Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
2 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Reportase»Bunyi dan Sunyi di Tanah Rencong

Bunyi dan Sunyi di Tanah Rencong

Abdul Manan1 June 2003
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
DARI balik perahu kayu, suara rintihan itu terdengar, “Lailaha Ilallah, Lailaha Ilallah.” Sambil mengusap air mata, perempuan itu menangis lirih. Di depannya, suaminya terkapar berlumuran darah. Sisa air laut di perahu tua itu telah merah bercampur darah.

Jalil, 50 tahun, adalah korban sipil pertama dari operasi militer di Tanah Rencong. Hari itu, Kamis pekan lalu, serombongan tentara dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mengejar anggota GAM yang melarikan diri ke laut di kawasan Matangnibong, Peurlak, Aceh Timur. Beberapa anggota GAM dapat
ditangkap. Tapi malang bagi Jalil. Kapalnya dicurigai TNI sebagai bagian dari rombongan GAM. Senapan menyalak. Jalil tewas.

“Apakah Ibu tidak mendengar panggilan kami supaya menepi?” tanya seorang tentara. Istri Jalil menjawab, “Kami tidak dengar, Pak,” Kemudian, tak banyak percakapan. Kepala Seksi Operasi Satgas Mobil 1 Komando Operasi TNI, Kapten Iwan Setiawan, yang berada di lokasi, meminta warga menguburkan mayat Jalil.

Lalu sunyi.

Aceh setelah operasi militer adalah kawasan tempat bunyi dan sunyi bersekutu. Sebentar terdengar suara salak senapan. Lalu hening. Sebentar sayup suara isak. Lalu sepi.

Di kampung-kampung di pedalaman Bireun dan Lhokseumawe, sekolah-sekolah dimakan api. Ada orang-orang berpenutup kepala datang, lalu suara gemericik api terdengar. Tak lama, setelah semuanya lumat, yang tersisa hanya hangat tanah yang terbakar, juga abu buku yang beterbangan. Tak ada suara. Seperti tak pernah terjadi apa-apa.

Ketika tentara Indonesia diterjunkan dari pesawat terbang, ada suara gemuruh. Tapi juga hanya sebentar. Ketika malam tiba dan lampu-lampu padam karena tiang listrik dirobohkan anggota GAM, sepi kembali mencekam.

Di Tanah Rencong, setelah operasi militer, bunyi dan sunyi bersekutu. Berganti-ganti. Menyayat hati.

Arif Zulkifli, Abdul Manan (Lhokseumawe)

TEMPO Edisi 030601-013/Hal. 40 Rubrik Laporan Utama

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Manis-Pahit Budi Daya Keramba Jaring Apung

27 October 2024

Kenangan Pudar di Danau Maninjau

27 October 2024

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Jenderal Dudung soal Kebijakan TNI AD, Papua dan Revisi UU TNI

22 May 2023

Surya Paloh soal Panas Dingin Hubungannya dengan Jokowi

15 May 2023

Sukidi soal Al Quran, Akal dan Campur Tangan Negara

17 April 2023
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.