Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
1 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Reportase»Dewa Penolong Menjelang Lebaran

Dewa Penolong Menjelang Lebaran

Abdul Manan18 January 1999
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Menjelang Lebaran, kantor-kantor Pegadaian diserbu nasabah. Ada yang menggadaikan barang, ada yang menebus perhiasan untuk dipakai pada saat Lebaran.

KANTOR Pegadaian Medan diserbu nasabah. Pemandangan ini memang sudah lama terjadi, terutama sejak krisis moneter. “Dan menjelang Lebaran tahun ini,” ujar seorang petugas satuan pengamanan instansi di bawah Departemen Keuangan itu. Serbuan serupa juga terjadi di Kantor Pegadaian Semarang. Kantor itu justru menerima uang tebusan sampai Rp 1,2 miliar menjelang Lebaran. “Mereka terutama adalah nasabah wanita. Mungkin, mereka ingin mengenakan perhiasannya di saat Lebaran,” ujar Eddy Suprijoso, Kepala Kantor Daerah III Perum Pegadaian Semarang.

Kecenderungan semacam itu juga terjadi di Jakarta. Persentase penebus justru lebih hanyak dibandingkan penggadai. Barang yang ditebus berupa perhiasan emas. Menurut Deddy Kusdedi, Direktur Operasional dan Pengembangan Perum Pegadaian, hal seperti itu juga terjadi pada bulan puasa tahun lalu. “Mereka menebus perhiasan emas, membawa ke kampung halaman, lalu mempergunakannya pada saat Lebaran untuk memamerkan hasil usaha di perantauan. Mereka akan menggadaikan kembali perhiasannya ke Pegadaian sesudah Lebaran,” kata Deddy.

Pun di Surabaya, menurut Istiono, Kepala Cabang Pegadaian Dinoyo, di saat menjelang Lebaran buku kredit yang meningkat, tapi jumlah tebusan gadai berupa perhiasan emas tadi. “Mungkin untuk mejeng. Pokoknya, bisa Lebaran,” ujarnya.

Kendati banyak yang menebus, bukan berarti jumlah nasabah yang menggadaikan barang menurun. Banyak nasabah yang berdatangan menjelang Lebaran ini. Misalnya, Hardjo, penduduk Gamping, Yogyakarta, menggadaikan perhiasan emas seberat dua gram untuk membelikan anaknya sepotong baju buat Lebaran.

Kehadiran Pegadaian sejak 1901 benar-benar seperti kehadiran seorang sahabat. Pegadaian makin tak terpisahkan dari masyarakat setelah krisis ekonomi menerpa kita. Akibatnya, laba Pegadaian pada 1998–berdasarkan perhitungan sementara–tercatat Rp 28 miliar, sedangkan sebelumnya hanya mencapai Rp 19 miliar.

* Memuaskan

Rudi Syafei, seorang kontraktor kecil-kecilan, mempunyai pengalaman baik. Rudi sering membutuhkan uang mendadak untuk membiayai operasional perusahaannya. “Di bank, enggak bisa cepat begini. Saya butuh hari ini juga, lalu mengembalikan dua hari kemudian setelah uang tagihan dikirim perusahaan pengutang,” katanya.

Kepuasan semacam itu membuat nasabah Pegadaian terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 1996, nasabah yang mendatangi 635 kantor cabang Pegadaian seluruh Indonesia mencapai 3,9 juta orang. Setahun berikutnya meningkat menjadi 4,6 juta orang. Dan sepanjang tahun krisis ekonomi 1998, jumlahnya membengkak sebesar 9,1 juta orang.

Memang, dampak krisis ekonomi yang memurukkan lndonesia ke negara miskin sangat luar biasa bagi Pegadaian. Selama 1998 omzet Pegadaian berkembang melampaui target Rp 2,5 triliun, yaitu Rp 3,1 triliun. Lonjakan omzet Pegadaian sebanyak Rp 600 miliar ini terjadi di daerah-daerah industri. Masyarakat pedesaan pun ikut memanfaatkan jasa Pegadaian sebagai alternatif pembiayaan di luar pebankan. Bahkan, tidak sedikit anggota masyarakat yang memandang Pegadaian sebagai dewa penolong.

Akibatnya, menurut Deddy Kusdedi, Pegadaian sampai kehabisan modal kerja akhir tahun lalu, sehingga Bank Indonesia (BI) harus menyuntikkan modal kerja sebesar Rp ] 50 miliar. Tapi, apa lacur? Dana dari BI itu langsung habis tersedot untuk keperluan Natal dan Tahun Baru kemarin.

Hampir semua cabang Pegadaian mengaku kewalahan karena ledakan permintaan nasabah. Selain itu, Pegadaian juga memiliki keterbatasan dalam memenuhi permintaan nasabah itu karena persoalan permodalan. “Kami terpaksa melakukan pembatasan pinjaman hanya sebesar Rp 1 juta sejak Desember lalu,” kata Deddy.

Sebelumnya, Agustus 1998, pinjaman sudah dibatasi dari Rp 5 juta menjadi Rp 2,5 juta. Padahal, sewaktu ekonomi masih normal, nasabah boleh meminjam sampai Rp 20 juta. “Tapi, nasabah juga pintar. Mereka banyak yang mengurangi barang agunannya, seperti perhiasan dipreteli dulu, supaya bisa diagunkan sendiri-sendiri dan dapat uang lebih banyak,” tutur Deddy.

FHR/Laporan Mohammad Subroto (Jakarta), J. Anto (Medan), Prasetya (Yogya), Koresponden Semarang dan Abdul Manan (Surabaya)

D&R, Edisi 990118-023/Hal. 59 Rubrik Bisnis & Ekonomi

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Manis-Pahit Budi Daya Keramba Jaring Apung

27 October 2024

Kenangan Pudar di Danau Maninjau

27 October 2024

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Jenderal Dudung soal Kebijakan TNI AD, Papua dan Revisi UU TNI

22 May 2023

Surya Paloh soal Panas Dingin Hubungannya dengan Jokowi

15 May 2023

Sukidi soal Al Quran, Akal dan Campur Tangan Negara

17 April 2023
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.