Close Menu
abdulmanan.netabdulmanan.net
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
Facebook X (Twitter) Instagram
29 April 2026
abdulmanan.netabdulmanan.net
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • About
  • Reportase
  • Artikel
  • Spy Stories
  • Publikasi
abdulmanan.netabdulmanan.net
Home»Senat Minta Gedung Putih yang Edit Laporan Penyiksaan CIA

Senat Minta Gedung Putih yang Edit Laporan Penyiksaan CIA

Abdul Manan10 April 2014
Default Image
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington – Kepala Komite Intelijen Senat Dianne Feinstein menyerukan kepada Presiden Barack Obama untuk mempertimbangkan kembali keputusan pemerintahnya yang menugaskan Central Intelligence Agency (CIA) untuk mengedit laporan soal program interogasi dan penahanan tersangka terorisme oleh badan intelijen Amerika Serikat itu, sebelum dapat dipublikasikan.
Dalam sebuah surat kepada Obama, Senator Feinstein mengatakan bahwa Gedung Putih yang harus memimpin proses deklasifikasi–menyatakan sebuah laporan tidak lagi bersifat rahasia–atas laporan yang berisi praktek interogasi secara keras dan penyiksaan terhadap tahanan teroris pasca-serangan 11 September 2001.

Komite Intelijen Senat, Kamis, 3 April 2014, setuju mendeklasifikasi ringkasan eksekutif setebal 420 halaman. Ringkasan itu merupakan bagian dari laporan setebal 6.300 halaman soal program rahasia CIA tersebut.

Obama mendukung keputusan Komite Intelijen itu, tapi Gedung Putih menyatakan CIA yang akan memimpin pengeditan atas informasi dalam laporan itu sebelum dibuka kepada publik. Pengeditan itu dilakukan untuk memastikan bahwa informasi yang dibuka tak membahayakan keamanan nasional AS.

“Saya meminta Anda mendeklasifikasi dokumen-dokumen ini, dan Anda lakukan secepatnya dengan penyuntingan minimal,” kata Feinstein dalam surat tertanggal 7 April 2014. “Saya dengan hormat meminta Gedung Putih memimpin proses deklasifikasi.”

Feinstein dan senator lainnya menyebut CIA memiliki konflik kepentingan terkait dengan laporan itu.

Laporan ini menyimpulkan bahwa praktek penyiksaan CIA terhadap tersangka terorisme hanya menghasilkan sedikit bahan intelijen yang berharga. CIA mempersoalkan hasil temuan tersebut. Komite Intelijen dan CIA saling menuding melakukan kesalahan yang berhubungan dengan produksi laporan tersebut. CIA menuding penyelidik Komite Senat melihat dokumen yang seharusnya tak boleh diakses, sedangkan Komite Intelijen menuding CIA menggeledah komputer yang digunakan penyelidiknya. Keduanya meminta Departemen Kehakiman untuk menyelidiki klaim tersebut.

Surat Feinstein kepada Obama itu disertai salinan ringkasan eksekutif yang kini masih dikategorikan rahasia. “Ini adalah laporan paling komprehensif soal program penahanan dan interogasi CIA, dan saya menganggap itu harus dilihat pemerintah AS sebagai laporan paling sah soal tindakan CIA,” kata Feinstein dalam surat itu.

Jaksa Agung Eric Holder, Selasa, 8 April 2014, juga memberikan dukungan untuk membagi laporan itu kepada pejabat lainnya. “Sebanyak mungkin laporan itu harus diketahui publik,” katanya. Dibukanya laporan itu akan membantu memastikan “tidak ada pemerintahan yang bermaksud melaksanakan program seperti itu pada masa mendatang.”

Laporan ini awalnya disusun secara eksklusif oleh staf Demokrat di Senat. Namun temuannya akhirnya disetujui oleh Senat, Desember 2012. Laporan itu menyimpulkan antara lain bahwa waterboarding dan “teknik interogasi yang ditingkatkan” lainnya tidak memberikan bukti kunci dalam perburuan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, dan CIA dianggap menyesatkan Presiden George W. Bush dan Kongres tentang keberhasilan program ini.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan Feinstein itu.

Pekan lalu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Caitlin Hayden, mengulangi keinginan Obama untuk membuka laporan itu guna membantu warga Amerika memahami apa yang terjadi dan memastikan negara ini tak mengulangi kesalahan serupa. Dia mencatat bahwa Obama melarang praktek interogasi seperti itu ketika dirinya mulai bertugas di Gedung Putih, 2009 lalu.

Namun Hayden mengatakan CIA–berkonsultasi dengan lembaga-lembaga lain–akan melakukan kajian atas deklasifikasi itu. “Presiden secara jelas ingin proses ini selesai secepat mungkin, konsisten dengan masalah keamanan nasional, dan itulah yang akan kami lakukan,” katanya.

WASHINGTON POST | ABDUL MANAN

TEMPO.CO | KAMIS, 10 APRIL 2014 | 22:43 WIB

Central Intelligence Agency (CIA) interogasi Penjara Rahasia (Black Site) CIA Serangan 11 September 2001 terorisme
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Jeanne, Agen Perempuan CIA Penangkap Mata-mata

30 April 2019

Di Balik ‘Perang Terbuka’ CIA dan Komite Intelijen Senat AS

27 April 2019

Jumat Berdarah di Al-Rawdah

4 December 2017

Dokumen Rahasia Tak Lengkap JFK

6 November 2017

Nama Aidit di Telegram Amerika

23 October 2017

Angin Segar Kompensasi Korban

25 September 2017
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

About
About

Memulai karir sebagai koresponden Majalah D&R di Surabaya pada 1996 sampai 1999. Setelah itu menjadi editor Harian Nusa, Denpasar (1999-2001), bergabung ke Tempo sejak 2001 sampai sekarang.

Facebook X (Twitter) Instagram
Artikel Populer

Cek Palsu di Manhattan

25 September 2007

Bebas Memilih di Bilik Wartel

24 April 2007

Halo-halo dari Penjara

8 September 2008
Arsip
Artikel Lainnya

Iran Eksekusi ‘Agen Mossad’ yang Terlibat 200 Misi Pengintaian

24 December 2025

Makna Serial TV Seventeen Moments of Spring bagi SVR Rusia

22 December 2025

Blaise Metreweli, Perempuan Pertama yang Memimpin MI6

19 December 2025
Label
Al-Qaeda Alexander Litvinenko Amerika Serikat Arab Saudi Barack Obama Barisan Nasional Biro Penyelidik Federal (FBI) AS Central Intelligence Agency (CIA) CIA Cina Donald Trump Edward Snowden Federasi Rusia GCHQ Hamas Inggris Iran Israel Jerman Joko Widodo Journalism KGB Korea Selatan Korea Utara Mahatir Mohamad Malaysia Mossad Najib Razak National Security Agency (NSA) Osama bin Laden Pakatan Harapan Pakistan Palestina Politics Rusia Secret Intelligence Service (MI6) Security Service Inggris (MI5) Serangan 11 September 2001 spionase Uni Eropa Uni Sovyet US Navy SEALs Vladimir Putin whistleblower Wikileaks
© 2026 abdulmanan.net | blog personal abdul manan

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.