Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
1 May 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Asosiasi Akademisi AS Dukung Boikot Israel

Asosiasi Akademisi AS Dukung Boikot Israel

Abdul Manan17 December 2013
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sebuah badan akademik bergengsi Amerika Serikat telah bergabung dengan gerakan yang terus meluas untuk memboikot Israel. Menurut Guardian, gerakan ini sebagai bentuk protes atas perlakuan negara itu terhadap warga Palestina.

American Studies Association (ASA), yang memiliki lebih dari 5.000 anggota, adalah organisasi akademis AS paling signifikan, mendukung boikot terhadap lembaga pendidikan Israel setelah melakukan pemungutan suara. Sebanyak 1.252 anggota memberi suara, 66 persen mendukung resolusi boikot.

Dalam resolusinya, ASA menyebut sikap boycot ini sebagai bentuk solidaritas terhadap para sarjana dan mahasiswa yang kehilangan kebebasan akademik mereka di Palestina. Dalam pernyataannya Senin 16 Desember 2013, ASA menyebut aksi boikot ini akibat “pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan resolusi PBB.”

Resolusi itu melarang “kolaborasi formal dengan lembaga akademis Israel, atau dengan sarjana yang menjabat sebagai wakil atau duta dari lembaga-lembaga tersebut.”

Pemungutan suara ASA itu dilakukan di tengah seruan baru pasca kematian Nelson Mandela untuk melakukan boikot internasional terhadap Israel, mirip dengan kampanye anti-apartheid di masa lalu. Mandela adalah tokoh anti-apartheid di Afrika Selatan.

Langkah ASA ini, yang tidak mengikat anggotanya, memicu kemarahan para menteri Israel. “Ini merupakan tindakan tidak layak yang tidak menghargai asosiasi,” kata Menteri Ilmu Pengetahuan, Yaakov Peri.

Avi Wortzman, Wakil Menteri Pendidikan, juga mengutuk keputusan ASA tersebut. “Ini adalah upaya tercela untuk mencampuri kebijakan internal negara Israel di bawah kedok perdebatan akademis dan persamaan hak. Negara Israel memberikan semua warganya kesempatan yang sama dalam dunia akademik dan mendorong integrasi kelompok minoritas dalam dunia akademis,” kata Wortzman.

Ronald Lauder, presiden World Jewish Congress juga mengeluarkan kecaman. “Seruan untuk memboikot Israel, salah satu negara paling demokratis dan paling memberi kebebasan akademis di dunia, menunjukkan Orwellian antisemitisme dan kebangkrutan moral ASA.”

Kelompok Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel memuji langkah ASA sebagai “penolakan untuk diintimidasi oleh upaya terus-menerus dari pembela rezim pendudukan, penjajahan dan apartheid Israel.” Ia menyebut langkah ini sebagai tahap signifikan agar lembaga pendidikan Israel mempertanggungjawabkan sikap mereka.

Kelompok Jewish Voice for Peace yang berbasis di AS menyambut baik langkah ASA. Mereka menyebut itu sebagai “tonggak penting dalam pertumbuhan gerakan BDS (boikot, divestasi dan sanksi) di Amerika Serikat.”  Ia menyebut boikot untuk menekan Israel untuk mematuhi hukum internasional tidak inheren dengan sikap anti-Yahudi.

American Association of University Professors, yang memiliki 48.000 anggota, telah menolak seruan untuk memboikot institusi pendidikan Israel.

Awal tahun ini, gerakan boikot terhadap Israel diklaim meraih kemenangan besar ketika ilmuwan top Stephen Hawking keluar dari sebuah konferensi di Israel sebagai protes atas perlakuan negara ini terhadap warga Palestina.

Guardian | Abdul Manan

TEMPO.CO | SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 21:31 WIB
Amerika Serikat Israel Palestina
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Havana Syndrome Operasi Unit 29155 GRU Rusia?

3 April 2024

Ambisi Sang Putri Saudi

29 July 2019

Geliat Haiphong di Tengah Perang

7 July 2019

Bahri Tak Mampir di Le Havre

3 June 2019

Jeanne, Agen Perempuan CIA Penangkap Mata-mata

30 April 2019
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.