Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
2 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Reportase»Caleg: Wakil Rakyat Pilihan Partai

Caleg: Wakil Rakyat Pilihan Partai

Abdul Manan17 May 1999
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Konon, partai-partai kesulitan mencari caleg. Dan, kaum perempuan belum terwakili dalam caleg dari sisi kuantitas.

MAKHLUK apakah gerangan yang disebut caleg atau calon anggota legislatif itu? Yang terang, mencari caleg ternyata tak mudah, apalagi buat partai politik yang baru pertama kali ikut pemilihan umum. Sampai-sampai, Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) memasang iklan lowongan caleg di harian Terbit, Jakarta, akhir April lalu. Ketua umum partai itu, H. Rasyidi, mengaku kesulitan mencari kader. Hasil iklan itu? Ia tak bercerita.

Terkesan SPSI tak mau sembarangan memilih caleg. Sebab, “makhluk” inilah nanti yang bakal menentukari apakah sistem demokrasi tegak di Indonesia atau tidak, apakah caleg loyal kepada partai atau kepada rakyat; apakah caleg berani mendamprat pemerintah atau menunggu gaji naik dengan aktivitas datang, duduk, dengar, diam?

Karena itu, mau tak mau, kualitas DPR nanti tergantung pada kualitas caleg partai-partai. Bila ada partai sampai bingung mencari caleg, mungkin pendukung partai itu memang kurang atau waktu persiapan pemilihan umum kali ini memang relatif pendek.

Menurut pemantauan D&R, di beberapa daerah pemilihan, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya, partai-partai gurem memang kesulitan mencari caleg untuk DPRD I dan II, apalagi untuk DPR Pusat. Untuk daerah pemilihan Jawa Tengah misalnya, Partai Umat Muslim Indonesia hanya mendaftarkan tiga calegnya. Partai Bhinneka Tunggal Ika pun hanya lima caleg. Partai SPSI dan Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia masing-masing hanya memasukkan tujuh caleg.

Partai Rakyat Demokratik (PRD) mengajukan 31 nama untuk 12 provinsi. Tapi, di antara nama-nama itu terselip nama aktivis PRD yang meninggal dunia atau hilang. Misalnya Gilang, pengamen di Solo yang ditemukan meninggal karena penganiayaan di dekat Gunung Lawu, menjelang Soeharto mengundurkan diri tahun lalu. Lalu Petrus Bimo Anugrah, Herman Hendrawan, dan Suyat adalah caleg PRD yang kini entah di mana karena diculik. Beberapa pentolan PRD yang juga masuk dalam daftar caleg, seperti Budiman Sudjatmiko dan Dita Indah Sari, ada, tapi di dalam penjara.

Bila DPR seharusnya mencerminkan masyarakat secara proporsional, jumlal caleg perempuan belumlah memadai, jauh dari jumlah perempuan peserta pemilihan umum yang 57 persen itu. Beberapa partai yang tergolong besar, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN), kurang dari 20 persen dari seluruh calcgnya yang perempuan. Malah, 27 caleg DPRD I Jawa Timur dari Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PDKB) tak satu pun perempuan. Alasannya, “Mereka tidak berani,” kata Ketua PDKB Jawa Timur, Sudiro Gunawan.

* Kotak Suara Rakyat

Ada kesan, partai-partai memilih caleg terutama untuk menarik pendukung. Itu sebabnya ada kaum selebritas, ada juga orang kecil tapi populer. Tarsan, pelawak Srimulat. kabarnya menjadi caleg Golkar untuk Jawa Timur. Tapi, ia menolak memberi keterangan dan cuma bilang “itu urusan pusat.”

Tentu saja, “politik mencari pendukung” itu sah-sah saja. Yang penting, secara keseluruhan DPR nanti bukanlah dewan tukang stempel. Perlu ada anggota-anggota yang bisa saja tak populer tapi punya kemampuan dan punya karakter. Tanpa DPR yang berani omong dan berani adu argumentasi serta adu fakta dan data dengan eksekutif, peluang munculnya pemerintahan yang tak terkontrol besar. Dengan kata lain, sebuah sistem demokrasi dalam masyarakat madani seperti dicitakan setelah 30-an tahun berada di bawah penguasa otoriter bisa tinggal Gita-cita bila DPR-nya melempem. Dari pemerintah transisi sekarang, pegangan keberanian sudah diberikan kepada anggota DPR: kini undang-undang tidak lagi membolehkan adanya mekanisme recalling.

Maka, menurut Ahmad Ruba’i, Pembantu Rektor III Universitas Muhammadiyah Malang, yang tercatat sebagai caleg PAN dari Jawa Timur caleg memiliki dua mandat sekaligus: sebagai wakil rakyat dan sebagai wakil partai. Tapi, karena partai dibentuk oleh rakyat, caleg itu 100 persen harus berjuang untuk kepentingan rakyat. Karena itu, jika terpilih nanti, ia berniat membuat kotak suara atau kotak usul untuk rakyat yang ia wakili. Mereka boleh menyampaikan aspirasi apa saja. Ia berharap cara itu bisa membantu memformulasikan aspirasi rakyat.

Pada akhirnya, memang, terpulang ke caleg masing-masing. Begitu menjadi anggota dewan, jaket partai harus dilepas. “Loyalitas saya terhadap partai berakhir ketika posisi sebagai wakil rakyat dimulai,” kata salah seorang Bapak Bangsa, M. Natsir, dulu Jelas, ini sebuah teladan yang perlu diikuti

Rachmat H. Cahyono/Laporan Andreas A. Purwanto, Eko Y.A.F, (Jakarta), Aendra H.M, (Bandung), Abdul Manan (Surabaya), Koresponden Semarang, Ahmad Solikhan, Prasetya (Yogyakarta), Blontank Poer, D. Ria Utari, dan Yuliandi Kusuma (Solo)

D&R, Edisi 990517-040/Hal. 22 Rubrik Liputan Utama

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Manis-Pahit Budi Daya Keramba Jaring Apung

27 October 2024

Kenangan Pudar di Danau Maninjau

27 October 2024

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Jenderal Dudung soal Kebijakan TNI AD, Papua dan Revisi UU TNI

22 May 2023

Surya Paloh soal Panas Dingin Hubungannya dengan Jokowi

15 May 2023

Sukidi soal Al Quran, Akal dan Campur Tangan Negara

17 April 2023
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.