Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
27 June 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Intelijen Cina Diduga Akses Email Anggota Parlemen Australia

Intelijen Cina Diduga Akses Email Anggota Parlemen Australia

Abdul Manan28 April 2014
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sydney – Sebuah serangan dunia maya pada jaringan komputer parlemen Australia pada tahun 2011 mungkin telah memberikan badan-badan intelijen Cina akses ke email pribadi anggota parlemen selama satu tahun penuh, kata laporan yang dirilis Australian Financial Review, Senin 28 April 2014.

Surat kabar itu, mengutip sumber-sumber di pemerintahan dan aparat keamanan, mengatakan, informasi terbaru menunjukkan bahwa serangan itu lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya dan “secara efektif memberi mereka kontrol” atas seluruh sistem.

“Itu seperti sebuah ‘penambangan terbuka’. Mereka memiliki akses ke segalanya,” kata sumber Australian Financial Review.

Pejabat Australia, seperti di Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya, menjadi keamanan di dunia cyber sebagai prioritas menyusul meningkatnya jumlah serangan.

Jaringan komputer parlemen adalah sistem internal yang non-rahasia yang digunakan oleh anggota parlemen federal, staf mereka dan penasihatnya untuk komunikasi pribadi dan diskusi soal strategi.

Saat berada di dalam sistem internal parlemen federal Australia, hacker memiliki akses ke email, database kontak dan dokumen lainnya yang tersimpan di jaringan, kata laporan itu.

Akses tersebut akan memungkinkan Cina untuk mendapatkan pengetahuan yang canggih dari hubungan politik, profesional dan sosial kepemimpinan Australia, dan bisa termasuk di dalamnya diskusi soal isu sensitif antara anggota parlemen dan staf mereka.

Media domestik awalnya melaporkan penerobosan di dunia cyber ini pada tahun 2011, meskipun saat itu meyakini bahwa agen intelijen Cina hanya mengakses sistem selama sekitar satu bulan.

Tahun lalu , Australian Broadcasting Corporation melaporkan bahwa hacker Cina telah mencuri cetak biru dari sebuah markas mata-mata senilai multi-juta dolar Australia yang baru, serta informasi rahasia dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Pemerintah Perdana Menteri Tony Abbott memberlakukan larangan kepada China Huawei Technologies Co Ltd untuk ikut penawaran di negara ini dalam proyek National Broadband Network (NBN) senilai US$ 38 miliar, karena kekhawatiran soal keamanan di dunia cyber.

REUTERS | ABDUL MANAN

TEMPO.CO | SENIN, 28 APRIL 2014 | 13:31 WIB

Australia Cina hacker Tony Abbott
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Jaksa Taipei Banding Kasus Mata-mata Cina

4 April 2024

Gempa Seusai Corona

1 March 2020

Geliat Haiphong di Tengah Perang

7 July 2019

Hati-hati ‘Perangkap Seks’ Intel Rusia dan Cina

5 April 2019

Emoji Pisau dari Beijing

9 December 2018

Vonis Mati Godfather Kota Tambang

2 April 2018
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.