Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
29 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Titik Terang Menangkap Dalang

Titik Terang Menangkap Dalang

Abdul Manan26 December 2005
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Polisi akan meneruskan penyidikan pembunuhan Munir. Semua tergantung komitmen Presiden.

Polisi kini mendapat pekerjaan rumah, setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutus Pollycarpus Budihari Priyanto dengan hukuman 14 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Munir. Dalam persidangan, terungkap bahwa sejak 25 Agustus hingga hari ketika Munir tewas, kata majelis hakim, tercatat ada 41 kali kontak telepon antara Pollycarpus dan telepon seluler bernomor 0811900978 milik Muchdi Purwoprandjono, bekas Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN).

Hakim menyatakan kasus pembunuhan Munir ini merupakan kejahatan yang konspiratif serta memberikan titik terang adanya kemungkinan si pemberi perintah pembunuhan adalah seorang yang berbicara dengan Pollycarpus. Meski tak ada saksi yang mendengar isi pembicaraan, ”Antara terdakwa dan pembicara di telepon telah terjadi kesepakatan tentang tata cara pelaksanaan untuk menghilangkan jiwa Munir,” kata Cicut Sutiarso, ketua majelis hakim.

Temuan hakim tak jauh berbeda dengan tim pencari fakta (TPF) kasus Munir. Menurut Asmara Nababan, bekas wakil ketua TPF kasus pembunuhan Munir, bukti telepon itu memang menjadi petunjuk adanya keterlibatan BIN. TPF berpendapat, yang memberikan perintah pembunuhan adalah orang yang menggunakan telepon Muchdi. ”Apakah Muchdi atau orang lain, kita belum tahu,” kata Asmara.

Berdasar fakta ini, TPF pernah berupaya meminta keterangan bekas Kepala BIN Hendropriyono, Muchdi, dan sekretaris BIN, Nurhadi Jazuli. Tapi, sampai habis masa kerjanya pada 23 Juni 2005, TPF belum bisa memeriksa orang-orang tersebut. TPF, kata Asmara, memberikan rekomendasi Presiden memeriksa ketiga orang itu. ”Dengan diperiksanya mereka itu—Muchdi, Hendropriyono, dan lain-lain—kita akan tahu apakah kasus ini berhenti di situ atau lebih jauh dari itu,” kata Asmara.

Hendropriyono sendiri, dalam wawancara dengan Tempo, membantah bahwa Munir adalah target operasi BIN. ”Munir tidak masuk radar kami,” katanya (lihat Tempo edisi 12 Juni 2005). Adapun Muchdi, dalam sidang 17 November lalu, membantah pernah melakukan kontak telepon dengan Pollycarpus. Menurut Muchdi, nomor telepon selulernya yang disebut-sebut itu adalah pemberian PT Barito Pacific Timber, yang tagihan biaya penggunaannya pun dibayar perusahaan itu. ”Jadi, siapa pun bisa menggunakan ponsel tersebut,” katanya. Namun Muchdi mengakui pernah meminta Adnan Buyung Nasution mengingatkan Munir agar tidak terlalu vokal mengkritik pemerintah.

Dalam sidang Selasa pekan lalu itu, hakim menilai alasan Muchdi itu janggal. ”Keterangan saksi menyangkut handphone yang dapat dan boleh digunakan oleh orang lain atau siapa saja yang ingin menggunakan, tanpa menyebut satu pun siapa orangnya, adalah sangat tidak masuk akal,” kata majelis hakim. Tempo sendiri tak bisa meminta komentar Muchdi atas pernyataan hakim ini. Saat dihubungi lewat telepon genggamnya, yang terdengar hanya nada panggil, kemudian putus.

Kepada Tempo, Jaksa Domu P. Sihite menyatakan tak akan mengomentari kesimpulan hakim tentang alasan Muchdi yang dinilai tak masuk akal itu. Menurut Domu, ketika pihaknya menyodorkan print out penggunaan telepon yang berkaitan dengan Pollycarpus, Muchdi saat itu tak menyangkal. ”Tapi, dia
menolak kalau dia yang menggunakan telepon itu,” kata Domu. Dan menurut Domu, ia tak bisa memaksa Muchdi mengaku. ”Jadi, sekarang terserah penilaian masyarakat.”

Menurut bekas anggota TPF Munir, Rachlan Nasidik, putusan majelis hakim ini sudah memberikan indikasi yang mengarah kepada dalang atau otak pembunuhan Munir. ”Ini yang mestinya diteruskan oleh kepolisian,” kata dia. Menurut Rachlan, kini yang ditunggu adalah komitmen Kapolri dan Presiden.

Dari Istana Presiden, Andi Mallarangeng, juru bicara Presiden, menyatakan SBY sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Sutanto agar serius mengungkap kasus Munir. ”Bukti-bukti yang terungkap dalam pengadilan juga menjadi rujukan,” kata Mallarangeng. Jenderal Sutanto sendiri menyatakan akan terus mengusut kasus ini dan meminta Polly mau buka mulut. ”Sehingga kita tahu siapa di balik itu,” katanya.

Banyak yang waswas kasus ini akan mandek hanya sampai Polly. Rachlan adalah salah satu yang mengkhawatirkan itu. Apalagi, ujarnya, jika melihat nasib bekas ketua TPF Munir, Brigjen Marsudi Hanafi, yang kini bak ”dibuang” menjadi staf ahli. Nasib Marsudi, kata Rachlan, telah menciutkan nyali para penyidik yang ingin serius membongkar konspirasi di balik kasus Munir ini. ”Kalau jenderal saja diperlakukan seperti itu, apalagi orang seperti kami,” kata Rachlan menirukan keluhan sejumlah polisi penyidik kasus Munir.

Abdul Manan, Budi Riza, Erwinda

Sumber: Majalah Tempo, Edisi. 44/XXXIV/26 Desember – 01 Januari 2006

Law
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

ICW: Politisi Terganggu Sepak Terjang Satgas Anti Mafia

1 December 2010

Greenpeace: Kontribusi AS Kurang dari Kebutuhan Indonesia

9 November 2010

Tak Siap, tapi Harus Jalan Terus

30 April 2010

Denny Indrayana: Bukti Tuduhan ke Pimpinan KPK Sangat Lemah

16 July 2009

Greenpeace Discovers Illegal Logging in Nabire

18 October 2008

Menangkap Kakap tanpa Melepas Teri

15 September 2008
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.