Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
2 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Ekuador Usir Staf Militer Kedutaan Besar AS

Ekuador Usir Staf Militer Kedutaan Besar AS

Abdul Manan25 April 2014
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Quito – Pemerintah Ekuador telah memerintahkan 20 staf Departemen Pertahanan dalam kelompok militer di Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk meninggalkan negara itu pada akhir bulan, kata Associated Press seperti dilansir USA Today edisi 25 April 2014.

Kelompok ini diperintahkan untuk menghentikan operasinya di Ekuador dalam sebuah surat tertanggal 7 April 2014, kata juru bicara kedutaan AS di Ekuador, Jeffrey Weinshenker.

AP pertama kali mengetahui adanya pengusiran itu dari seorang pejabat senior Ekuador yang menolak untuk diidentifikasi namanya karena sensitifnya informasi itu.

Presiden Rafael Correa mengeluhkan secara terbuka Januari lalu bahwa Washington memiliki terlalu banyak perwira militer di Ekuador, mengklaim ada 50 orang dan mereka “menyusup di semua sektor”. Pada saat itu, ia mengatakan ia berencana untuk meminta beberapa di antara mereka untuk keluar dari negara ini .

Weinshenker mengatakan, kelompok militer memiliki 20 staf Departemen Pertahanan, tidak semua dari mereka berseragam. Washington telah memberikan US$ 7 juta berupa bantuan keamanan ke Ekuador tahun lalu, termasuk berupa pelatihan teknis untuk perawatan pesawat dan kerjasama dalam memerangi perdagangan narkoba, perdagangan manusia, dan terorisme.

Weinshenker mengatakan kerjasama militer AS di Ekuador dimulai empat dekade lalu dan “semua kegiatan yang kita lakukan telah mendapatkan persetujuan eksplisit dari rekan-rekan Ekuador kami.”

Hubungan AS dengan Ekuador tegang dalam beberapa tahun terakhir, bahkan sebelum Correa memberikan suaka pada tahun 2012 kepada pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Wikileaks membocorkan ribuan dokumen militer AS dan kabel diplomatik, yang itu sangat memalukan Washington.

Correa sebelumnya telah mengusir setidaknya tiga diplomat AS, termasuk kini Duta Besar Heather Hodges pada tahun 2011, menanggapi adanya kabel diplomatik AS yang dibocorkan oleh WikiLeaks. Isi bocoran itu menunjukkan bahwa Correa mengetahui adanya korupsi tingkat tinggi di kalangan polisi.

Pada bulan November, pemerintah Correa mengatakan meminta US Agency for International Development (USAID) untuk mengakhiri operasinya di negara itu, dan menuduh badan itu mendukung kelompok oposisi Ekuador.

Tak lama setelah menjabat sebagai presiden pada 2007, Correa membersihkan perwira militer Ekuador yang dianggap memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat. Dia juga mengakhiri perjanjian dengan Washington yang memungkinkan pesawat AS yang memerangi perdagangan obat, memiliki pangkalan di lapangan udara Ekuador di Manta.

Correa populer di dalam negeri karena program perangnya melawan kemiskinan, tapi secara luas dikritik karena menekan kebebasan sipil dan menggunakan hukum pidana pencemaran nama baik (defamation) terhadap wartawan.

USA TODAY | ABDUL MANAN


TEMPO.CO | JUM’AT, 25 APRIL 2014 | 16:56 WIB

Amerika Serikat Ekuador Kedutaan Besar AS Pengusiran diplomat Rafael Correa US Agency for International Development (USAID)
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Ambisi Sang Putri Saudi

29 July 2019

Geliat Haiphong di Tengah Perang

7 July 2019

Bahri Tak Mampir di Le Havre

3 June 2019

Jeanne, Agen Perempuan CIA Penangkap Mata-mata

30 April 2019
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.