Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
29 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Anwar Ibrahim: Malaysia Kini Seperti Indonesia Saat Reformasi

Abdul Manan21 May 2018
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya menghirup udara bebas setelah mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Rabu lalu. Hal ini menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu pada 9 Mei lalu, setelah mengalahkan Barisan Nasional yang sudah berkuasa 62 tahun. Pakatan memperoleh 113 kursi, Barisan 79 kursi, Partai Islam se-Malaysia 18 kursi, dan lainnya meraih sisanya.

Pakatan mengusung Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri ketujuh. Perdana menteri periode 1981-2003 ini pula yang pernah memenjarakannya. Anwar menyatakan masalahnya dengan Mahathir itu sudah selesai. “Biarkan dia memerintah dengan tenang,” kata dia dalam wawancara khusus dengan wartawan Tempo, Abdul Manan, di rumahnya di Bukit Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu, tiga hari setelah pembebasannya dari penjara.

Anda terkejut, atau sudah menduga, hasil pemilu ini?Kalau kita lihat hasil Pemilu 2013, kami sudah mendapat dukungan suara mayoritas. Dan kami terus bekerja. Saya perkirakan Selangor dan Penang menang karena prestasi pemerintahan Pakatan di negeri itu. Tapi Najib Razak mengetahui daerah di mana oposisi kuat. Dia mengubah ketentuan daerah pemilihan. Tapi Pakatan masih menang.
Apa faktor utama kemenangan ini?Saya mungkin tak obyektif. Menurut saya, yang terbesar karena citra tentang Najib Razak dan istrinya, Rosmah, sangat jelek. Sama seperti era reformasi Indonesia masa Soeharto. Orang tak lagi melihat sistem. Jadi, tugas kami hanya mendukung perubahan itu dengan menyatakan sistem itu memang rusak. Jadi, saya memperkirakan Pakatan akan menang tipis. Memang PAS keluar dari Pakatan, Mahathir Mohamad (pendiri Partai Pribumi Bersatu Malaysia, PPBM) masuk.
Pakatan terdiri atas Partai Keadilan Rakyat, Democratic Action Party, Partai Amanah Negara, dan PPBM. Bagaimana menjaga kekompakannya?Berdasarkan pengalaman Pemilu 2008, saat itu kita panggil PAS. Kami diskusikan apa yang kami inginkan. Apakah kami mau pelembagaan UUD yang dapat mewakili kehendak mayoritas? Atau kami mau kebebasan media, kehakiman yang bebas, komisi pemilu yang jujur dan adil? Itu yang akhirnya kami sepakati.
Manifesto Pakatan saat kampanye itu banyak. Apa yang paling diprioritaskan?Pemerintahan yang baik. Kami kalau lihat dari luar, sangat baik. Tapi kalau dilihat dalam sistem, bobrok. Data statistik diakali. Utang kami lebih besar daripada yang diumumkan terbuka. Kasus perampokan uang negara, itu besar. Saya tidak ada masalah pribadi dengan Najib. Saya maafkan dia. Saya tak persoalkan dia memenjarakan saya. Tapi soal perampokan harta rakyat, ini skandal. Masyarakat umum kaget. Saya saja juga kaget. Gila ini, ada 200 tas tangan yang harganya ratusan ribu ringgit.
Pengusutan kasus Najib terkait dengan dugaan korupsi di perusahaan milik negara 1Malaysia Development Berhard (1MDB) ini salah satunya?Ini salah satu kasus, tapi yang terbesar. Kelemahan yang terjadi selama ini karena tidak ada mekanisme pertanggungjawaban. Polisi tak bisa berbuat apa-apa, media tak bisa bicara. Kita juga tak bisa mempersoalkan di parlemen karena dikatakan ini tidak relevan. Enggak bisa bicara juga. Kalau tetap bicara, dikeluarkan. Dan ini juga terjadi pada badan kehakiman. Karena itu, dalam pengampunan yang diberikan Yang Pertuan Agung, saya terkesan. Kata Pertuan Agung, “Saya tidak mengampuni Anwar sebab Anwar salah dan kita maafkan. Saya memberi pengampunan karena saya tahu badan kehakiman itu rusak. Anwar dizalimi dan patut dibebaskan.” Pengampunan saya itu luar biasa dalam sejarah.
Dengan begitu kasus Anda dianggap selesai?Saya akan tetap ajukan ke Mahkamah untuk membersihkan nama.
Selain korupsi, apalagi prioritas lainnya?Apabila pemerintahan benar, saya kira tak ada masalah dengan ekonomi rakyat. Malaysia ini begitu bagus, kok bilang ada masalah ekonomi. Pandangan seperti ini karena gambaran umum yang salah. Kenyataannya, tingkat kemiskinan di beberapa daerah sangat kentara. Kedua, harga barang melambung karena pajak barang dan jasa (GST) 6 persen. Itu yang terjadi. Kesenjangan sangat besar sekali. Ini yang sedang kami coba atasi.
Apa langkah untuk mengatasi korupsi?Menyelidiki Najib adalah salah satu saja. Problem rakyat sekarang itu tetap harus diatasi. Tapi pengusutan Najib perlu untuk menarik lagi uang triliun ringgit yang hilang itu.
Target dari pengusutan Najib?Kalau Pak Mahathir, diadili. Semua orang marah minta dia diadili. Sama dengan aspirasi zaman reformasi di Indonesia dulu.
Anda pernah dipenjara Mahathir karena kasus korupsi dan sodomi. Bagaimana akhirnya mau bekerja sama dengan dia?Pertama, dia datang. Kemudian dia menunjukkan bahwa dia mau berdamai. Kedua, saya oke, kita berdamai. Sudahlah. Dia berdamai untuk membawa perubahan. Tapi kita minta dia paham bahwa kita ingin reformasi. Dia setuju. Saya bilang, ya sudah. Tidak ada dalam sejarah perang, mati-matian seperti kita, dan sekarang berdamai. Tertawa dia (Mahathir) saat saya katakan itu.
Apakah tak menyimpan dendam?Dia sudah berusia 93 tahun. Dia juga sudah menghadapi sejumlah penghinaan tahun-tahun belakangan ini. Bagi saya, sudah lah, kita mau politik lebih matang, lebih beradab. Biarkan dia memerintah dengan tenang.
Bagaimana rencana kembali ke politik?Itu terserah saya. Saya akan masuk parlemen setelah bertanding untuk masuk parlemen dalam masa tiga bulan. Sebagai anggota parlemen. Orang seperti saya, jadi wakil perdana menteri oke, dipenjara juga oke, jadi anggota parlemen oke. Tak ada masalah.
Mahathir mengatakan akan menjadi perdana menteri selama dua tahun sebelum diserahterimakan kepada Anda?Dia bilang selalu dua tahun, saya tak mau berkomentar. Biarlah bekerja sampai selesai. Dulu bilang satu tahun, sekarang dua tahun, ha-ha-ha. Saya oke. Tapi saya tak akan ganggu semasa dia memerintah. *

Koran Tempo, 21 Mei 2018

1MDB Anwar Ibrahim Mahatir Mohamad Malaysia Pakatan Harapan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Mantan Manajer Petronas Didakwa dengan Spionase Bisnis

24 April 2025

Elang Laut di Leher Pakatan

26 May 2019

Akhir Era Najib

11 June 2018

Mahatir Mohamad: Jika Saya Diktator, Rakyat Tak Pilih Saya Lagi

21 May 2018

Najib di Tubir Jurang 1MDB

21 May 2018

Wan Azizah: Kami Perlu Segera Memulihkan Kepercayaan Publik

14 May 2018
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.