sejak dibebaskan dari penjara pada tahun 2004. Tapi ia masih dalam penagwasan yang ketat, termasuk tidak diperbolehkan untuk meninggalkan Israel atau untuk berbicara dengan orang asing.

Mordechai Vanunu mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung Israel bulan lalu untuk memberinya kebebasan untuk bepergian ke luar negeri, dan mengklaim bahwa ia bukan ancaman bagi keamanan nasional. Pengadilan dijadwalkan meninjau permohonan Vanunu pada bulan ini.

Pembatasan ketat terhadap Vanunu, yang diberlakukan oleh Mahkamah Agung Israel, telah dikutuk oleh kelompok hak asasi manusia internasional. Pengacara Vanunu mengatakan bahwa pembatasan perjalanan kepada kliennya merugikan hak asasi manusianya.

Vanunu menyatakan ingin tinggal di Norwegia, di rumah istri yang dinikahinya sekitar 3 bulan lalu, profesor teologi Kristin Joachimsen. Keduanya menikah di gereja Lutheran di Yerusalem, Israel, 19 Mei 2015 lalu.

Vanunu menyangkal bahwa ia membahayakan keamanan Israel, namun ia mengatakan ingin meneruskan kegiatan anti-nuklir dan ingin tinggal di luar negeri. Pada tahun 2005, Oslo, kota asal istrinya, menolak banding yang diajukan Vanunu atas permintaan suaka politik.

Ketika ditanya bagaimana ia bertemu “Cindy” sang agen Mossad itu, di London, Vanunu mengatakan, pertemuan dengan dia itu bukan di bar, tapi di jalan. “Saya sedang menyeberang jalan dan wanita ini sedang menyeberang jalan, dan kami mulai berbicara … Aku tidak jatuh cinta padanya, tapi saya pikir kontak itu bisa dilanjutkan.”

Awalnya, kata Vanunu, ia menduga bahwa Cindy itu adalah seorang agen Mossad. “Tapi setelah itu saya lupa tentang hal itu,” kata Vanunu.

“Cindy” akhirnya mendapatkan kepercayaan Vanunu dan mengundangnya untuk terbang ke Roma bersamanya. Setibanya di sebuah apartemen di Roma, ia sudah ditunggu oleh agen Mossad yang langsung menangkapnya.

Mulanya Vanunu sempat berpikir bahwa Cindy mungkin juga adalah korban dalam penangkapan itu. “Sesudah tiga hari di kapal yang membawa saya ke Israel (dari Roma), saya sampai ke kesimpulan bahwa dia adalah bagian dari rencana (penangkapan itu),” ujar Vanunu.

i24news.tv | News Yahoo | Abdul Manan

Dimuat di Tempo.co

Mordechai Vanunu Mossad nuklir Israel perangkap seks
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Khaled Meshaal dan Misi Gagal Mossad di Yordania

27 April 2019

Ingin Jadi Mata-mata? Mossad Lagi Buka Lowongan

20 April 2019

Bodyguard Pemimpin Hezbollah Itu Ternyata Agen Mossad

10 April 2019

Mossad, CIA, dan Plot Pembunuhan Komandan Hizbullah Imad Mughniyeh

4 April 2019

‘Perangkap Seks’ Mossad Itu Bernama Cindy

1 April 2019
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.